spot_img
spot_img

Pengguna Bechipin: IDRT Sudah Dikirim, Tapi Saldo Nihil

Tyo (nama samaran), salah seorang pengguna bursa aset kripto Bechipin (PT Bursa Cripto Prima), mengaku mengirim 774.372 IDRT (Token Rupiah) ke bursa itu pada 4 Maret 2021 lalu. Tapi hingga detik ini saldo tidak tertera di akunnya.

Kisah Tyo berawal pada Oktober 2020 silam, ketika ia mengikuti skema investasi aset kripto EDCCash. Total investasinya senilai Rp20 juta, melalui situs Edccash.cash. Situs itu kini berstatus diblokir oleh Kominfo. Satu situs lain, Edccash.com, juga berstatus serupa.

Tyo tertarik dengan investasi itu, karena iming-iming bisa mendapatkan aset kripto tambahan dengan cara “mining”.

Dia mengaku mendapatkan informasi investasi itu melalui seorang sahabat dekatnya yang mengklaim telah mendapatkan keuntungan.

“Kemudian pada Januari 2021 saya coba menarik duit investasi saya itu, namun selalu gagal, karena upline saya beralasan tidak punya saldo. Dan lagi website itu tidak berfitur penarikan dana rupiah, hanya ada fitur top up (setor) aset kripto,” terang Tyo melalui surel, Jumat (12/3/2021).

Pada 29 Januari 2021, Tyo mendengar kabar bahwa pihak penerbit dan pengelola EDCCash telah mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) EDCCash (PT Bank EDC Cash).

Dalam surel itu, Tyo melampirkan sejumlah foto, berupa kartu NPWP atas nama PT Bank EDC Cash. Perusahaan itu terdaftar di KPP Pratama Bandung, Cibeunying sejak 14 Desember 2020.

Untuk membuktikan benar tidaknya BPR itu, Tyo juga melampirkan foto buku rekening dan contoh formulir setor yang masih kosong.

Tyo mengungkapkan, berdasarkan informasi rekannya, pihak pengelola situs Edccash.cash beralasan pengguna tidak bisa menarik rupiah-nya, karena pengelola dalam proses mengembangkan BPR tersebut.

Kemudian, pada 26 Februari 2021, Tyo mendapatkan kabar, bahwa tim Edccash.cash membuat bursa aset kripto (Bechipindo.co.id) atas nama PT Bursa Cripto Prima yang sebelumnya terdaftar di Bappebti sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto untuk bursa berjangka di Indonesia.

Tyo mendapatkan kabar itu dari sebuah grup WhatsApp yang mengatasnamakan “komunitas bechipindo”.

Hasil penelusuran Redaksi Blockchainmedia.id, beberapa hari lalu, kami mendapati satu grup Telegram yang juga mengatasnamakan komunitas Bechipindo.

Melalui situs Bechipindo.co.id, Redaksi tidak menemukan tautan grup Telegram yang dimaksud, hanya berupa channel Telegram yang sifatnya satu arah.

Ini yang menguatkan dugaan, bahwa grup-grup tersebut, tempat Tyo mendapatkan informasi, tidak terkait langsung dengan perusahaan.

Tyo pun memastikan tidak ada satupun di grup itu yang mengaku mewakili nama perusahaan, melainkan sekadar komunitas.

Jauh sebelum Tyo mengirimkan IDRT itu ke Bechipin, di grup Telegram itu, salah seorang anggota grup memberitahu cara mengirimkan IDRT antar bursa, sehingga kelak bisa ditransfer ke rekening bank.

Pengguna itu menulis: “Telah diinformasikan sebelumnya, bahwa proses pencairan EDCCash lewat Bechipindo.co.id adalah sebagai berikut. Pertama, EDCCash ataupun EDCCB ditukar dulu menjadi EDCC. Kedua, kirimlah EDCC ke wallet di Bechipindo.co.id. Ketiga, EDCC itu kemudian dijual menjadi IDRT.”

Ia menyarankan, karena di Bechipindo.co.id belum ada layanan transfer rupiah ke rekening bank, maka pengguna diarahkan membuka akun baru di bursa aset kripto Pintu (PT Pintu Kemana Saja).

Grup Telegram yang mengatasnamakan komunitas Bechipindo Indonesia.

“Lantas kirimkanlah IDRT Anda di Bechipindo.co.id ke Pintu, sehingga rupiah dapat ditransfer ke rekening bank Anda,” sebut pengguna di grup Telegram itu.

“Namun per Jumat, 12 Maret 2021, IDRT itu tidak kunjung muncul di wallet IDRT di akun saya di Bechipindo.co.id. Padahal berdasarkan transaksi di blockchain Ethereum, IDRT itu sudah selesai diproses. Lalu tautan deposit (alias penyetoran) IDRT justru hilang, hanya tertinggal tautan ‘transfer’ alias mengirimkan,” imbuh Tyo yang juga mengaku tidak ada berkomunikasi dengan pihak Bechipin secara langsung.

Akun Tyo di Bechipin.

Selidik punya selidik, belakangan Tyo mengetahui dari PT Rupiah Token Indonesia bahwa smart contract address IDRT di Bechipindo.co.id itu berbeda dengan IDRT yang terdapat di Pintu.

Sederhananya, nama aset sama (yakni IDR), tetapi berbeda versi, sehingga tidak kompatibel dan memang tidak bisa ditransfer sama sekali ke wallet “IDRT yang asli” terbitan PT Rupiah Token Indonesia.

Transaksi IDRT Tyo dari Binance ke Bechipindo.

“Ini sama halnya saya dan pengguna lain mustahil bisa mencairkan IDRT itu menjadi rupiah,” kata Tyo.

Tyo mengaku total dananya yang “nyangkut” terkait kasus ini adalah Rp20 juta di EDCCash Coin, Rp15 juta di EDCCBC Coin dan sekitar Rp700 ribuan di “wallet IDRT Bechipindo”.

“Kasus ini sudah saya laporkan kepada Aspakrindo (Asosiasi Perdagangan Aset Kripto Indonesia) pimpinan Teguh Harmanda agar dapat ditindaklanjuti dengan pihak-pihak terkait. Saya harap dana investasi saya dapat kembali,” pungkas Tyo.

Mungkin gambar teks yang menyatakan 'PENGUMUMAN PENTING Hai semua, Berhubung website kita masih dalam periode pengembangan, maka dimohon untuk tidak register/ daftar terlebih dahulu. Agar tidak terjadi hal- hal-hal yang tidak diinginkan. Terimakasih:)'
Pengumuman Bechipindo terkait belum normalnya sistem mereka pada 24 Februari 2021 lalu. Sumber: Facebook.

Redaksi Blockchainmedia sejak dua hari lalu sudah melayangkan permohonan wawancara melalui e-mail untuk meminta keterangan terkait ini kepada pihak Bechipin. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada maklum balas. [red]

spot_img

Terkini

spot_img

Terkait