Komunitas kripto Indonesia tengah diramaikan oleh isu terkait keberadaan token Krypton DAO (KRD) dalam Proof-of-Reserve (PoR) Indodax. Menanggapi perbincangan tersebut, pendiri Indodax, Oscar Darmawan, akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi terkait kredibilitas laporan PoR.
Oscar Darmawan Tanggapi Polemik Token KRD
Indodax merilis Proof-of-Reserve melalui CoinMarketCap pada akhir pekan lalu. Laporan tersebut kemudian menjadi sorotan publik setelah kemunculan token Krypton DAO (KRD) yang secara mengejutkan menempati posisi kedua dalam daftar cadangan kripto Indodax.
Perhatian publik tidak hanya tertuju pada besarnya total cadangan kripto Indodax, tetapi juga pada kredibilitas aset KRD. Aset ini diketahui diluncurkan pada awal 2022 dan sempat diperdagangkan di sejumlah bursa kripto, termasuk Cointiger.
Pada fase awal peluncurannya, volume perdagangan KRD sempat menembus US$5 juta. Namun, data historis menunjukkan aktivitas transaksi yang relatif minim, dengan total transaksi sekitar 3.000 kali dan 257 holder.
Dalam laporan PoR Indodax sebelumnya, KRD tercatat memiliki porsi sebesar 27,6 persen atau sekitar US$286 juta, berada di bawah Bitcoin. Namun, per Selasa (13/01/2026), aset tersebut sudah tidak lagi tercantum dalam laporan cadangan Indodax di CoinMarketCap.
Menanggapi rumor yang mempertanyakan kredibilitas PoR, pendiri Indodax, Oscar Darmawan, akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa mereka hanya menampilkan data on-chain terkait jumlah aset, sementara harga sepenuhnya berada di luar kewenangan bursa.
“Token KRD itu penilaian harganya dari CMC atau Binance, jadi protesnya salah tempat kalau ke Indodax. Indodax hanya membuka data on-chain jumlah token-nya,” tulis Oscar melalui akun X miliknya, Senin (12/01/2026).
Ia menjelaskan bahwa tanpa memasukkan KRD, cadangan kripto Indodax tetap berada di atas US$700 juta atau sekitar Rp12 triliun, sehingga likuiditas dinilai tetap terjaga bahkan jika seluruh pengguna menarik aset mereka secara bersamaan.
“Kalau sampai semua member Indodax menarik semua dana dan kriptonya, dipastikan Indodax tetap aman karena cadangannya lebih dari 1:1. Itulah pentingnya Proof of Reserve,” tutupnya.
Pentingnya Proof-of-Reserve dalam Menjaga Transparansi
Meski sempat menuai kontroversi terkait KRD, langkah Indodax dalam merilis laporan PoR layak diapresiasi. Keterbukaan data crypto exchange menjadi wujud komitmen transparansi yang penting, sekaligus upaya membangun kepercayaan publik.
Praktik Proof-of-Reserve sendiri bukanlah hal baru. Sejumlah bursa kripto besar telah lebih dulu menerapkannya sebagai standar akuntabilitas. Binance, misalnya, saat ini memiliki cadangan aset sekitar US$174 miliar, disusul OKX dengan US$18 miliar.
Di pasar domestik, komitmen serupa mulai terlihat. Tokocrypto menjadi salah satu bursa kripto lokal yang mengikuti langkah ini dengan merilis laporan PoR, mencatatkan total cadangan aset sekitar US$345 juta.
Seolah Menjawab Tantangan Indodax, Tokocrypto Terapkan Proof of Reserves
Ke depan, Proof-of-Reserve dipandang sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan ekosistem kripto nasional. Transparansi tidak hanya memberikan perlindungan bagi pengguna, tetapi juga memperkuat kredibilitas industri secara keseluruhan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



