Pasokan Bitcoin di bursa merupakan salah satu indikator penting yang digunakan untuk menganalisis pergerakan harga Bitcoin. Saat ini, dilaporkan bahwa suplai Bitcoin di bursa mengalami penurunan drastis. Apakah ini pertanda awal dari sinyal bullish?
Pasokan Bitcoin Capai Titik Terendah dalam 7 Tahun
Menurut data terbaru yang dirilis oleh firma analitik blockchain terkemuka, Santiment, di X, saat ini suplai Bitcoin di bursa turun drastis dan mencapai titik terendah dalam tujuh tahun terakhir.
“Rasio pasokan Bitcoin di bursa secara resmi telah turun hingga lebih dari 7,53 persen, level terendah yang pernah dicapai sejak 20 Februari 2018,” jelas mereka di X, Kamis (27/03/2025).

Penurunan ini biasanya mengindikasikan bahwa lebih banyak investor memindahkan aset mereka ke dompet pribadi, mengurangi jumlah suplai Bitcoin yang tersedia untuk dijual secara langsung.
Sentimen ini sering kali dianggap sebagai sinyal bullish yang kuat. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual jangka pendek mulai berkurang secara signifikan, sementara kepercayaan investor terhadap aset digital ini terus meningkat.
Ketika lebih banyak pemegang memilih untuk menyimpan koin mereka dalam jangka panjang daripada menjualnya, tekanan jual pun berkurang, sementara berkurangnya cadangan Bitcoin di bursa menciptakan potensi lonjakan yang lebih besar.
Lonjakan Minat Institusi Besar di Pasar
Selain faktor berkurangnya suplai Bitcoin di pasar, permintaan dari institusi keuangan besar juga menjadi salah satu pendorong utama dimulainya bull run.
Data terbaru dari SosoValue menunjukkan bahwa sejak 14 Maret hingga 26 Maret 2025, produk investasi seperti Bitcoin Spot ETF mengalami arus masuk positif hingga mencapai US$973 juta. Hal ini berpotensi mendorong harga BTC naik lebih dari 10 persen.

Sebaliknya, antara 10 Februari hingga 13 Maret 2025, aliran dana ke ETF sempat stagnan dan bahkan berbalik negatif, yang pada akhirnya menyebabkan harga BTC turun sebesar 17 persen.
Data ini menunjukkan hubungan erat antara pembelian institusional dan berkurangnya cadangan Bitcoin di bursa. Investor institusional memiliki dampak lebih besar terhadap pergerakan pasar dibandingkan spekulan ritel, mengingat skala pembelian mereka yang jauh lebih besar.
Sejalan dengan tren ini, riset dari Coinbase yang dilaporkan sebelumnya mengungkapkan bahwa banyak institusi besar mulai memperluas portofolio mereka, tidak hanya pada Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga ke aset digital lainnya.
Beberapa institusi besar bahkan berencana untuk secara bertahap menambah alokasi aset keuangan mereka, dengan tujuan memperluas investasi dalam mata uang kripto sepanjang tahun ini.
Riset Coinbase Ungkap Lonjakan Minat Institusi terhadap Kripto
Pasar Bitcoin Semakin Matang
Selain berkurangnya cadangan Bitcoin di bursa dan meningkatnya permintaan institusional, stabilitas pasar juga menjadi faktor penting yang diamati dan berpotensi mendorong fase bullish selanjutnya.
Menurut laporan penelitian OKX pada 25 Maret, volatilitas ekstrem yang selama ini menjadi karakteristik utama pada pasar Bitcoin terlihat mulai berkurang.
Jika sebelumnya penurunan lebih dari 50 persen sering dikaitkan dengan kondisi pasar bearish, kini ambang batas tersebut semakin rendah, menandakan bahwa pasar semakin matang.
“Tolok ukur tradisional untuk mendefinisikan pasar bearish Bitcoin—penurunan 50 persen dari level tertinggi terbaru—mungkin akan bergeser ke ambang batas yang lebih moderat, seperti 30 persen,” sebagaimana tercantum dalam riset OKX.
Data on-chain juga mengungkapkan pola baru dalam pergerakan harga BTC. Salah satu indikator utama, Short-Term Holder Market Value to Realized Value (STH MVRV), telah menunjukkan sentimen bearish bahkan sebelum penurunan harga pada 25 Februari.

Saat ini, indikator tersebut telah jatuh di bawah rata-rata pergerakan 365 hari, menandakan tekanan jual yang besar. Namun, dengan semakin berkurangnya pasokan Bitcoin di bursa, banyak pihak memperkirakan akan terjadi pemulihan harga dalam waktu dekat.
Bull Run Bitcoin di Depan Mata?
Melihat berbagai faktor yang telah diuraikan—penurunan pasokan Bitcoin di bursa, meningkatnya permintaan institusional, serta stabilitas pasar yang semakin kuat—indikasi menuju fase bullish semakin jelas.
Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan pasar lebih lanjut, terutama dalam menghadapi potensi volatilitas jangka pendek. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin akan memasuki bull run yang lebih besar dalam beberapa bulan mendatang. [dp]