Harga Bitcoin terus berada di area sekitar US$90.000 dalam beberapa sesi terakhir, namun data on-chain menunjukkan munculnya potensi tekanan jual baru yang didorong oleh aktivitas penambang Bitcoin.
Analis on-chain Amr Taha di CryptoQuant melaporkan bahwa aliran Bitcoin dari dompet penambang ke Binance kembali meningkat pada pertengahan Desember, sebuah pola yang dalam sejumlah kasus historis kerap berkaitan dengan fase koreksi pasar.
Aktivitas Penambang Bitcoin Kembali Meningkat di Binance
Menurut pembaruan pasar harian yang diterbitkan Amr TAha, data mencatat adanya lonjakan Miner Flow to Exchange pada 11, 17 dan 19 Desember, tepat ketika Bitcoin bergerak stabil di sekitar level US$90.000.

Indikator tersebut mengukur nilai bersih Bitcoin yang dikirim penambang Bitcoin ke Binance dalam denominasi dolar AS. Nilai positif berarti lebih banyak BTC yang masuk ke bursa dibandingkan yang keluar, sehingga biasanya dipandang sebagai sinyal persiapan penjualan.
Sebaliknya, nilai negatif menandakan penambang Bitcoin menarik aset dari bursa, yang umumnya dikaitkan dengan perilaku akumulasi atau keinginan menahan kepemilikan. Dalam konteks saat ini, lonjakan nilai positif yang terlihat memberi sinyal bahwa sejumlah penambang tampaknya bersiap melepas sebagian kepemilikan mereka ke pasar.
“Saat penambang meningkatkan pengiriman BTC ke bursa di level harga tinggi, hal itu sering berperan sebagai hambatan bagi kelanjutan kenaikan,” ungkap Amr Taha.
Sebagai pihak yang secara alami menjadi sumber suplai baru bagi ekosistem Bitcoin, perilaku penambang Bitcoin kerap memainkan peran penting dalam dinamika harga jangka pendek. Itu sebabnya, pergerakan dana mereka ke bursa sering diperhatikan oleh pelaku pasar sebagai indikator sentimen pasokan.
Sinyal Historis dan Potensi Dampaknya ke Pasar
Dalam analisisnya, Amr Taha juga menyoroti bahwa pola serupa sebelumnya muncul pada pertengahan November. Saat itu, penambang Bitcoin juga memperlihatkan peningkatan setoran ke Binance ketika harga BTC berada di level tinggi, dan pasar kemudian mengalami penurunan dari kisaran di atas US$103.000.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa kemunculan sinyal ini bukan berarti koreksi tajam akan terjadi secara otomatis. Sinyal tersebut lebih tepat dipandang sebagai peringatan dini yang menandakan risiko tambahan di pasar.
Dengan kata lain, pertanyaan pentingnya bukan sekadar apakah pasar akan jatuh, tetapi apakah fase konsolidasi yang sedang berlangsung kini memiliki tantangan tambahan dari sisi suplai. Dalam situasi ini, peningkatan setoran dari penambang Bitcoin berpotensi menghadirkan tekanan jual yang menahan momentum kenaikan harga.
Hal itu menjadi penting mengingat Bitcoin tengah berada di level yang secara psikologis dianggap tinggi, sehingga profit-taking dari sisi penambang bukanlah kemungkinan yang kecil.
Untuk saat ini, pasar masih menunggu konfirmasi. Jika aktivitas kirim BTC ke bursa berlanjut dan harga gagal menembus level atas secara meyakinkan, tekanan koreksi dapat menjadi lebih kuat.
Namun, jika aliran berubah menjadi negatif kembali, yang berarti penambang Bitcoin kembali menarik aset dari Binance, maka pasar dapat menilai adanya kecenderungan akumulasi yang lebih sehat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



