PENGU Masuk Robinhood Chain, Apakah Reli Besar Akan Dimulai?

Pudgy Penguins (PENGU) kembali mendapat sorotan setelah token tersebut resmi hadir dan dapat diperdagangkan di Robinhood Chain, memperluas jejaknya di luar ekosistem asalnya di Solana.

Langkah ini datang ketika pasar juga tengah memperhatikan spekulasi mengenai kemungkinan Pudgy Penguins melantai di bursa saham dalam beberapa tahun ke depan.

Pada saat artikel ini disusun, PENGU diperdagangkan di sekitar US$0,00923 dan turun 6,24 persen dalam 24 jam terakhir. Koreksi itu muncul setelah reli kuat pada pekan sebelumnya, ketika PENGU sempat menembus area psikologis US$0,01 di tengah meningkatnya perhatian terhadap proyek tersebut.

PENGU Perluas Jejak ke Robinhood Chain

Akun resmi Pudgy Penguins mengumumkan pada Jumat (28/8/2026) bahwa PENGU kini telah live dan dapat diperdagangkan di Robinhood Chain. Perkembangan tersebut memberi token Pudgy Penguins jalur baru untuk aktivitas on-chain di jaringan layer-2 berbasis Ethereum milik Robinhood.

Robinhood Chain sendiri baru meluncurkan public mainnet pada 1 Juli 2026. Jaringan ini dibangun menggunakan infrastruktur Arbitrum dan dirancang sebagai blockchain permissionless untuk layanan keuangan, aset kripto serta aset dunia nyata (RWA).

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bakal Jeblok Lagi? Reli ke US$70.000 Bisa Jadi Jebakan Terakhir

Robinhood menyebut jaringannya sebagai infrastruktur yang berupaya mempertemukan pasar tradisional, kripto dan RWA. Ekosistemnya juga didukung sejumlah pemain infrastruktur dan protokol seperti Uniswap, Chainlink, Alchemy dan BitGo.

Bagi PENGU, ekspansi ini penting karena memperluas keberadaan token dari basis awalnya di Solana menuju lingkungan EVM yang semakin diarahkan untuk aktivitas finansial on-chain.

Namun, perlu dibedakan antara PENGU yang dapat diperdagangkan di Robinhood Chain dan listing baru di aplikasi brokerage Robinhood.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Robinhood Chain merupakan blockchain terbuka dan permissionless. Karena itu, perkembangan terbaru tersebut lebih tepat dipandang sebagai ekspansi multi-chain PENGU, bukan berarti token otomatis mendapat akses baru ke seluruh pengguna brokerage Robinhood.

Rumor IPO Tambah Bahan Bakar Narasi PENGU

Ekspansi ke Robinhood Chain datang hanya beberapa hari setelah spekulasi IPO Pudgy Penguins ikut mengguncang pasar PENGU.

Pada 23 Agustus, CEO Pudgy Penguins Luca Netz mengunggah rangkaian emoji berupa mata, penguin, gedung dan simbol “segera.”

Unggahan kriptik tersebut dengan cepat ditafsirkan komunitas sebagai kemungkinan petunjuk mengenai ambisi perusahaan menuju pasar publik.

Spekulasi itu bukan muncul tanpa konteks. Netz sebelumnya pernah mengatakan bahwa ia akan kecewa apabila Pudgy Penguins belum menjadi perusahaan publik dalam dua tahun, yang kemudian membuat 2027 dipandang pasar sebagai kemungkinan target.

BACA JUGA:  5 Kripto Top Gainers 28 Agustus 2026, Ada Crypto Apa Saja?

Sentimen tersebut ikut membantu mengangkat PENGU lebih dari 60 persen dalam sekitar satu pekan. Namun, hingga kini Pudgy Penguins belum mengumumkan IPO, mengajukan dokumen publik untuk listing ataupun mengonfirmasi bahwa proses tersebut sedang berlangsung.

Selain itu, PENGU bukan saham Pudgy Penguins. Pemegang token tidak otomatis memperoleh kepemilikan perusahaan ataupun klaim terhadap pendapatan bisnisnya.

Dengan demikian, hubungan antara kemungkinan IPO dan valuasi PENGU masih sangat bergantung pada sentimen pasar terhadap pertumbuhan brand serta ekosistem Pudgy Penguins.

PENGU di Ambang Ledakan, Satu Level Jadi Kuncinya

Dari sisi teknikal, analis kripto Cyclop melihat PENGU berada tepat di titik perubahan struktur pada time frame mingguan. Setelah berbulan-bulan membentuk dasar di sekitar US$0,005–US$0,006, harga melonjak menuju US$0,0094 dan kini mencoba menembus descending trendline yang membatasi pemulihan sejak akhir 2025.

PENGU analisis 29 AGS

Area US$0,0097–US$0,010 menjadi penghalang utama. Penutupan mingguan di atas US$0,010, kemudian kemampuan mempertahankan level tersebut sebagai support, dapat menjadi konfirmasi awal perubahan struktur higher time frame dari bearish menuju bullish.

Jika skenario itu terwujud, resistance selanjutnya terlihat di sekitar US$0,015 dan US$0,028, sebelum area puncak besar US$0,043–US$0,047.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Terlihat Rapuh, Tapi Satu Fase Ini Bisa Membawanya Lampaui US$100 Ribu

Cyclop bahkan memproyeksikan kemungkinan ekspansi hingga US$0,06–US$0,075, meski area tersebut lebih tepat dipandang sebagai skenario ekstrem apabila pembalikan struktur makro benar-benar terkonfirmasi, bukan target harga langsung.

Sebaliknya, PENGU masih belum sepenuhnya lolos dari resistance. Support terdekat berada di sekitar US$0,0085, disusul US$0,0075. Kehilangan US$0,0085 berpotensi menghidupkan kembali skenario bahwa kenaikan terbaru hanyalah relief rally.

Dengan katalis Robinhood Chain dan rumor IPO yang hadir hampir bersamaan, US$0,010 kini menjadi level krusial untuk menentukan apakah momentum PENGU dapat berkembang menjadi perubahan tren yang lebih besar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait