Penipuan Crypto Marak di Amerika, Nenek-nenek Pun “Disikat”

Tindak penipuan crypto kembali marak di Amerika Serikat tanpa pandang bulu, bahkan seorang nenek pun turut menjadi korban.

Kabar tersebut dilansir Yahoo Finance dari Los Angeles Times baru-baru ini, di mana seorang guru pensiunan berusia 80 tahun, yang diidentifikasi sebagai Ibu K, mengadukan penipuan crypto melalui ATM Bitcoin.

Peristiwa penipuan crypto bermula ketika si nenek berinisial K (yang ingin tetap anonim karena lebih waspada dalam memberikan informasi pribadinya) mendapat peringatan pop-up keras bahwa komputernya terinfeksi virus.

Setelah menelepon nomor dukungan teknis palsu, si nenek lalu diarahkan berbicara dengan oknum penipuan crypto yang menyamar sebagai FBI.

Nyonya K mengira rekening bank Chase miliknya telah diretas oleh hacker Tiongkok yang terlibat dalam kasus pornografi anak. Sengaja membuat aksinya tampak rumit, penipu juga mengirimkan email palsu dari bank Chase kepada Nyonya K.

“Jika ini tidak begitu rumit, saya mungkin akan sedikit lebih bijak dan tidak jatuh ke dalam perangkap ini. Saya merasa begitu kecewa pada diri sendiri bahwa saya benar-benar terjebak,” kata Nyonya K.

Nyonya K mengatakan bahwa penyamar FBI itu memberitahunya untuk menarik US$75.000 dalam bentuk tunai selama tiga hari dari rekening cek Chase miliknya dan tidak memberi tahu siapa pun.

Jika pekerja bank bertanya, penipu crypto meminta si nenek mengatakan bahwa dia menarik uang tunai untuk konstruksi.

Penyamar FBI meyakinkan Nyonya K bahwa dia dapat membantu penegak hukum menangkap pelaku pedofil jika dia mengonversi uang tersebut menjadi cryptocurrency dan mentransfer dana tersebut ke dompet digital yang akan dimonitor oleh lembaga tersebut.

Oknum penipu mengarahkan Nyonya K ke mesin ATM Bitcoin Coinhub di sebuah toko donat di Highland Park, yang menerima hingga US$25.000 dalam bentuk tunai setiap hari per orang.

Saat dia menyadari bahwa itu adalah penipuan, Nyonya K telah mengirimkan US$69.000 kepada oknum penipu. Dia melaporkan kejahatan tersebut kepada polisi tetapi belum bisa mendapatkan kembali uangnya.

Regulasi untuk Mesin ATM Crypto

Menurut hukum federal, operator mesin ATM Bitcoin umumnya dianggap sebagai bisnis layanan uang, sehingga mereka diwajibkan mendaftar dengan Financial Crimes Enforcement Network Departemen Keuangan AS, atau FinCEN.

Lembaga tersebut mengumpulkan dan menganalisis informasi keuangan untuk memerangi pencucian uang dan penggunaan ilegal lainnya.

Bisnis-bisnis tersebut juga harus menjaga program anti-pencucian uang dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada lembaga tersebut.

Chief executive LSGT Services yang yang berbisnis sebagai Coinhub Bitcoin ATM, Logan Short mengatakan bahwa perusahaannya melakukan segala yang ada dalam kemampuannya untuk melindungi konsumen, tetapi sayangnya penipuan tidak bisa dihindari 100 persen di setiap industri.

Perusahaan Las Vegas ini terdaftar di FinCEN tetapi menghadapi tuduhan bahwa mereka mengoperasikan mesin ATM kripto di Connecticut tanpa lisensi negara yang diperlukan.

Penegak hukum telah menghentikan mesin ATM kripto ilegal, tetapi bagi konsumen sulit untuk mengetahui seberapa serius industri ini dalam mengatasi masalah tersebut.

Pada tahun 2020, seorang pria Yorba Linda mengaku bersalah atas tuduhan mengoperasikan mesin ATM Bitcoin tanpa izin dan tidak menjaga program anti-pencucian uang meskipun dia tahu bahwa penjahat menggunakan dana tersebut.

Bisnis ilegal tersebut, yang dikenal sebagai Herocoin, memungkinkan orang untuk membeli dan menjual bitcoin dalam transaksi hingga US$25.000 dan mengenakan biaya hingga 25 persen.

Peraturan cryptocurrency berbeda-beda menurut negara bagian. California telah lama mengecualikan mesin ATM kripto dari persyaratan lisensi untuk bisnis yang terlibat dalam pengiriman uang.

“Mesin ATM kripto melayani orang-orang yang tidak memiliki rekening bank atau hanya ingin kemudahan membeli cryptocurrency di pompa bensin, toko kelontong, atau toko lainnya,” kata bos perusahaan Cash2Bitcoin, Ayman Rida.

Dia mengatakan biaya yang dikenakan oleh mesin ATM lebih tinggi daripada pertukaran online, untuk menutupi beberapa biaya tertentu. Ini termasuk biaya sewa ruang, pemeliharaan mesin, dan pengelolaan uang tunai.

Operator mesin ATM kripto tidak menentang adanya peraturan dan panduan yang lebih jelas, katanya, tetapi mereka menentang batasan biaya dan transaksi.

Operator mesin ATM kripto biasanya memerlukan lebih banyak jenis identifikasi jika seorang pelanggan melakukan transaksi lebih dari US$1.000, dan dalam beberapa kasus, tindakan transaksi bernilai tinggi, yang dapat membantu menghentikan penipu.

“Penipu semakin pintar. Pertanyaan saya kepada regulator adalah, mengapa Anda menghancurkan industri ketika penipuan juga terjadi di industri lain tetapi mereka juga tidak melakukan apa-apa?” pungkas Rida. [ab]

Terkini

Warta Korporat

Terkait