Dominasi distribusi pemegang jangka panjang (LTH) kripto Bitcoin yang berlangsung selama beberapa bulan dilaporkan mulai berakhir, dengan data on-chain yang menunjukkan perubahan arah pasokan ke wilayah positif.
Perubahan ini disampaikan analis on-chain Darkfost di CryptoQuant pada hari Senin (29/12/2025), dalam pembaruan analisis pasar yang menyoroti pergeseran kepemilikan kripto Bitcoin secara struktural pada akhir Desember 2025.
Perubahan tren tersebut dinilai penting karena sebelumnya LTH terus mengurangi kepemilikan sejak pertengahan 2025, sementara pasar global kripto Bitcoin masih bergerak pada fase penantian dan ketidakpastian arah baru.
LTH Kripto Bitcoin Kurangi Tekanan Jual
Menurut laporan yang dirilis Darkfost, tren distribusi LTH kripto Bitcoin telah berlangsung sejak 16 Juli 2025, ketika pasokan LTH dalam akumulasi 30 hari terus menunjukkan penurunan.

Tekanan distribusi mencapai puncak pada 26 November, dengan lebih dari 670.000 BTC keluar dari kategori LTH, mengikuti lonjakan lebih dari 1 juta BTC pada Juni.
Namun setelah dilakukan penyesuaian data untuk menghilangkan distorsi sekitar 800.000 BTC yang berasal dari perpindahan internal Coinbase, tren menunjukkan perubahan penting.
Kini pasokan LTH kripto Bitcoin kembali berada di wilayah positif dengan sekitar 10.700 BTC kembali masuk ke kategori kepemilikan jangka panjang.
Artinya, pemegang jangka panjang mulai mengurangi tekanan jual, sementara kelompok pemegang jangka pendek (STH) tetap menahan kepemilikan mereka. Perubahan ini menunjukkan stabilisasi pasokan setelah periode distribusi yang panjang.
“Secara historis, pergeseran seperti ini sering kali mendahului fase konsolidasi atau bahkan pemulihan bullish,” ujar Darkfost.
Risiko Bearish Divergence Masih Ada, Pasar Bersiap Hadapi Volatilitas
Perkembangan tersebut terjadi di tengah situasi ketika kripto Bitcoin diperdagangkan mendekati US$87.000, namun dinamika pasar menunjukkan sinyal kewaspadaan.
Data dari CryptoZ Insight menyebut bahwa meski harga stabil, indikator internal pasar menunjukkan pelemahan minat beli. Rasio Bid & Ask mencatat penurunan puncak (lower high), yang berarti agresivitas pembelian melemah.
Hal ini menandakan permintaan kripto Bitcoin berkurang meskipun harga masih bertahan di level tinggi.

CryptoZ Insight memperingatkan bahwa kondisi seperti ini kerap dikaitkan dengan bearish divergence, yaitu situasi ketika kekuatan permintaan tidak mendukung kestabilan harga.
Dalam banyak kasus, pola tersebut muncul sebelum ekspansi volatilitas dan bukan saat pasar menunjukkan kekuatan penuh. Jika pembeli tidak segera kembali mendominasi, ketenangan harga kripto Bitcoin yang terlihat saat ini berpotensi berubah menjadi kelanjutan pelemahan yang lebih tajam.
Dengan demikian, meski tren pasokan LTH menunjukkan tanda awal akumulasi kembali, pasar kripto Bitcoin belum sepenuhnya keluar dari fase risiko.
Pertanyaan penting yang muncul kini adalah bagaimana tren makro ke depan akan membentuk arah pasar, apakah perubahan pasokan ini akan membawa kripto Bitcoin menuju fase konsolidasi sehat atau membuka jalan momentum bullish yang lebih kuat, atau justru tetap berada dalam tekanan jika permintaan melemah lebih jauh.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



