Penyebab Crypto Lemas Usai Suku Bunga Dipangkas

Pasar crypto kembali melemah meski The Fed memutuskan pemangkasan suku bunga dalam pertemuan FOMC terbaru. Bitcoin menghapus seluruh reli pra-FOMC dalam waktu kurang dari 12 jam, sementara Ethereum dan aset digital utama lainnya turut tertekan.

Kondisi crypto yang lemah ini dipicu kombinasi faktor makro, aksi ambil untung pelaku besar, hingga tekanan dari pasar saham teknologi yang anjlok setelah laporan pendapatan Oracle dirilis.

Analis Bull Theory menjelaskan bahwa penurunan bukan disebabkan oleh kebijakan The Fed yang bersifat negatif, melainkan karena ekspektasi pasar yang terlalu tinggi sebelum keputusan diumumkan.

Ekspektasi Tinggi yang Berbalik Tekanan Jual

Pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebenarnya bukan kejutan, mengingat probabilitas penurunan sudah mencapai 95 persen berdasarkan perkiraan pasar. Namun, langkah ini justru memunculkan aksi profit taking dari investor besar yang sebelumnya telah memposisikan diri.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Banyak trader institusi sudah mengantisipasi pemangkasan suku bunga dan tambahan likuiditas. Ketika keputusan keluar, mereka memilih merealisasikan keuntungan,” ujar Bull Theory.

BACA JUGA:  FOMC Tahan Suku Bunga, Begini Nasib Kripto

Reli yang muncul pada pekan sebelum FOMC terjadi karena pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menambah dukungan melalui pembelian T-bills. Ketika program senilai US$40 miliar per bulan itu dikonfirmasi, aksi jual justru meningkat.

Penurunan makin tajam setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan bahwa pasar tenaga kerja tampak melemah dan inflasi tetap berada di level tinggi.

Pernyataan tersebut menambah ketidakpastian, terutama setelah dot plot terbaru menunjukkan peluang pemangkasan yang lebih terbatas pada 2026. Setelah pasar saham AS tutup, tekanan jual meningkat dan membuat kondisi crypto lemah semakin terasa di awal perdagangan Asia.

Di saat yang sama, laporan pendapatan Oracle menambah sentimen negatif. Perusahaan teknologi tersebut melaporkan pendapatan di bawah ekspektasi dan peningkatan belanja modal. Dampaknya, saham Oracle anjlok sekitar 11–12 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, menyeret indeks saham teknologi lainnya.

BACA JUGA:  BIP 360: Fondasi Baru Bitcoin Menghadapi Ancaman Quantum Computing

“Koreksi tajam di sektor AI membuat investor menilai euforia teknologi sudah mendekati puncaknya,” ungkap Bull Theory.

Penurunan saham AI kemudian menyebar ke aset kripto yang memiliki korelasi tinggi terhadap performa saham teknologi.

Korelasi Erat dengan Saham Teknologi Tekan Pasar Crypto

Berdasarkan laporan Yahoo, dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin dan Ethereum semakin bergerak selaras dengan saham teknologi besar seperti Nasdaq dan perusahaan yang berfokus pada AI. Ketika saham teknologi dan AI tertekan, crypto ikut melemah.

Fenomena ini kembali terlihat jelas usai Oracle merilis kinerja keuangannya. Kondisi itu membuat pasar kripto berada dalam fase risk-off, di mana investor memilih keluar dari aset berisiko.

Sentimen hati-hati juga menguat setelah pertemuan internasional antara Donald Trump dan Xi Jinping, yang mendorong pelaku pasar untuk menunda masuk ke aset volatil. Dampaknya, arus keluar dari pasar modal dan kripto meningkat, sehingga memperpanjang fase crypto lemah di pertengahan pekan.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Turun, Investor Berpengalaman Asik Serok

Meski volatilitas meningkat, analis menilai kondisi fundamental kebijakan The Fed belum berubah. Bank sentral AS itu telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali dalam tiga pertemuan berturut-turut dan berkomitmen membeli T-bills senilai US$40 miliar dalam 30 hari ke depan.

Powell juga menegaskan bahwa kenaikan suku bunga bukan menjadi skenario dasar saat ini, serta memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tetap solid. Selain itu, data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja lebih lemah dari asumsi awal, memberi ruang lebih bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan bila diperlukan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia