Penambang Bitcoin Tiongkok Bermigrasi, Penambang AS Tambah Alatnya

Sejumlah besar penambang Bitcoin di Tiongkok mengaku sedang pindah ke daerah lain demi listrik yang murah. Sementara perusahaan asal AS menambah alat tambangnya sebanyak 10 ribu unit, dipesan langsung dari Bitmain.

Hash rate Bitcoin secara total masih terus tertekan sejak 18 Oktober 2020 lalu. Terpantau malam ini sudah berada di kisaran 120,14 juta Terahash (TH) per detik, dalam rata-rata tujuan harian, per 29 Oktober 2020. Sebelumnya, 18 Oktober 2020, 146,4 juta TH per detik. Apa penyebabnya?

Total hash rate Bitcoin selama 180 hari terakhir. Sumber: Blockchain.com.

Hash rate Bitcoin adalah ukuran kekuatan jaringan blockchain Bitcoin yang memproses transaksi lewat proses penambangan.

Jikalau hash rate menurun, menandakan berkurangnya jumlah/alat penambang yang terhubung jaringan itu.

Mengapa Hash Rate Bitcoin Sangat Penting?

Anjloknya hash rate dalam jumlah besar, bisa berdampak pada proses transaksi Bitcoin. Penambangan Bitcoin juga sangat tergantung pada biaya listrik.

BERITA TERKAIT  Penambang Bitcoin Cetak Laba Lumayan Tinggi, Nih!

Penurunan hash rate yang hampir setara itu, tercatat dalam 180 hari terakhir terjadi pada 8 Mei-27 Mei 2020, termasuk pada 9-24 Maret 2020.

Per 27 Oktober 2020 lalu, penambang Bitcoin yang sebagian besar di Tiongkok (lebih dari 64 persen secara global), dikabarkan dalam proses migrasi sumber listrik dari tenaga air menjadi tenaga diesel (berbahan bakar minyak).

Maklumlah, pembangkit listrik tenaga air dari sungai di sana sangat tergantung pada kondisi cuaca. Ketika musim panas dengan curah hujan tinggi, Juni-Oktober, volume air sungai akan bertambah, sehingga tarif listrik menjadi murah, utamanya di provinsi Sichuan, Yunnan dan Guizhou di barat daya negara itu.

Selamat! Penambang Bitcoin di Sichuan dapat Tarif Listrik Murah

Dan sebaliknya, menjelang musim kemarau dan musim dingin, tarif listrik akan lebih tinggi dan relatif tidak stabil.

BERITA TERKAIT  Bethel Ginting: Pasar Merah, Akumulasi Terus

Situasi itu memaksa sejumlah besar pengelola tambang memindahkan fasilitas tambang mereka ke daerah lain, seperti di Xinjiang dan Mongolia Dalam.

Per 27 Oktober 2020, data PoolIn memperkirakan bahwa sebagai akibat dari penurunan hash rate ini, difficulty adjustment untuk penambangan Bitcoin berikutnya, yang terjadi dalam waktu sekitar 5 hari, akan turun 10 persen.

Inilah Peta Tambang Bitcoin di Seluruh Dunia, Tiongkok Masih Mendominasi

Proses migrasi ini biasanya memakan waktu sekitar satu bulan, tetapi Xinjiang masih menghadapi situasi waspada COVID-19, sehingga tidak bisa dipastikan berapa lama migrasi selesai.

“Banyak para penambang masih di jalan,” kata Mao Shixing, Pendiri F2Pool.

Di negara lain pada 26 Oktober 2020. Perusahaan penambang Bitcoin asal AS, Marathon Patent Group mengatakan sudah memesan alat tambang Bitcoin kepada Bitmain.

BERITA TERKAIT  TikTok Dibatasi? Teknologi Blockchain dan IPFS Bisa Atasi

Marathon memesan 10 ribu Antminer S19 Pro. Pengiriman akan berlangsung mulai Januari 2021 dan rampung pada Maret 2021.

Artinya, Marathon akan mengoperasikan 10 ribu mesin tersebut pada kuartal pertama 2021. Hal ini mencerminkan permintaan pasar terhadap Bitcoin yang semakin tinggi, sehingga membuat pengelola tambang Bitcoin semakin percaya diri.

“Jika semua mesin baru itu selesai dipasang, secara total kami akan memiliki 23.650 mesin penambang generasi terbaru itu dengan hash rate total sekitar 2,56 Exahash per detik,” jelas Merrick Okamoto, CEO Marathon.

Di atas kertas, setiap unit Antminer S19 Pro menghasilkan tenaga 110 TH per detik. Kendati berkinerja tinggi, konsumsi listrik masih terbilang rendah. [ed]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO