Bitcoin berpotensi mencapai harga US$1 juta bahkan lebih tinggi di masa depan. Namun, menurut salah satu Pendiri Ledger, Eric Larchevêque, lonjakan tersebut belum tentu menjadi kabar baik.
Ia justru menilai harga Bitcoin yang menembus level tersebut dapat menjadi cerminan bahwa dunia sedang menghadapi krisis besar, mulai dari perang, kegagalan sistem mata uang fiat, krisis utang, hingga gejolak sosial.
Pandangan tersebut disampaikan Larchevêque dalam wawancara bersama kanal When Shift Happens. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa kenaikan ekstrem Bitcoin kemungkinan besar akan terjadi ketika kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan tradisional melemah sehingga aset digital tersebut semakin dipandang sebagai tempat berlindung untuk mempertahankan nilai kekayaan.
BTC Dinilai Menjadi Aset Perlindungan Saat Krisis
Larchevêque mengatakan Bitcoin memiliki fungsi yang berbeda dengan aset keuangan pada umumnya. Menurutnya, aset kripto terbesar di dunia itu berperan sebagai final settlement asset, yaitu aset yang dapat digunakan untuk menyelesaikan transaksi secara langsung tanpa harus bergantung pada bank, pemerintah, maupun lembaga keuangan lainnya.
Dalam kondisi ekonomi yang stabil, peran tersebut dinilai tidak terlalu menonjol. Sebaliknya, ketika masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap mata uang fiat atau sistem perbankan, kebutuhan terhadap Bitcoin justru meningkat karena dianggap mampu menjadi sarana untuk menyimpan dan melindungi nilai aset.
“Jika Bitcoin mencapai US$1 juta atau bahkan US$10 juta, itu mungkin bukan dunia yang baik, melainkan dunia yang dipenuhi perang, kegagalan mata uang fiat, krisis utang dan kerusuhan sosial,” ujar Larchevêque.
Ia menambahkan bahwa dalam dunia yang ideal, di mana inflasi terkendali, sistem keuangan berjalan baik, dan hak kepemilikan terlindungi, keberadaan Bitcoin tidak akan menjadi kebutuhan utama. Menurutnya, semakin besar ketidakstabilan ekonomi dan politik, semakin besar pula relevansi aset digital tersebut sebagai instrumen perlindungan kekayaan.
Makna Bitcoin Berbeda di Setiap Negara
Larchevêque juga menilai fungsi Bitcoin tidak dapat disamaratakan di setiap negara. Kondisi ekonomi, stabilitas politik, serta kebijakan pemerintah menjadi faktor yang memengaruhi bagaimana masyarakat memandang aset digital tersebut.
Sebagai contoh, ia menyebut masyarakat di Iran kemungkinan memiliki alasan yang jauh lebih kuat untuk menggunakan Bitcoin dibandingkan masyarakat di Prancis.
Di negara yang menghadapi tekanan ekonomi, inflasi tinggi, atau pembatasan sistem keuangan, aset digital tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk menjaga daya beli dan memindahkan kekayaan tanpa bergantung sepenuhnya pada sistem keuangan biasa.
Sebaliknya, di negara yang sistem keuangannya masih relatif stabil, kebutuhan terhadap Bitcoin sebagai aset perlindungan dinilai belum sebesar di wilayah yang sedang mengalami tekanan ekonomi. Perbedaan kondisi tersebut membuat fungsi dan urgensi penggunaan Bitcoin tidak selalu sama di setiap belahan dunia.
Meski demikian, Larchevêque menegaskan bahwa pernyataannya bukan berarti harga Bitcoin pasti akan mencapai US$1 juta karena perang atau keruntuhan ekonomi global.
Ia lebih menyoroti kemungkinan bahwa apabila kenaikan menuju level tersebut terjadi dalam waktu singkat, pemicunya bisa berasal dari hilangnya kepercayaan terhadap sistem moneter yang ada, bukan semata-mata akibat pertumbuhan pasar aset kripto yang sehat.
Pandangan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa harga Bitcoin yang sangat tinggi tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi global yang positif.
Dalam skenario yang disampaikan Larchevêque, apresiasi harga justru dapat berjalan beriringan dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, melemahnya nilai mata uang fiat, serta memburuknya stabilitas ekonomi dunia, sehingga lonjakan nilai aset digital itu lebih merupakan konsekuensi dari krisis dibandingkan indikator kemakmuran global.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


