Tahun 2025 menjadi periode yang berat bagi pasar aset digital, terutama untuk proyek baru yang masuk lewat ICO 2025 atau TGE 2025. Berdasarkan analisis terhadap 118 peluncuran token yang dilakukan Memento Research sepanjang tahun ini, terlihat jelas bahwa peluncuran kripto 2025 lebih banyak menghadirkan kekecewaan dibanding peluang cepat untung, khususnya bagi investor pemula yang masuk tanpa strategi matang.
Artikel ini akan membahas performa keseluruhan, perbandingan antar periode peluncuran, hubungan market cap awal dengan kinerja token, hingga contoh token dengan performa terbaik dan terburuk. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
BACA JUGA: 7 Platform Pasar Prediksi Terpopuler, Bukan Cuma Polymarket!
Kinerja Pasar Peluncuran Kripto 2025

Secara agregat, pasar peluncuran token sepanjang 2025 berada dalam tekanan bearish yang kuat. Melansir dari total 118 token yang dianalisis, rata-rata perubahan Fully Diluted Valuation (FDV) tercatat turun sekitar 33 persen, sementara median penurunannya bahkan mencapai lebih dari 71 persen.
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Total Peluncuran | 118 |
| Rata-rata Perubahan FDV (persen) | -33,30 persen |
| Median Perubahan FDV (persen) | -71,09 persen |
| Tingkat Keberhasilan (FDV Naik) | 15,25 persen |
Angka median ini penting, karena menunjukkan bahwa lebih dari separuh token kehilangan lebih dari dua pertiga valuasi awalnya. 8 dari 10 token yang diluncurkan pada tahun ini mengalami penurunan setelah peluncuran. Fakta ini menegaskan bahwa berpartisipasi dalam ICO 2025 atau TGE 2025 bukan lagi soal ikut tren, melainkan soal manajemen risiko yang serius.
Perbandingan Kinerja Peluncuran
Jika dilihat berdasarkan waktu peluncuran, terdapat perbedaan menarik antara semester pertama dan kedua. Token yang meluncur pada paruh pertama 2025 mencatat rata-rata penurunan FDV yang jauh lebih dalam dibandingkan token yang rilis di paruh kedua.
| Periode Peluncuran | Rata-rata Perubahan FDV (persen) | Median Perubahan FDV (persen) | Jumlah Token |
|---|---|---|---|
| H1 (Semester 1) | -45,67 persen | -75,78 persen | 50 |
| H2 (Semester 2) | -24,21 persen | -65,52 persen | 68 |
Meski kedua periode sama-sama mencatat kerugian, performa di H2 terlihat lebih “ringan”. Ini bisa diartikan sebagai tanda awal perbaikan sentimen pasar, atau bisa juga karena proyek yang berani meluncur di paruh kedua lebih selektif dan realistis dalam menentukan valuasi awal.
Bagi kamu yang memperhatikan timing masuk pasar, pola ini memberi sinyal bahwa waktu peluncuran ikut memengaruhi risiko dalam peluncuran kripto 2025.
BACA JUGA: Polymarket vs Kalshi: Mana yang Cocok Buat Pasang Prediksi?
Market cap Awal vs Performa
Salah satu temuan paling kuat dari analisis ini adalah hubungan terbalik antara market cap awal dan performa pasca-peluncuran. Token dengan market cap awal terendah justru menunjukkan kinerja yang jauh lebih stabil dibanding token dengan valuasi besar.
| Kuartil MC Awal | Rata-rata Perubahan FDV (persen) | Median Perubahan FDV (persen) | Jumlah Token |
|---|---|---|---|
| Q1 (Terendah) | -3,27 persen | -44,76 persen | 30 |
| Q2 | -9,50 persen | -44,89 persen | 29 |
| Q3 | -49,76 persen | -83,75 persen | 29 |
| Q4 (Tertinggi) | -70,44 persen | -81,78 persen | 30 |
Token di kuartil market cap terendah hanya mengalami penurunan tipis secara rata-rata, sementara token dengan market cap tertinggi mencatat kerugian hingga 70 persen lebih. Pola ini memperkuat satu pelajaran penting: valuasi tinggi di awal sering kali sudah “memakan” potensi pertumbuhan di masa depan.
Untuk investor pemula, ini berarti kehati-hatian ekstra saat melihat proyek yang sejak awal sudah membawa embel-embel “blue-chip”.
Token Terbaik di Tengah Buruknya Peluncuran Kripto 2025
Meski mayoritas token berkinerja buruk, tetap ada outlier yang berhasil mencuri perhatian. Beberapa proyek justru mencatat lonjakan FDV ratusan persen, bahkan di tengah kondisi pasar yang sulit.
| Ticker | Nama | Perubahan FDV (%) | Starting FDV | Current FDV |
|---|---|---|---|---|
| ASTER | Aster | +744,56 persen | US$675 Juta | US$5.7 Miliar |
| ESPORTS | Yooldo Games | +537,76 persen | US$63 Juta | US$401 Juta |
| H | Humanity | +323,04 persen | US$300 Juta | US$1,2 Miliar |
| FHE | Mind Network | +180,47 persen | US$30 Juta | US$84 Juta |
| PIEVERSE | Pieverse | +174,59 persen | US$140 Juta | US$384 Juta |
Aster (ASTER) menjadi contoh paling ekstrem dengan kenaikan FDV lebih dari 700 persen. Disusul Yooldo Games (ESPORTS) dan Humanity (H), proyek-proyek ini membuktikan bahwa peluang pertumbuhan eksplosif masih ada, meskipun jarang dan sering datang dari token yang tidak terlalu hype di awal.
Token Terburuk
Di sisi sebaliknya, daftar performer terburuk justru diisi oleh proyek-proyek besar dan sangat dinantikan. Berachain (BERA), Animecoin (ANIME), hingga Syndicate (SYND) mengalami penurunan FDV lebih dari 93 persen.
| Ticker | Nama | Perubahan FDV (%) | Starting FDV | Current FDV |
|---|---|---|---|---|
| SYND | Syndicate | -93,64 persen | US$940 Juta | US$59 Juta |
| ANIME | Animecoin | -93,59 persen | US$870 Juta | US$55 Juta |
| BERA | Berachain | -93,17 persen | US$4,4 Miliar | US$305 Juta |
| BIO | Bio Protocol | -93,05 persen | US$2Miliar | US$143 Juta |
| XTER | Xterio | -92,85 persen | US$420 Juta | US$30 Juta |
Kehadiran nama besar di daftar ini menegaskan satu hal krusial: hype, nama besar, dan valuasi tinggi tidak menjamin kinerja. Dalam konteks peluncuran kripto 2025, ekspektasi yang terlalu tinggi sering kali berujung pada koreksi brutal.
BACA JUGA: Daftar Bunga Deposito Tertinggi dan Perbandingannya dengan Earn Crypto!
Pelajaran Penting dari Peluncuran Kripto 2025
Secara keseluruhan, peluncuran kripto 2025 adalah pengingat keras bahwa pasar kripto tidak selalu ramah bagi pendatang baru. Mayoritas token merugi, token dengan valuasi awal rendah cenderung lebih bertahan, dan hype sering kali menipu. Namun, peluang tetap ada bagi kamu yang mau belajar, menganalisis data, dan tidak sekadar ikut arus.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



