Penambang Bitcoin Tak Lagi Jadi Ancaman? Indikator Ini Bongkar Fakta Mengejutkan

Tekanan jual dari penambang Bitcoin dinilai tidak lagi menjadi ancaman sebesar pada siklus pasar sebelumnya. Temuan tersebut diungkapkan analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant setelah menganalisis perubahan profitabilitas penambang menggunakan indikator PNL Index dan data unrealized profit.

Berdasarkan temuan itu, para penambang masih berada dalam posisi untung, tetapi margin keuntungan mereka telah menyusut sehingga dorongan untuk melepas kepemilikan Bitcoin juga melemah.

Analisis tersebut muncul ketika Bitcoin masih bergerak di fase lanjutan siklus bullish 2026. PelinayPA menilai berkurangnya keuntungan yang belum direalisasikan oleh penambang Bitcoin menunjukkan bahwa kapasitas mereka untuk menciptakan tekanan jual tidak lagi sebesar ketika profitabilitas berada di level ekstrem pada siklus-siklus sebelumnya.

“Para penambang masih memperoleh keuntungan, tetapi mereka tidak lagi berada di zona profit ekstrem seperti pada siklus sebelumnya,” ujar PelinayPA.

Indikator On-Chain Tunjukkan Tekanan Jual Penambang Bitcoin Mulai Melemah

Dalam analisisnya, PelinayPA menggunakan PNL Index, indikator gabungan yang dibangun dari sejumlah metrik on-chain seperti MVRV, NUPL dan SOPR, untuk melihat kondisi keuntungan dan kerugian pasar secara menyeluruh.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 20 Juni 2026: ASTER dan ETC Beri Sinyal Bullish, Pasar Pantau Level Ini

Hasilnya menunjukkan profitabilitas penambang Bitcoin mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan puncak siklus sebelumnya.

Bitcoin miner penambang BTC

Meski demikian, metrik unrealized profit masih berada di atas level nol. Kondisi tersebut mengindikasikan sebagian besar penambang tetap menjalankan operasinya dalam kondisi menguntungkan. Hanya saja, keuntungan yang mereka peroleh tidak lagi sebesar ketika harga Bitcoin mencapai puncak pada siklus-siklus terdahulu.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

PelinayPA juga mencatat PNL Index bergerak mendekati wilayah negatif. Secara historis, kenaikan indeks tersebut biasanya mencerminkan meningkatnya keuntungan yang belum direalisasikan sehingga mendorong investor untuk melakukan aksi ambil untung.

Sebaliknya, ketika indeks melemah, profitabilitas pasar ikut menurun dan insentif untuk menjual aset menjadi lebih rendah.

Menurutnya, penurunan PNL Index yang terjadi bersamaan dengan menyusutnya unrealized profit menunjukkan bahwa penambang Bitcoin telah keluar dari periode profitabilitas luar biasa tinggi. Artinya, kemampuan mereka untuk memberikan tekanan jual terhadap pasar saat ini lebih terbatas dibandingkan fase-fase sebelumnya.

Temuan lain yang memperkuat kesimpulan tersebut adalah tidak adanya lonjakan berarti pada jumlah alamat deposit pengguna di Binance. Kondisi itu menunjukkan arus perpindahan Bitcoin dari penambang ke bursa belum menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan pasar dalam beberapa waktu terakhir.

BACA JUGA:  Ini Daftar Lengkap 228 Pedagang Kripto Ilegal yang Diblokir OJK

Bear Trap Ketiga Perkuat Skenario Bullish Bitcoin

Di sisi lain, analis teknikal Gert van Lagen melihat struktur harga Bitcoin dari perspektif yang berbeda, tetapi tetap memberikan gambaran positif terhadap prospek aset kripto terbesar tersebut.

BTC analisis 17 jul

Dalam analisis pada grafik bulanan, ia menilai Bitcoin kembali membentuk bear trap ketiga di garis tren bawah rising channel yang telah berkembang sejak titik terendah pasar bearish pada 2018.

Menurut Gert van Lagen, pola tersebut menggambarkan kondisi ketika harga sempat terlihat menembus area support sehingga memancing sentimen bearish, sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam struktur tren naik jangka panjang.

Selama harga Bitcoin tidak turun di bawah kisaran US$31.000, ia menilai skenario utama masih mengarah pada pembentukan blow-off wave 5 dalam struktur Elliott Wave.

Ia menjelaskan bahwa level sekitar US$31.000 menjadi area support utama yang menentukan apakah struktur bullish jangka panjang tetap bertahan atau justru batal. Selama level tersebut mampu dipertahankan, fase kenaikan terakhir dalam siklus pasar saat ini masih dinilai berpotensi berlanjut.

BACA JUGA:  5 Kripto Dengan Kenaikan Tertinggi Hari Ini, Ada Koin Apa Saja?

Berdasarkan proyeksi rising channel tersebut, target wave 5 juga terus meningkat seiring berjalannya waktu. Saat ini, Gert van Lagen memperkirakan sasaran akhir Bitcoin berada di kisaran US$400.000 per koin. Meski demikian, ia menegaskan bahwa proyeksi tersebut tetap bergantung pada kemampuan Bitcoin mempertahankan support utama di sekitar US$31.000.

Kombinasi temuan on-chain dari PelinayPA dan analisis teknikal Gert van Lagen menunjukkan bahwa tekanan jual dari penambang Bitcoin saat ini cenderung melemah, sementara struktur harga jangka panjang masih dinilai memiliki peluang untuk mempertahankan tren bullish selama level support penting tetap terjaga.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait