Pendapatan Bitcoin Miner Turun 21 Persen Sepanjang Juni 2023, Bitcoin Halving Mampu Dongkrak?

Perusahaan Bitcoin miner Marathon Digital baru-baru ini melaporkan penurunan sebesar 21 persen dalam jumlah Bitcoin yang ditambang pada bulan Juni.

Penurunan ini disebabkan oleh kondisi cuaca buruk di Texas dan penurunan signifikan dalam biaya transaksi.

Tantangan ini menggarisbawahi kerentanan operasi penambangan kripto terhadap faktor eksternal, yang menekankan perlunya para penambang untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri menghadapi gangguan potensial.

Pendapatan Bitcoin Miner Turun 

Crypto Intelligence melaporkan bahwa, operasi utama Marathon Digital di Texas menghasilkan 979 Bitcoin pada bulan Juni, penurunan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Transisi dari musim semi ke musim panas membawa cuaca buruk, yang menyebabkan penurunan produksi. Texas mengalami peningkatan suhu yang cukup tinggi, dengan kenaikan rata-rata sebesar 8,4 derajat Fahrenheit dari Mei ke Juni.

Data historis menunjukkan bahwa perubahan cuaca sering kali mengganggu operasi penambangan kripto di negara bagian ini.

Dampak cuaca buruk terhadap operasi Bitcoin miner di Texas bukanlah sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Pada bulan Februari, Riot Platforms, perusahaan penambangan lainnya, menghadapi penangguhan sementara dalam operasinya akibat cuaca dingin yang parah. Pada saat itu, sebanyak 17.040 rig penambangan menjadi offline.

Kejadian-kejadian ini menunjukkan kerentanan operasi penambangan terhadap kondisi cuaca dan perlunya tindakan proaktif untuk mengurangi potensi gangguan.

Selain tantangan yang disebabkan cuaca, Marathon Digital mengalami penurunan biaya transaksi yang hanya menyumbang sekitar 5,1 persen dari total pendapatan Bitcoin pada bulan Juni, dibandingkan dengan 11,8 persen pada bulan Mei.

Meskipun Bitcoin Ordinals diperkenalkan pada bulan Mei dengan harapan meningkatkan biaya transaksi, biaya tersebut justru mengalami penurunan. Penurunan biaya transaksi juga turut berkontribusi terhadap penurunan profitabilitas.

Meskipun mengalami penurunan baru-baru ini, Marathon Digital tetap optimis mengenai profitabilitas penambangan jangka panjang. Namun, perlu diakui bahwa operasi penambangan kripto rentan terhadap faktor eksternal, termasuk kondisi cuaca.

Pada tahun 2022, Argo Blockchain, perusahaan penambangan lainnya di West Texas, terpaksa menangguhkan kegiatan penambangannya sementara akibat peringatan konservasi yang dikeluarkan oleh Electric Reliability Council of Texas.

Meskipun perusahaan penambangan individu mengalami kemunduran, laporan terbaru dari Coin Metrics mengungkapkan tren positif bagi industri secara keseluruhan.

Para penambang Bitcoin berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar $184 juta dari biaya transaksi pada kuartal kedua tahun 2023, melampaui total pendapatan dari biaya transaksi sepanjang tahun 2022.

Hal tersbut menunjukkan tren positif bagi industri secara keseluruhan, meskipun ada tantangan yang dihadapi oleh operasi penambangan tertentu.

Kekhawatiran Menjelang Halving 

Halving Bitcoin berikutnya yang diperkirakan akan terjadi pada April 2024 telah menimbulkan kekhawatiran mengenai profitabilitas penambang.

Cryptoslate melaporkan bahwa, hampir separuh Bitcoin miner memiliki efisiensi yang kurang optimal dalam operasinya.

“Hampir setengah dari penambang Bitcoin memiliki efisiensi yang kurang optimal dalam operasi penambangan mereka. Oleh karena itu, para penambang ini kemungkinan besar akan kesulitan setelah halving berikutnya,” ujar Analis Penambangan Kripto di Hashrate Index, Jaran Mellerud.

Harga listrik yang diperlukan untuk mencapai titik impas bagi mesin penambangan umum diperkirakan akan turun setelah halving, yang berpotensi berdampak pada penambang dengan biaya operasional yang lebih tinggi.

Kesulitan penambangan mencapai rekor tertinggi pada bulan Juni, menunjukkan peningkatan persaingan di antara penambang. Hal ini, ditambah dengan penurunan margin profit, menimbulkan tantangan bagi industri tersebut.

Banyak perusahaan Bitcoin miner juga berjuang untuk mengurangi hutang mereka, yang merugikan keuntungan mereka.

Meski demikian, ada optimisme bahwa hutang global industri penambangan telah berkurang dari US$8 milyar pada tahun 2022 menjadi perkiraan kisaran US$4,5 milyar hingga $6 miliar. [st]

 

Terkini

Warta Korporat

Terkait