Penerbit USDT Serok Emas Fisik dan Digital Sekaligus di Akhir 2025

Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia yang mengelola USDT dan Tether Gold (XAUT), kembali melakukan aksi serok emas dalam skala besar pada kuartal IV 2025.

Berdasarkan laporan Kitco, perusahaan ini tercatat menambah sekitar 27 ton emas fisik ke dalam portofolio investasinya, menyamai volume pembelian pada kuartal sebelumnya. Langkah tersebut menempatkan Tether sejajar dengan sejumlah bank sentral dunia dalam hal akumulasi logam mulia.

Pembelian ini dilakukan pada periode Oktober hingga Desember 2025, ketika harga emas global berada dalam tren penguatan akibat meningkatnya permintaan aset lindung nilai. Dengan tambahan tersebut, Tether kini menjadi salah satu pemain non-negara terbesar di pasar emas fisik global.

Emas yang dikumpulkan digunakan untuk mendukung dua produk utama perusahaan, yakni USDT sebagai stablecoin berbasis dolar AS, dan XAUT sebagai token kripto yang didukung emas fisik.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  CEO Indodax Buka Suara Soal Dana Nasabah Rp600 Juta yang Hilang

“Kami beroperasi dalam skala yang kini menempatkan Tether Gold Investment Fund sejajar dengan pemegang emas negara dan itu membawa tanggung jawab yang nyata,” ujar CEO Tether, Paolo Ardoino.

Strategi Serok Emas untuk Memperkuat Cadangan

Berdasarkan laporan perusahaan, emas yang dibeli pada kuartal IV 2025 melengkapi akumulasi yang telah dilakukan sejak awal tahun. Pada kuartal III 2025, Tether juga mencatat pembelian sekitar 26 ton emas, sehingga total akumulasi dalam dua kuartal terakhir mencapai lebih dari 50 ton.

Dalam laporan cadangan terbaru per September 2025, Tether mencatat nilai emas yang menopang USDT mencapai sekitar US$12,9 miliar atau setara lebih dari 100 ton emas. Meski porsinya hanya sekitar 7 persen dari total cadangan USDT, emas menjadi salah satu instrumen utama dalam strategi diversifikasi perusahaan.

Langkah serok emas ini dilakukan untuk memperkuat struktur cadangan di tengah volatilitas pasar keuangan global. Selain surat utang pemerintah AS dan kas, emas dipandang sebagai aset stabil yang mampu menjaga nilai dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  Tether Bantu Bekukan Dana Judi Kripto Rp8,9 Triliun di Turki

Dengan mengombinasikan instrumen tradisional dan logam mulia, Tether berupaya menjaga kepercayaan pengguna terhadap USDT.

Selain mendukung USDT, sebagian emas juga dialokasikan untuk menopang produk Tether Gold (XAUT). Token ini dirancang agar setiap unitnya mewakili kepemilikan emas fisik yang disimpan di fasilitas penyimpanan khusus.

Dominasi XAUT di Pasar Tokenisasi Emas

Selain memperkuat USDT, aksi serok emas Tether juga berdampak langsung pada penguatan posisi XAUT di pasar global. Hingga akhir 2025, XAUT tercatat didukung oleh sekitar 16,2 ton emas fisik. Dengan jumlah tersebut, Tether menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar token berbasis emas di dunia.

Dominasi ini menjadikan Tether sebagai pemain utama dalam sektor tokenisasi aset dunia nyata (RWA), khususnya emas. Tokenisasi memungkinkan investor mengakses kepemilikan emas secara digital melalui blockchain, tanpa harus menyimpan logam fisik secara langsung. Model ini semakin diminati seiring meningkatnya adopsi aset digital di kalangan investor global.

BACA JUGA:  Keren! Perusahaan Ini Bayar Dividen dengan Tether Gold (XAUT)

Kondisi pasar turut mendukung strategi tersebut. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, harga emas mencetak rekor baru akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Permintaan terhadap aset safe haven meningkat, baik dari investor ritel maupun institusi. Dalam situasi tersebut, Tether memanfaatkan momentum dengan mempercepat akumulasi emas fisik.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia