Pemerintah Indonesia Genjot Talenta Web3 Lewat Program Blockchain

Pemerintah Indonesia memperkuat pengembangan ekosistem Web3 dan teknologi blockchain. Fokusnya bukan hanya mendorong adopsi teknologi, tetapi juga mencetak talenta digital yang mampu bersaing di tingkat global.

Upaya ini diwujudkan melalui partisipasi Southeast Asia Blockchain Week (SEABW) 2026 dan program Protocol Camp 2026 di Bangkok, Thailand, sebagai langkah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital Asia.

Ekraf Dorong Indonesia Naik Kelas di Era Web3

Dikutip dari laporan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif pada Selasa (02/06/2026), Indonesia memanfaatkan Southeast Asia Blockchain Week (SEABW) 2026 untuk menegaskan komitmennya dalam pengembangan blockchain dan Web3.

Dalam forum tersebut, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, menyoroti pentingnya membangun fondasi ekonomi digital yang lebih kuat melalui inovasi dan pengembangan talenta.

Menurut Neil, inovasi Web3 bukan sekadar tren sesaat. Lebih dari itu, teknologi ini membuka peluang baru untuk meningkatkan nilai ekonomi kreatif Indonesia melalui kolaborasi global, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

BACA JUGA:  BSC Binance Uji Coba Update Anti Kuantum, Ini Hasilnya

“Kami melihat Web3 bukan hanya sebagai teknologi, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat nilai ekonomi kreatif Indonesia melalui inovasi, pengembangan talenta, dan kolaborasi global,” ujar Neil saat menjadi pembicara utama dalam SEABW 2026.

Ekraf Perkuat Komitmen Pengembangan Ekosistem Web3 dan Blockchain di Indonesia
Ekraf Perkuat Komitmen Pengembangan Ekosistem Web3 dan Blockchain di Indonesia

Dalam presentasinya, Neil menilai kekayaan intelektual Indonesia memiliki potensi besar untuk diubah menjadi aset digital melalui blockchain dan tokenisasi. Langkah ini diyakini dapat menciptakan sumber nilai ekonomi baru bagi industri kreatif nasional.

Gandeng Perusahaan Korea, Indonesia Cetak Talenta Blockchain

Ekraf juga menandatangani MoU dengan ShardLab, perusahaan blockchain asal Korea Selatan, untuk menyelenggarakan Protocol Camp 2026. Program ini dirancang sebagai pelatihan intensif bagi talenta Web3 terbaik dari berbagai negara di Asia.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Melalui program ini, talenta Indonesia tidak hanya mendapatkan pembinaan teknis, tetapi juga akses ke jaringan global yang terdiri dari pengembang, investor, dan pelaku industri blockchain.

BACA JUGA:  OJK Genjot Bursa Karbon, Blockchain Jadi Bagian Transformasi

Dalam ajang yang sama, Deputi Ekraf Muhammad Neil El Himam membahas masa depan aset digital dan tokenisasi RWA di Asia Tenggara. Diskusi menyoroti pentingnya regulasi, talenta, dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pertumbuhan industri.

Sementara itu, CEO ShardLab Hojin Kim menilai Asia Tenggara kini berkembang dari sekadar pasar pengguna menjadi pusat inovasi ekonomi digital. Menurutnya, tren ini terlihat dari pesatnya adopsi teknologi pembayaran digital di kawasan tersebut.

“Transisi ini terlihat jelas dari pergeseran model ekonomi tradisional menuju ekonomi digital yang aktif, di mana adopsi teknologi pembayaran berbasis mobile dan QR code meningkat pesat,” kata Hojin Kim.

Enam Talenta Indonesia Tembus Program Elit Asia

Indonesia mencatat pencapaian membanggakan dalam Protocol Camp 2026. Dari 23 peserta terpilih dari berbagai negara Asia, enam di antaranya berasal dari Indonesia.

Keberhasilan ini menunjukkan talenta blockchain Indonesia mulai mendapat pengakuan di tingkat regional. Kehadiran mereka juga memperlihatkan meningkatnya daya saing sumber daya manusia Indonesia di sektor Web3.

Bawa Misi Desentralisasi, Apa Itu Web3? Ini Penjelasannya!

Lebih dari partisipasi, capaian ini mencerminkan upaya pemerintah untuk mendorong lahirnya pengembang, inovator, dan pelaku industri blockchain. Tujuannya agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi berbasis Web3.

BACA JUGA:  JPMorgan dan Mastercard Uji Obligasi Digital di XRPL

Ke depan, pengembangan talenta dan kolaborasi global diharapkan dapat mempercepat transformasi Indonesia menuju on-chain economy. Langkah ini juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam industri Web3 dan ekonomi digital global.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait