Temuan bug kritis di jaringan Zcash masih menjadi perbincangan hangat di industri kripto. Celah tersebut sebelumnya berpotensi memungkinkan pencetakan token palsu dalam jumlah tak terbatas tanpa terdeteksi.
Setelah mengungkap kerentanan itu, peneliti keamanan Taylor Hornby kini mengalihkan fokusnya ke Monero (XMR), salah satu cryptocurrency privasi terbesar di dunia.
Langkah tersebut langsung menarik perhatian komunitas kripto. Audit terhadap Monero dinilai penting untuk memastikan protokol privasinya bebas dari celah keamanan yang dapat disalahgunakan.
Setelah Zcash, Monero Masuk Daftar Audit Berikutnya
Taylor Hornby menjadi sorotan setelah menemukan bug kritis pada Zcash dengan bantuan model AI Opus 4.8 milik Anthropic. Temuan tersebut mengungkap adanya celah pada sistem Orchard Privacy Pool yang tersembunyi sejak Mei 2022.
Kerentanan itu bukan masalah sepele. Jika dieksploitasi, celah tersebut memungkinkan pencetakan token ZEC palsu dalam jumlah tak terbatas tanpa dapat terdeteksi oleh jaringan.
Hornby menemukan celah tersebut pada akhir Mei lalu. Setelah menerima laporannya, pengembang Zcash bersama Shielded Labs bergerak cepat menerapkan perbaikan darurat yang rampung pada 1 Juni.
Kerentanan Kritis Mengintai Zcash, Namun Akhir Ceritanya Tak Terduga
Meski masalah berhasil diatasi, kabar tersebut sempat mengguncang pasar. Harga ZEC bahkan tercatat anjlok sekitar 33 persen dalam sepekan terakhir di tengah meningkatnya kekhawatiran investor.
Kini, fokus Hornby tampaknya mulai bergeser. Menanggapi pertanyaan salah satu pengguna di X mengenai kemungkinan mencari bug di Monero dan kripto privasi lainnya, ia memberikan jawaban singkat.
“Tentu saja. Saya akan memasukkan Monero ke dalam daftar aset yang akan saya audit berikutnya,” tulis Hornby.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Monero akan menjadi salah satu target audit berikutnya dalam daftar penelitiannya.
Audit Keamanan Jadi Sorotan di Ekosistem Privacy Coin
Monero merupakan salah satu aset kripto privasi terbesar di dunia. Berbeda dengan ZEC yang menyediakan alamat transparan dan shielded, seluruh transaksi Monero menyembunyikan identitas pengirim, penerima, serta nilai transaksinya.
Fitur tersebut membuat Monero dikenal memiliki tingkat privasi yang tinggi. Namun, teknologi yang kompleks juga membuat proses audit keamanan menjadi lebih sulit dan membutuhkan pemeriksaan yang lebih mendalam.
Peneliti keamnan itu diketahui direkrut nirlaba Shielded Labs untuk mencari bug pada protokol sebelum dimanfaatkan oleh hacker. Setelah menemukan celah di ZEC, ia memilih melaporkannya kepada tim pengembang alih-alih mengeksploitasinya.
“Para insinyur Zcash adalah keluarga saya, dan semua hal baik dalam hidup saya berawal dari Zcash. Saya tidak akan sanggup menjalani sisa hidup saya jika melakukan pengkhianatan seperti itu,” tuturnya.
Hornby juga berencana mengajukan hibah dari komunitas pemegang Zcash untuk mendukung riset keamanan berikutnya. Dana tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pencarian celah pada berbagai protokol blockchain.
Sementara itu, rencana audit terhadap Monero diperkirakan akan kembali menjadi sorotan komunitas kripto. Pasalnya, keamanan menjadi fondasi utama bagi privacy coin yang mengedepankan anonimitas penggunanya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


