Payoneer Incar Lisensi Bank AS untuk Terbitkan Stablecoin Sendiri

Gelombang fintech memburu lisensi bank di Amerika Serikat semakin memanas. Setelah sejumlah perusahaan kripto lebih dulu melangkah, kini Payoneer resmi masuk arena dengan ambisi yang tak kecil: membangun bank digital sendiri dan menerbitkan stablecoin berbasis dolar AS.

Ajukan PAYO Digital Bank ke Regulator AS

Payoneer, pada Selasa (24/02/2026) mengumumkan telah mengajukan permohonan kepada Office of the Comptroller of the Currency (OCC) untuk mendirikan PAYO Digital Bank, N.A. Bank ini dirancang sebagai national trust bank yang diawasi federal.

Langkah ini menjadi bagian dari strateginya dalam memperkuat infrastruktur keuangan yang teregulasi bagi bisnis global. Dengan status tersebut, perusahaan ingin menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi dan berada dalam pengawasan regulator AS.

Dalam setahun terakhir, adopsi stablecoin untuk kebutuhan transaksi lintas negara meningkat. Payoneer melihat momentum ini sebagai peluang untuk mengintegrasikan efisiensi stablecoin ke dalam ekosistem pembayarannya yang selama ini berfokus pada transaksi global.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Jupiter Hadirkan Sistem Pembayaran QR, Fiat dan Kartu USDC

“Payoneer berada di garis depan pembayaran lintas negara, dan kami percaya stablecoin akan memainkan peran penting dalam masa depan perdagangan global,” ujar CEO Payoneer, John Caplan.

Rencana Stablecoin di Dewan Perdamaian Trump

Ia menambahkan bahwa melalui PAYO Digital Bank, perusahaan keuangan tersebut ingin menghadirkan cara yang tepercaya dan teregulasi bagi pelanggan untuk memanfaatkan inovasi pembayaran terbaru.

Jika disetujui, PAYO Digital Bank akan memungkinkan Payoneer mengirim dan menerima stablecoin, menerbitkan PAYO-USD sesuai ketentuan GENIUS Act, mengelola cadangannya, menyediakan layanan kustodian, serta memfasilitasi konversi ke fuat.

Stablecoin, GENIUS Act, dan Ambisi Payooner

Lolosnya GENIUS Act telah menciptakan kerangka hukum federal baru untuk stablecoin di AS. Payoneer berencana memanfaatkan regulasi ini untuk menghadirkan stablecoin sebagai bagian dari operasional harian pelaku usaha kecil dan menengah di seluruh dunia.

BACA JUGA:  Tokoh Deepak Chopra Kirim Email ke Epstein Terkait Ethereum

Rob Morgan, yang diusulkan sebagai CEO PAYO Digital Bank nantinya, menegaskan bahwa hampir dua juta pelanggan Payoneer berada di pusat adopsi global dan oleh karena itu stablecoin menjadi salah satu opsi penting. 

“PAYO Digital Bank akan membantu kami menghadirkan solusi stablecoin terintegrasi berstandar bisnis bagi pelaku UMKM global yang dapat mempercepat pembayaran, meningkatkan transparansi, dan memperluas akses ke pasar,” ujarnya.

Bagi Payoneer, stablecoin bukan sekadar fitur. Perusahaan menilai solusi ini mempercepat transaksi lintas batas, meningkatkan transparansi, dan memperluas akses pasar, sekaligus mendorong penggunaan dolar AS dalam perdagangan global.

Dalam pengajuan ini, Payoneer bekerja sama dengan firma hukum Davis Polk & Wardwell LLP. Langkah tersebut menegaskan strategi mereka untuk menyederhanakan pembayaran dan mengelola dana pelanggan secara lebih efisien dalam berbagai mata uang dan stablecoin.

Stablecoin Jadi Andalan Transaksi Dunia Nyata di Banyak Negara

Kini, keputusan ada di tangan regulator. Jika disetujui, Payoneer akan semakin dekat menjadi institusi perbankan sekaligus memperkuat posisi dan penggunaan stablecoin dalam infrastruktur keuangan global.

BACA JUGA:  Robert Kiyosaki Pilih Nunggu Bottom Bitcoin dan Emas, Ini Alasannya

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia