TON Network merupakan jaringan blockchain layer-1 yang terdesentralisasi. Kali ini, proyek yang dirancang oleh tim Telegram tersebut tampaknya semakin memperkuat ekosistemnya dengan menerima suntikan dana dalam jumlah yang cukup fantastis untuk pengembangannya.
TON Network Raup Pendanaan Senilai US$400 Juta
Pendiri Telegram, Pavel Durov, baru saja mengumumkan di kanal resminya bahwa The Open Network (TON) telah menerima suntikan dana sebesar US$400 juta dari beberapa perusahaan modal ventura ternama.
“Modal ventura ternama telah menginvestasikan lebih dari US$400 juta ke dalam TON dan secara terbuka mendukungnya. Di antara mereka terdapat legenda Silicon Valley seperti Sequoia, Benchmark, Ribbit, Draper, VY, dan dana investasi terkenal lainnya,” tulis Durov, Rabu (26/03/2025).
Investasi ini semakin mengukuhkan The Open Network sebagai tulang punggung utama ekonomi digital yang terintegrasi secara langsung dalam ekosistem Telegram.
Selain itu, Pavel Durov juga menegaskan bahwa Toncoin kini menjadi salah satu metode pembayaran yang bisa digunakan untuk iklan. Blockchain ini juga telah digunakan oleh jutaan pembuat konten dan pengembang mini app.
Tidak hanya dari sisi pendanaan, ekosistem TON juga berkembang pesat dengan peluncuran fitur inovatif seperti “Star Messages” dan tokenisasi hadiah digital. Sejak diluncurkan, fitur-fitur tersebut sukses meningkatkan keterlibatan pengguna dan utilitasnya.
Hal ini sejalan dengan komentar dari salah satu investor, Tim Draper, Pendiri Draper Associates, yang diunggah oleh Durov di kanalnya. Triliuner asal AS tersebut mengungkapkan bahwa TON sangat inovatif.
“Teknologi TON sangat mengesankan, dan integrasinya dengan Telegram memberikannya jangkauan distribusi yang tidak dapat ditandingi oleh blockchain lain,” ungkap Draper.
Ekspansi Telegram dan Integrasi AI
Di sisi lain, Telegram terus memperluas ekosistemnya, salah satunya dengan menghadirkan Grok, chatbot berbasis artificial intelligence (AI) yang dikembangkan oleh tim teknologi X.
Integrasi ini diumumkan secara langsung oleh Elon Musk melalui tweet di X pada 26 Maret 2025, di mana Grok kini sudah tersedia secara langsung di Telegram untuk pengguna premium.
Langkah ini menunjukkan bagaimana perusahaan tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan blockchain tetapi juga pada inovasi AI guna meningkatkan pengalaman pengguna.
Bos Telegram Angkat Bicara soal DeepSeek, Ungkap Kesenjangan Skill AS-Tiongkok
Dengan semakin kuatnya sinergi antara The Open Network dan Telegram, perusahaan ini mempercepat transisi ke era digital yang lebih terdesentralisasi dan sepenuhnya berbasis Web3.
Selain inovasi di sisi teknologi, Telegram juga mencatat pencapaian besar dalam pertumbuhan pengguna. Pavel Durov mengungkapkan bahwa aplikasi yang ia kembangakan kini menjadi salah satu aplikasi pesan terbesar di dunia.
“Telegram kini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan, menjadikannya aplikasi pesan terpopuler kedua di dunia (tidak termasuk WeChat yang khusus untuk China),” tulisnya, Rabu (19/03/2025).
Peter Fenton, Partner di Benchmark dan salah satu investor TON Network, melihat bahwa pengguna Telegram bisa meningkat pesat dalam lima tahun ke depan. Dengan integrasi blockchain, ia menyatakan bahwa ekosistem ini akan sangat revolusioner.
“Basis pengguna Telegram, akan tumbuh hingga lebih dari 1,5 miliar pada 2030, menciptakan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah umat manusia untuk menyediakan arus keuangan yang merata, yang selama ini terbatas pada arus informasi. TON menyediakan fondasi bagi demokratisasi aktivitas keuangan dalam skala besar,” ungkap Fenton.
Tidak hanya itu saja, aplikasi pesan yang mengintegrasikan TON Network ini juga mencatat peningkatan laba signifikan, mencapai US$547 juta atau naik sekitar 59 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Momentum Positif, TON Siap Pump?
Dengan ekosistem yang semakin matang serta perkembangan positif yang terus berlanjut, perhatian investor dan trader kini semakin tertuju pada potensi pergerakan harga Toncoin di masa mendatang.
Berdasarkan analisis terbaru dari CobraVanguard, grafik harga TON saat ini menunjukkan pola wedge yang mengindikasikan potensi breakout. Saat ini, hargnya berada di kisaran US$3,5 dan tengah menguji level Fibonacci 0,618.

Jika level tersebut dapat bertahan, skenario bullish dapat mendorong harga naik ke level Fibonacci ekstensi 1,272 yang berada di sekitar US$4, dengan potensi kenaikan hingga 11 persen.
Melihat suntikan dana segar, adopsi yang terus meningkat, serta integrasi TON Network ke dalam ekosistem Telegram, blockchain ini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu infrastruktur utama dalam sektor pembayaran dan ekonomi digital. [dp]