Penambang Bitcoin Enggan Jual BTC-nya!

Penambang Bitcoin disebut-sebut enggan menjual imbalan (reward) BTC yang diperolehnya. Entitas penambang Bitcoin adalah faktor penting dalam tren harga BTC di pasar.

Perusahaan peneliti blockchain-aset kripto, Glassnode mengatakan, para penambang Bitcoin cenderung mengumpulkan reward BTC yang diperolehnya, alih-alih menjualnya untuk mendapatkan keuntungan.

“Penambang telah berhenti menjual dan mulai mengumpulkan Bitcoin. Kemarin adalah hari pertama sejak 27 Desember 2020, ketika perubahan posisi penambang berubah menjadi positif. Penambang menjual bitcoin mereka selama dua bulan. Ini pertanda bullish,” sebut Lex Moskovski, melansir data dari Glassnode, Jumat (27/2/2021).

Data Miner Net Position Change (MNP) menunjukkan perbedaan antara reward penambangan dan penjualan penambang menjadi positif untuk pertama kalinya sejak 27 Desember 2020.

Penambang Bitcoin Cetak Laba Lumayan Tinggi, Nih!

Ini berarti jumlah BTC yang terjual lebih sedikit daripada tambahan di wallet milik penambang. Kenaikan dalam indikator MNP terjadi saat BTC merosot ke level US$44.000, titik terendah pekan ini.

Memang, periode yang berlangsung 28 Desember 2020, MNP dalam kisaran positif selama lebih dari tiga minggu dan terkait dengan Bitcoin yang melonjak melampaui US$20 ribu yang signifikan.

Institusi Terus Beli Bitcoin
Institusi besar seperti Grayscale dan MicroStrategy terus menimbun BTC dan aset kripto lainnya dengan selera yang tinggi.

Setelah MicroStrategy Beli Bitcoin US$1 Milyar

Belum lama ini, Grayscale membeli 53 ribu Ether (ETH) lagi dalam satu hari. Memang, total aset kripto yang mereka kelola (AUM), sekarang melebihi US$36,6 miliar.

Selain itu, mereka baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk menambah penawaran dana mereka, termasuk beberapa aset kripto lainnya .

MicroStrategy pun tidak ketinggalan jauh. Perusahaan analisis bisnis terus menjadi headline untuk karena terus menerus membeli Bitcoin.

Pembelian yang terakhir adalah sebesar US$1 milyar. Dana diperoleh dari hasil penjualan surat utang. [red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait