Penambang Bitcoin Harus Siapkan Ini Menjelang Bitcoin Halving 2028

CEO Marathon Digital Holdings, Fred Thiel, memperingatkan bahwa industri penambangan Bitcoin menghadapi ancaman serius menjelang halving berikutnya pada 2028.

Berdasarkan laporan Crypto Briefing, Thiel menilai bahwa margin keuntungan para penambang Bitcoin kini terus menurun akibat lonjakan biaya energi global dan meningkatnya persaingan, terutama dengan sektor komputasi berperforma tinggi (HPC) dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Thiel, hanya penambang Bitcoin dengan akses ke listrik murah atau yang mampu beradaptasi ke arah bisnis komputasi modern yang akan mampu bertahan setelah halving mendatang.

“Penambang harus memiliki sumber daya energi sendiri atau mati mencoba,” ujar Thiel.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Margin Menyusut, Kompetisi Semakin Ketat

Peringatan ini disampaikan setelah Marathon Digital melaporkan hasil keuangan kuartal ketiga 2025 yang menunjukkan kinerja positif, namun diiringi dengan tantangan besar dari sisi biaya operasional.

Thiel menjelaskan bahwa harga energi kini menjadi faktor penentu utama dalam keberlangsungan industri.

Dengan meningkatnya permintaan listrik global, terutama dari pusat data AI dan perusahaan teknologi besar, para penambang Bitcoin harus bersaing ketat untuk memperoleh daya listrik dalam jumlah besar.

BACA JUGA:  Ini Penjelasan Terbaru SEC AS Perihal Tokenisasi Sekuritas

“Biaya energi kini menjadi lantai bagi profitabilitas di seluruh industri,” ungkap Thiel dalam wawancara pasca-laporan pendapatan.

Ia menambahkan bahwa perusahaan yang tidak mampu mengamankan kontrak listrik jangka panjang atau lokasi dengan biaya daya rendah akan menghadapi kesulitan mempertahankan margin keuntungan.

Selain kenaikan biaya energi, kompetisi antar penambang BTC juga meningkat seiring pertumbuhan kapasitas global.

Penambang besar di AS, Kanada dan Timur Tengah kini memperluas operasi dengan membangun infrastruktur yang lebih efisien dan memanfaatkan energi terbarukan. Namun, tidak semua perusahaan memiliki sumber daya untuk beradaptasi dengan cepat.

Di sisi lain, meningkatnya persaingan dari sektor AI dan HPC membuat situasi semakin kompleks. Banyak pusat data AI yang menggunakan daya dalam skala besar, menyebabkan harga listrik di beberapa wilayah melonjak.

Kondisi ini membuat sejumlah penambang Bitcoin harus meninjau ulang strategi bisnis mereka agar tidak kehilangan daya saing.

BACA JUGA:  CEO Galaxy Digital: Era FOMO di Pasar Kripto Telah Berakhir

Ancaman Halving 2028 dan Strategi Bertahan

Halving Bitcoin berikutnya diperkirakan akan terjadi pada tahun 2028, ketika imbalan per blok dipangkas menjadi sekitar 1,5 BTC. Pemangkasan ini otomatis akan mengurangi pendapatan para penambang Bitcoin hampir setengahnya, sementara biaya energi kemungkinan tetap tinggi.

Thiel menilai, jika tidak ada peningkatan signifikan pada harga Bitcoin atau biaya transaksi di jaringan, banyak perusahaan penambangan akan kesulitan untuk bertahan.

Marathon Digital, salah satu perusahaan penambangan terbesar di dunia, kini mulai menyiapkan langkah antisipasi.

Thiel menyebut perusahaan sedang memperluas fokus bisnis dari penambangan Bitcoin tradisional menuju sektor komputasi digital berdaya tinggi yang dapat mendukung AI dan HPC. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan diversifikasi pendapatan dan mengurangi ketergantungan terhadap reward blok semata.

“Industri ini harus bertransformasi. Penambang Bitcoin yang tidak menyesuaikan model bisnisnya dengan perkembangan teknologi akan tertinggal,” jelas Thiel.

Marathon diketahui telah berinvestasi dalam proyek infrastruktur energi sendiri untuk mengamankan pasokan daya jangka panjang, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

BACA JUGA:  Purbaya Dorong Revisi UU P2SK, Industri Kripto Cemas Potensi Monopoli

Para analis menilai strategi tersebut menjadi langkah realistis mengingat tekanan biaya yang terus meningkat. Dalam konteks ini, penambang Bitcoin dituntut untuk menjadi lebih adaptif terhadap dinamika pasar energi dan perkembangan teknologi global.

Meski Marathon Digital masih menunjukkan profitabilitas yang kuat pada 2025, prospek jangka panjang industri penambangan Bitcoin dinilai penuh ketidakpastian. Ketergantungan pada harga Bitcoin, biaya energi dan efisiensi teknologi menjadikan bisnis ini semakin berisiko menjelang halving berikutnya.

Dengan kondisi yang kian menantang, masa depan industri penambangan tampaknya akan ditentukan oleh kemampuan setiap perusahaan untuk berinovasi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia