Penambangan Bitcoin Terbesar di Kanada Terancam Ditutup

81
IKLAN

Pekan ini, peluncuran fasilitas penambangan Bitcoin terbesar di dunia besutan BitFury dan Hut 8, terancam ditutup oleh otoritas Kota Medicine Hat, Kanada jika terjadi gelombang panas, seperti dilansir Crypto Globe, Selasa (25/09).

BitFury dan Hut8 membangun fasilitas penambangan di kota Medicine Hat, sebuah kota di provinsi Alberta, Kanada, dengan harapan disambut oleh wilayah yang terkenal sebagai produsen energi terbesar. Lebih dari US$100 juta telah ditanam di usaha penambangan raksasa tersebut, yang melibatkan 56 kontainer tersebar di lahan seluas 4,5 hektar. Setiap kontainer berisi 180 komputer untuk menambang Bitcoin sepanjang hari.

Dengan jumlah komputer sebanyak itu, dapat dihasilkan 20 Bitcoin setiap hari, tetapi mengkonsumsi jumlah listrik yang kurang lebih sama dengan yang digunakan kota Medicine Hat, dengan populasi 60 ribu jiwa. Pihak perusahaan mengklaim sudah menambang lebih dari 3.300 Bitcoin di provinsi Alberta, termasuk di Drumheller, di mana terdapat fasilitas penambangan yang lebih kecil.

Walau ada peringatan gelombang panas, dalam wawancara kepada awak media di fasilitas BitFury, Senin (24/09), Walikota Medicine Hat Ted Clugston bersikap terbuka terhadap kripto. Clugston mengakui ia tidak tahu banyak tentang kripto, tetapi ia senang berbisnis dengan menjual listrik kepada BitFury dan Hut 8. Meski begitu, Clugston merasa industri kripto tidak penting, dan akan jadi industri pertama yang dipotong persediaan listriknya jika terjadi keadaan darurat gelombang panas atau kelangkaan energi.

Andrew Kiguel, CEO Hut 8 mengatakan orang-orang yang sudah tidak percaya kepada institusi perbankan tradisional melihat kripto sebagai alat yang sangat berharga. Kiguel menjelaskan, Bitcoin diciptakan di masa krisis finansial, dan berhasil memberikan peluang kepada individu yang tidak percaya pemerintah atau bank sentral.

Walikota Medicine Hat menerima tekanan dari beragam kelompok yang khawatir tentang jumlah energi yang dikonsumsi penambangan Bitcoin tersebut. Namun, sudah banyak kesalahpahaman yang terjadi akibat ketakutan yang muncul ketika menganggap kripto sebagai bahaya lingkungan. Selama bertahun-tahun, kelompok lingkungan yang salah paham, seperti Greenpeace, mengkritik penambang Bitcoin karena telah mengonsumsi energi lebih besar dibanding 159 negara.

Para kritik tersebut berpendapat operasi penambangan kripto lebih baik menggunakan sumber energi terbarukan. Tetapi, para pendukung teknologi kripto bersikeras konsumsi listrik penambangan Bitcoin masih lebih kecil dibandingkan industri perbankan dan kartu kredit tradisional. Bahkan ada yang menghitung penambangan Bitcoin memakan listrik lebih kecil setiap tahunnya dibanding lampu-lampu hiasan Natal.

Cryto Globe sebelumnya melaporkan BitFury, sebagai salah satu otak di balik fasilitas peternakan Bitcoin tersebut, mengumumkan sebuah cip ASIC baru yang mereka sebut sebagai “paling efisien dan paling bagus kinerjanya.”

Para pendukung kripto mengatakan, penutupan sementara operasi penambangan Bitcoin yang besar sekalipun seperti di Medicine Hat hanya berdampak sangat kecil terhadap jaringan Bitcoin, karena hanya merupakan sebagian kecil hashrate yang terdistribusi secara global. [ed]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini