Perusahaan penambang Bitcoin, Riot Blockchain, resmi membeli Whinstone, anak perusahaan Northern Data AG. Nilai akusisi itu US$650 juta untuk menggenjot bisnis tambang Bitcoin yang sedang naik daun.

Northern Data AG sendiri adalah perusahaan teknologi informasi asal Jerman yang bergerak di penyediaan infrastruktur aset kripto, khususnya Bitcoin. Ia didirikan pada tahun 2016.

Sedangkan Whinstone adalah perusahaan penyedia hosting penambangan Bitcoin yang berbasis di Rockdale, Texas, Amerika Serikat. Total luas lahan yang digunakan sekitar 100 hektar.

Saat ini Whinstone memiliki kapasitas daya listrik mencapai 750 MW dengan rencana penambahan daya mencapai 300 MW. Mereka memulai debut menambang Bitcoin pada November 2020 lalu.

Dengan diambil alihnya Whinstone oleh Riot, menegaskan ambisi besar perusahaan itu di industri pertambangan Bitcoin, khususnya di AS.

Sedangkan Northern Data AG sendiri berencana menggunakan dana segar itu untuk lebih fokus pada penyediaan infrastruktur teknologi informasi untuk aset kripto, khususnya Bitcoin.

“Akuisisi terhadap Whinstone adalah langkah investasi terbesar bagi Riot. Whinstone akan memperkuat dasar tambang Bitcoin kami yang berskala global, khususnya menjadi yang terbesar di Amerika Utara,” kata Jason Les, CEO Riot.

Saat ini hash rate tambang Bitcoin Riot Blockchain mencapai 1,3 Exahash per detik. Konsumsi listriknya mencapai 43 Megawatt dengan tingkat efisiensi mencapai 32,4 W/Terahash.

Texas memang jadi tujuan penambang Bitcoin di Amerika Serikat, karena peraturan mudah dan tarif listriknya yang relatif murah dan tidak didominasi oleh perusahaan listrik negara.

Tiongkok mendominasi dalam industri tambang Bitcoin dunia. Sumber: Cambridge Centre for Alternative Finance.

Di sana ada pula Bitmain yang “bermain” sebagai produsen alat tambang Bitcoin terbesar di dunia.

Selain Bitmain, adalah pula Layer1 yang mendapatkan dukungan kuat dari Peter Thiel, salah seorang pendiri PayPal. [bar]

Protected with blockchain timestamps

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO