Pergerakan besar kembali muncul dari wallet kripto milik Pemerintah Amerika Serikat. Ribuan Bitcoin dipindahkan ke Coinbase Prime bersama sejumlah crypto lain, memicu spekulasi mengenai potensi tekanan jual dalam waktu dekat.
Triliunan Kripto Sitaan Pemerintah AS Mulai Dipindahkan
Berdasarkan data on-chain Arkham Intelligence yang dipantau pada Rabu (15/07/2026), wallet yang terhubung dengan Pemerintah Amerika Serikat kembali aktif. Mayoritas perpindahan aset kripto dalam jumlah besar tercatat terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Rangkaian transfer diawali pada Jumat (10/07/2026), ketika wallet sitaan BTC-e memindahkan 4.036 ETH senilai sekitar US$7,22 juta. Pada periode yang sama juga terlihat transaksi kecil antara Coinbase Prime Deposit dan Coinbase Prime Hot Wallet.
Selanjutnya, pada Senin (13/07/2026), wallet crypto kasus Ryan Farace memindahkan 2.875 BTC senilai sekitar US$177,88 juta ke Coinbase Prime Deposit. Tak lama kemudian, dompet sitaan BTC-e kembali mengirim 925,513 BTC atau US$57,27 juta ke alamat baru.
Masih pada hari yang sama, wallet kasus Brian Krewson mentransfer 30.007 ETH ke Coinbase Prime. Setelah itu, 140,214 BTC senilai US$8,78 juta dipindahkan ke Coinbase Prime Cold Wallet, sehingga total perpindahan Bitcoin mencapai 3.940,727 BTC senilai US$243,9 juta.
Memasuki Selasa (14/07/2026), aktivitas kembali meningkat. Wallet kripto sitaan Bitfinex Hacker memindahkan 5.939 ETH ke Coinbase Prime, disertai transfer 296.709 USDT dan 901.005 USDC.
Berlanjut pada Rabu (15/07/2026), wallet sitaan FTX Alameda turut memindahkan berbagai aset, mulai dari RLC, AXS, NMR, YFI, COMP, hingga WBTC. Sekitar satu jam kemudian, dompet yang sama kembali mengirim 209,181 ETH ke alamat lain.

Jika seluruh aset tersebut digabungkan, nilai perpindahan kripto diperkirakan mencapai sekitar US$309,9 juta atau setara Rp5,56 triliun. Seluruh aset berasal dari berbagai kasus penyitaan yang ditangani otoritas Amerika Serikat.
Apakah Ini Pertanda Bitcoin Akan Dijual?
Perpindahan aset ke Coinbase Prime selalu menjadi perhatian pasar. Platform exchange tersebut banyak dimanfaatkan institusi besar untuk layanan kustodian sekaligus memfasilitasi transaksi aset digital dalam jumlah besar.
Meski demikian, transfer ke Coinbase Prime belum bisa langsung diartikan sebagai aksi jual. Dalam banyak kasus, perpindahan aset juga dilakukan untuk keperluan penyimpanan, konsolidasi wallet, atau persiapan administrasi.
Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat memang memiliki riwayat melepas sebagian aset sitaan melalui proses penjualan resmi. Karena itu, setiap pergerakan wallet pemerintah kerap memicu spekulasi baru di pasar.
Untuk saat ini, data on-chain baru mengonfirmasi adanya perpindahan aset, bukan transaksi penjualan. Investor pun masih menunggu langkah berikutnya untuk mengetahui tujuan akhir dari transfer kripto tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


