Pasca Koreksi Pasar, TVL Plasma Melesat 23 Persen

Berdasarkan data platform analitik DefiLlama, ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) Plasma mencatat lonjakan tajam dalam total nilai terkunci (TVL) mencapai US$5,379 miliar, atau meningkat 23,57 persen dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan signifikan ini terjadi pasca jatuhnya pasar kripto di akhir pekan, yang sebelumnya sempat mengguncang sejumlah aset digital utama seperti Bitcoin, Ethereum dan Solana.

Kebangkitan Plasma di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak dinilai sebagai sinyal positif bagi sektor DeFi, terutama karena TVL biasanya mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekosistem suatu jaringan.

Dengan lonjakan sekitar US$1,03 miliar hanya dalam sehari, Plasma kini menjadi salah satu ekosistem yang mencuri perhatian di tengah arus keluar dana dari protokol lain.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Arus Dana Masuk Besar Usai Koreksi Pasar

Kenaikan TVL Plasma diperkirakan berasal dari arus masuk modal baru yang kembali mencari peluang imbal hasil tinggi setelah koreksi pasar kripto global pada akhir pekan lalu.

BACA JUGA:  Arab Saudi Luncurkan Blockchain untuk Tokenisasi Properti

Saat banyak aset utama mengalami tekanan harga, sejumlah investor tampak mengalihkan portofolionya ke protokol DeFi yang dianggap lebih tangguh dalam menghadapi volatilitas pasar.

Berdasarkan data DefiLlama, kapitalisasi stablecoin di jaringan Plasma kini mencapai US$5,843 miliar, menandakan ketersediaan likuiditas yang cukup besar untuk menopang aktivitas on-chain.

Sementara itu, volume perdagangan terdesentralisasi (DEX) dalam 24 jam terakhir juga mencapai US$130,48 juta, menegaskan bahwa aktivitas pengguna meningkat seiring dengan pulihnya kepercayaan terhadap pasar DeFi.

Dalam periode yang sama, pendapatan aplikasi (App Revenue) Plasma tercatat sebesar US$90.032, sementara biaya transaksi (App Fees) mencapai US$776.382.

Angka ini memperlihatkan bahwa ekosistem masih aktif menghasilkan pendapatan meski kondisi pasar global belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, Bridged TVL Plasma juga melonjak hingga US$12,273 miliar, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai aset yang dijembatani dari jaringan lain ke dalam ekosistem Plasma.

BACA JUGA:  Volume Altcoin Melorot Tajam, Bitcoin Jadi Pilihan Utama Lagi

Kondisi tersebut mencerminkan pergeseran perilaku investor pasca penurunan pasar. Banyak pelaku pasar yang cenderung mencari alternatif berbasis yield, staking dan likuiditas lintas jaringan sebagai upaya diversifikasi risiko.

Plasma, dengan ekosistem yang semakin berkembang dan stabilitas nilai stablecoin yang tinggi, menjadi salah satu pilihan utama.

Token XPL Jadi Sorotan di Tengah Kenaikan Tajam Ekosistem Plasma

Token utama ekosistem, XPL, juga mencatat kinerja yang solid di tengah tren pemulihan ini. Harga XPL saat ini berada di kisaran US$0,46 dengan kapitalisasi pasar sebesar US$821,79 juta dan fully diluted valuation (FDV) mencapai US$4,566 miliar.

Berdasarkan perbandingan kedua angka tersebut, sekitar 18 persen dari total pasokan token telah beredar di pasar.

Analis menilai, peningkatan aktivitas di jaringan Plasma bukan hanya disebabkan oleh momentum teknikal pasca koreksi pasar, tetapi juga oleh kepercayaan investor terhadap keberlanjutan proyek DeFi yang menonjolkan likuiditas lintas jaringan dan efisiensi biaya transaksi.

BACA JUGA:  Blockchain Digadang jadi Tulang Punggung Penting Ekonomi AI Korsel

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah proyek dan pengguna individu diketahui mulai menjembatani aset mereka ke Plasma melalui berbagai protokol bridge utama.

Meningkatnya volume transaksi dan pendapatan aplikasi menandakan bahwa kepercayaan terhadap DeFi belum sepenuhnya pudar meski volatilitas pasar masih tinggi.

Banyak pengamat berpendapat bahwa arus dana kembali ke Plasma mencerminkan fase redistribusi modal, di mana para investor memilih platform dengan ekosistem yang dianggap memiliki risiko lebih rendah dan fundamental kuat.

Dengan TVL yang melonjak lebih dari 23 persen hanya dalam sehari, Plasma kini menjadi salah satu dari sedikit ekosistem yang mencatat pemulihan tercepat pasca kejatuhan pasar kripto akhir pekan.

Jika tren ini berlanjut, Plasma berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor DeFi global, sekaligus menandai babak baru bagi kembalinya kepercayaan investor terhadap aset digital berbasis protokol terbuka. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia