Setelah penutupan pemerintahan AS berlangsung selama 40 hari, keputusan Senat AS untuk melanjutkan paket pendanaan menjadi titik balik penting yang kembali menghidupkan kepercayaan pasar global. Langkah yang dapat mengakhiri shutdown pemerintahan AS ini memicu lonjakan sentimen risiko di berbagai kelas aset, termasuk kripto.
Laporan terbaru QCP Group dalam edisi Asia Colour menyebutkan bahwa potensi pembukaan kembali pemerintahan AS dalam pekan ini secara langsung mendorong harga Bitcoin menembus kembali level US$106.000, setelah sempat tertekan di bawah US$100.000 akibat ketidakpastian politik.
Kabar terbaru dari Negeri Paman Sam, Senat Amerika Serikat secara resmi menyetujui rancangan undang-undang untuk membuka kembali pemerintahan federal, setelah sebelumnya mengalami penutupan akibat kebuntuan politik di Kongres.
Keputusan ini menjadi langkah penting untuk memulihkan layanan publik, membayar kembali pegawai pemerintah yang terdampak, serta mengakhiri ketidakpastian yang sempat mengganggu aktivitas ekonomi dan administrasi negara.
Aktivitas Derivatif dan Likuiditas Menunjukkan Stabilitas Baru
Menurut QCP Group, aktivitas di pasar opsi Bitcoin mencerminkan pandangan yang beragam dari pelaku pasar. Data menunjukkan adanya pembelian call fly dan penjualan call spread untuk kontrak Desember 2025, menandakan sebagian pelaku berspekulasi terhadap kenaikan harga, sementara yang lain memilih posisi lindung nilai.
Meskipun terdapat perbedaan pandangan, dinamika ini dinilai sehat karena memperlihatkan partisipasi aktif dari berbagai lapisan investor.
Di sisi lain, tekanan jual dari pemegang lama atau OG sellers masih terjadi, meski sifatnya tidak terkoordinasi dan volumenya relatif terkendali. QCP menilai bahwa pasar kripto kini memiliki likuiditas yang jauh lebih dalam dibandingkan siklus sebelumnya.
Dengan partisipasi institusional yang meningkat, tekanan dari penjual lama tidak lagi dianggap sebagai ancaman struktural yang dapat mengubah arah tren jangka menengah.
Pengaruh Digital Asset Treasuries dan Proyeksi Harga Bitcoin
Laporan tersebut juga menyoroti peran penting Digital Asset Treasuries (DATs), yakni institusi yang mengelola cadangan aset digital dalam jumlah besar.
Saat ini, aktivitas DATs masih tergolong tenang, tetapi kelompok ini tetap menjadi penggerak sentimen yang diperhitungkan. Penolakan harga Bitcoin di area US$100.000 dinilai memberi peluang bagi DATs untuk mulai menambah eksposur.
Jika tren pemulihan ini berlanjut, khususnya dengan dukungan arus masuk dari ETF spot dan kondisi makro yang mendukung, maka potensi kenaikan harga dapat berlanjut.
Namun, QCP memperingatkan bahwa Bitcoin kemungkinan akan menghadapi hambatan kuat di kisaran US$118.000. Level tersebut diperkirakan menjadi titik di mana tekanan jual dari pemegang lama kembali meningkat.
Karena itu, skenario dasar yang paling mungkin adalah pergerakan Bitcoin dalam kisaran terbatas atau range-bound dalam jangka menengah, sebelum pasar mampu sepenuhnya menyerap tekanan dari sisi penawaran.
Bagi investor, situasi ini menandakan masa konsolidasi alami dalam siklus harga Bitcoin. Pemulihan yang terjadi bukan sekadar reaksi terhadap pembukaan pemerintahan AS, tetapi juga mencerminkan kesiapan infrastruktur pasar kripto yang lebih matang.
Dengan meningkatnya kepercayaan terhadap aset digital dan mekanisme likuiditas yang lebih efisien, Bitcoin kini dipandang lebih tangguh menghadapi gejolak politik maupun ekonomi yang muncul.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



