Kasus pencurian kripto Ledger kembali memanas setelah peneliti blockchain menemukan dugaan penggunaan kontrak privasi tiruan untuk menyamarkan aliran dana curian. Temuan terbaru ini muncul ketika estimasi kerugian dari insiden yang melibatkan reseller CryptoBilis meningkat menjadi sekitar US$103,4 juta.
Bukan hanya nilai kerugiannya yang menjadi perhatian. Dana yang dikaitkan dengan pelaku juga masih bergerak pada Selasa (13/10/2026), termasuk sekitar 500 Ethereum (ETH) senilai US$1,25 juta yang dikirim ke Tornado Cash dalam empat rangkaian transaksi.
Berdasarkan investigasi terbaru YFarmX yang diperbarui pada Selasa (13/10/2026), peneliti mengidentifikasi dugaan layanan pencucian aset yang memanfaatkan salinan privat kontrak Railgun untuk memproses dana setelah keluar dari Tornado Cash.
Dalam salah satu rangkaian yang ditelusuri, sekitar US$249.500 berpindah melalui dua kontrak privasi dan protokol pinjaman Aave sebelum kembali muncul sebagai USDT di tiga dompet baru hanya dalam waktu sekitar 22 menit.
Temuan ini memperluas penyelidikan kasus Ledger, yang sebelumnya berfokus pada dugaan manipulasi perangkat keras serta pengurasan aset pengguna di Asia Tenggara.
Namun, hubungan antara transaksi yang melewati protokol privasi dan dana korban merupakan hasil atribusi analisis on-chain. Identitas pihak yang mengoperasikan layanan tersebut maupun keterlibatannya secara langsung dalam pencurian awal belum dapat dipastikan.
Dana Ledger Bergerak Lewat Railgun Tiruan, Jejak 22 Menit Terungkap
Penelusuran YFarmX menunjukkan bahwa dana yang dikaitkan dengan pelaku terus berpindah setelah pengurasan besar yang kali pertama terdeteksi pada Jumat (9/10/2026).
Pada 13 Oktober, sebanyak 500 ETH masuk ke Tornado Cash dalam empat rangkaian transaksi, masing-masing sebesar 80 ETH, 160 ETH, 160 ETH dan 100 ETH.
Transaksi terakhir berlangsung pada pukul 17.52 UTC atau Rabu (14/10/2026) pukul 00.52 WIB, dengan nilai sekitar US$249.260 berdasarkan harga ETH yang digunakan peneliti.
Tornado Cash merupakan protokol privasi yang dapat memutus hubungan langsung antara alamat penyetor dan alamat penerima aset dalam catatan transaksi publik.
Namun, peneliti menemukan pola tertentu yang memungkinkan aktivitas sebelum dan sesudah penggunaan layanan tersebut tetap dianalisis.
YFarmX mengidentifikasi adanya pendanaan biaya transaksi dari dompet yang dikaitkan dengan layanan penyamaran dana. Selain itu, pola penarikan dan kesesuaian waktu antarkelompok transaksi menunjukkan karakteristik yang tidak lazim.
Dari 232 penarikan pada kelompok transaksi 100 ETH selama dua pekan sebelumnya, peneliti tidak menemukan transaksi lain yang menggunakan kombinasi mekanisme penarikan dan peminjaman biaya jaringan yang sama.
Penelusuran kemudian mengarah ke sejumlah kontrak privat yang menggunakan kode turunan Railgun, yakni protokol yang memungkinkan perpindahan aset kripto dengan perlindungan privasi transaksi.
Dua kontrak dalam jalur terbaru tersebut telah dibuat pada 7 Oktober, sedangkan kontrak tambahan lainnya dibuat pada 13 Oktober.
Peneliti juga menemukan kontrak terkait yang telah beroperasi sejak Juli 2026, jauh sebelum laporan pencurian Ledger muncul.
Salah satu rangkaian transaksi paling menarik berlangsung pada 13 Oktober sekitar pukul 17.33 hingga 17.55 WIB.
Sebanyak 100 ETH yang keluar dari Tornado Cash ditukar menjadi sekitar 249.560 USDT melalui Uniswap.
Dana tersebut kemudian dimasukkan ke kontrak privat pertama, dikeluarkan kembali ke dua dompet, dan disetorkan ke Aave untuk memperoleh token yang mewakili simpanan USDT.
Token tersebut selanjutnya melewati dua kontrak privat sebelum ditukarkan kembali menjadi USDT dan tersebar ke tiga alamat baru.
Pada akhir rangkaian 22 menit itu, sekitar 249.514 USDT teridentifikasi berada di ketiga dompet tersebut, sebelum perpindahan lanjutan terjadi.
Meski transaksi melewati kontrak privasi, YFarmX menemukan bahwa kesamaan nominal serta rentang waktu masuk dan keluar memungkinkan sebagian perpindahan dana direkonstruksi.
Temuan ini tidak berarti protokol Railgun resmi telah diretas atau terlibat dalam pencurian. Kontrak yang digunakan merupakan penerapan privat yang terpisah dari layanan resminya.
Identitas operator kontrak tersebut juga belum dipastikan, sehingga penggunaan istilah Railgun tiruan mengacu pada kesamaan kode perangkat lunak, bukan tuduhan terhadap pengembang protokol.
Penelusuran ini sekaligus menjadi perkembangan baru setelah Blockchainmedia sebelumnya melaporkan koreksi dugaan aliran dana Ledger menuju Binance.
Dalam pembaruan investigasi pada 12 Oktober, sejumlah alamat yang semula diduga menjadi perantara dana curian ternyata merupakan vault milik THORChain. Sebagian transfer menuju Binance kemudian diketahui berkaitan dengan transaksi pengguna lain, bukan langsung dengan pencuri Ledger.
Kerugian Ledger Tembus US$103 Juta, Chip Mata-mata Resmi Diungkap
Selain mengidentifikasi jalur penyamaran dana baru, YFarmX memperbarui estimasi kerugian akibat pencurian aset pengguna Ledger menjadi sekitar US$103,4 juta.
Perhitungan tersebut mencakup dana yang dikaitkan dengan 530 alamat pengirim pada tujuh jaringan blockchain.
Angka terbaru ini meningkat setelah peneliti menemukan sembilan dompet TRON tambahan yang kehilangan sekitar 8,81 juta USDT pada 9 Oktober.
Namun, jumlah alamat tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah korban individu karena satu pengguna dapat mengendalikan lebih dari satu alamat.
Berdasarkan pemeriksaan saldo pada 13 Oktober sekitar pukul 18.04 UTC atau 14 Oktober pukul 01.04 WIB, sebanyak 18 alamat Ethereum yang sebelumnya diidentifikasi masih menyimpan sekitar 16.220 ETH senilai US$40,43 juta.
Sementara itu, dua alamat pengumpul Bitcoin terbesar masih tercatat menyimpan sekitar 203,79 BTC senilai US$16,93 juta.
Saldo tersebut merupakan bagian dari aset yang sedang ditelusuri, sehingga tidak boleh dijumlahkan kembali dengan estimasi total kerugian.
Di sisi lain, Tether sebelumnya telah membekukan sekitar 10 juta USDT pada sejumlah alamat yang dikaitkan dengan insiden tersebut.
Meski sebagian dana berhasil dibekukan, aktivitas perpindahan ETH menuju Tornado Cash memperlihatkan bahwa aset lainnya masih berada dalam pergerakan.
Perkembangan ini bersamaan dengan konfirmasi resmi Ledger pada Selasa (13/10/2026)Â mengenai mekanisme kerja komponen pengintai ilegal yang ditemukan pada perangkat yang dijual melalui CryptoBilis.
Tim keamanan Ledger Donjon menjelaskan bahwa komponen tambahan tersebut dapat membaca informasi yang muncul pada layar perangkat ketika pengguna melakukan pengaturan awal.
Saat perangkat menampilkan 24 kata recovery phrase, mikrokontroler pada komponen ilegal itu mampu mengenali rangkaian kata tersebut dan mengirimkannya melalui jaringan seluler LTE menggunakan eSIM.
Mekanisme ini memungkinkan informasi pemulihan dompet bocor tanpa harus meretas Secure Element, yakni chip keamanan utama yang melindungi kunci pribadi pengguna.
Ledger juga menyatakan bahwa komponen tambahan tersebut tidak memodifikasi sistem operasi perangkat maupun mengubah transaksi dan tanda tangan digital.
Penjelasan resmi ini memperkuat kekhawatiran yang sebelumnya muncul ketika mantan CEO Mt. Gox, Mark Karpelès, menemukan perangkat Ledger dengan komponen elektronik tersembunyi.
Temuan awal tersebut telah diulas Blockchainmedia melalui laporan mengenai dugaan alat pengintai pada dompet kripto Ledger pada 10 Oktober.
Meski mekanisme implan kini telah dijelaskan, Ledger belum mengonfirmasi total kerugian maupun jumlah korban secara keseluruhan.
Perusahaan juga belum memastikan siapa yang memasang komponen ilegal tersebut dan pada tahap mana perangkat mengalami modifikasi dalam rantai distribusi.
Pelanggan yang membeli perangkat melalui CryptoBilis dan belum melakukan pengaturan awal tetap disarankan untuk tidak mengaktifkannya. Adapun pengguna yang telah mengaktifkan perangkat diminta mempertimbangkan pemindahan aset ke perangkat baru menggunakan recovery phrase yang benar-benar baru.
Dengan demikian, perkembangan kasus pencurian kripto Ledger kini mencakup dua bagian penyelidikan yang berbeda, yakni bagaimana informasi rahasia pengguna dapat dicuri melalui perangkat fisik dan bagaimana aset yang telah dikuras kemudian dipindahkan melalui berbagai layanan blockchain.
Sementara Ledger melanjutkan pemeriksaan terhadap jalur distribusi perangkat, peneliti on-chain masih menelusuri pergerakan dana untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab dan kemungkinan pemulihan aset.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


