Kalau kamu sempat bingung melihat berita yang bilang pendapatan pump.fun naik tajam, tapi harga PUMP di exchange malah terus menyusut, kamu tidak sendirian. Banyak investor pemula mengira ini soal proyek yang gagal. Padahal, penjelasannya lebih teknis dari itu, dan justru di situlah pentingnya kamu memahami mengapa harga token pump turun drastis sebelum mengambil keputusan. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!
BACA JUGA:Â 10 Tempat Beli Memecoin Terbaik 2026 yang Bisa Kamu Coba!
Pendapatan Pump.fun Ternyata Terus Tumbuh, Bukan Menyusut
Data on-chain menunjukkan rata-rata biaya harian dari launchpad pump.fun tercatat US$917 ribu AS di April, US$983 ribu di Mei, US$678 ribu di Juni, lalu naik lagi ke US$1,07 juta per hari pada akhir Juli 2026, performa terbaru ini menjadi capaian terkuat sejak Januari.
Uniknya, biaya ini dipungut dalam bentuk SOL, sementara harga rata-rata SOL sendiri turun dari US$132 di Januari menjadi US$77 di Juli. Artinya, angka dalam dolar terlihat lesu, padahal dalam satuan SOL justru sedang menguat, dari sekitar 10.900 SOL per hari di April menjadi sekitar 10.100 SOL per hari di Juli, jauh di atas rata-rata 3.500 SOL per hari setahun sebelumnya.
Kalau dihitung dalam SOL, pendapatan pump.fun sejak Juli 2025 ke Juli 2026 tumbuh mendekati 200 persen, dari sekitar 3.484 SOL per hari menjadi lebih dari 10.100 SOL per hari.
Melansir laman Tokenomics.com, model bisnis pump.fun memang dirancang sederhana, yaitu memungut komisi 1 persen dari setiap transaksi di bonding curve, lalu seluruh pendapatan tersebut dialokasikan untuk membeli kembali token PUMP dari pasar Jadi secara fundamental, mesin pendapatan pump.fun sebenarnya tidak rusak, bahkan sedang mempercepat lagi.
Mengapa Harga Token PUMP Turun Drastis Meski Fee Terus Mengalir?
Di sinilah letak masalah sebenarnya. Jumlah token PUMP yang dibeli kembali setiap hari anjlok dari sekitar 600 juta token per hari di Februari–Maret dan 512 juta di April, menjadi hanya 285 juta di Mei, 281 juta di Juni, dan tetap di kisaran 281 juta di Juli.
Kalau dilihat sebagai persentase dari pendapatan launchpad, porsi yang dipakai buyback sempat mencapai 100 hingga 114 persen hingga pertengahan April, lalu tiba-tiba turun ke 69 persen pada minggu 27 April, dan sejak itu bertahan di kisaran 53 hingga 62 persen saja.
Dengan kata lain, daya beli token dari hasil buyback dipangkas hampir setengahnya, padahal pendapatan kotornya sendiri tidak turun. Inilah jawaban paling mendasar dari pertanyaan mengapa harga token pump turun drastis, yaitu karena mekanisme yang menghubungkan pendapatan dengan permintaan token sudah tidak seefektif dulu.

Melansir laman Yahoo Finance, pump.fun sejauh ini sudah menghabiskan US$350 juta untuk membeli kembali token PUMP sejak Juli 2025, namun harga token tetap anjlok hingga 81 persen dari level tertinggi sepanjang masa.
Sebagian komunitas bahkan menilai struktur tokenomics pump.fun kurang menguntungkan investor ritel, karena founder dan investor awal memperoleh token dengan biaya yang sangat murah, sehingga tetap punya insentif untuk menjual meski program buyback terus berjalan.
Ada Kebocoran Lain yang Ikut Menggerus Nilai Token PUMP
Selain buyback yang melemah, ada beberapa faktor tambahan yang memperberat tekanan pada harga PUMP. Pertama, pembayaran ke creator bersifat tetap dan tidak bisa dihindari, yaitu selalu sebesar 24 persen dari total biaya launchpad setiap harinya. Artinya, dari awal pun tidak semua pendapatan kotor benar-benar menjadi milik protokol.
Kedua, daya serap buyback terhadap pasokan yang beredar juga melemah. Di Maret, buyback mampu menyerap sekitar 0,24 persen dari total suplai beredar setiap hari. Sekarang, angka itu tinggal 0,11 persen saja.
Yang lebih mengejutkan, suplai token yang beredar melonjak dari 205,7 miliar pada 14 Juli menjadi 262,8 miliar hanya sehari setelahnya, naik 28 persen sementara total suplai tidak berubah, yang mengindikasikan adanya unlock atau reklasifikasi token besar-besaran.

Melansir laman Messari, pump.fun memang menjadwalkan unlock besar pada 12 Juli 2026 yang melepas sekitar US$127 juta token, atau setara 29,23 persen dari suplai yang beredar saat itu.
Melansir laman FX Leaders, unlock tersebut secara spesifik melepas sekitar 82,5 miliar token PUMP, setara 8,25 persen dari total pasokan maksimum satu triliun token, yang berasal dari tim dan investor awal setelah masa penguncian satu tahun berakhir. Semakin banyak token beredar tanpa diimbangi permintaan yang sepadan, semakin besar pula tekanan jual terhadap harga.
BACA JUGA:Â 7 Memecoin di Robinhood Chain yang Lagi Happening di 2026!
Harga PUMP Juga Ikut Terseret Arus Pasar Kripto yang Lebih Luas
Faktor lain yang sering luput dari perhatian investor pemula adalah korelasi harga PUMP dengan SOL. Selama 200 hari terakhir, korelasi pergerakan harian PUMP dan SOL tercatat di angka 0,68, tergolong cukup erat.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, harga rata-rata SOL turun 42 persen, sementara PUMP turun 34 persen pada periode yang sama. Ini menunjukkan bahwa pendapatan pump.fun sebenarnya bukan faktor utama yang menggerakkan harga PUMP di pasar, melainkan sentimen pasar kripto secara umum, terutama pergerakan SOL sebagai token utama di ekosistem Solana tempat pump.fun beroperasi.
Bagaimana Kondisi Harga PUMP Belakangan Ini?
Meski tren jangka panjangnya masih tertekan, harga PUMP sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada akhir Juli 2026. Melansir laman CoinMarketCap, harga PUMP sempat menembus level US$0,002 pada 27 Juli 2026, level tertinggi dalam 11 minggu terakhir, setelah pasar berhasil menyerap unlock besar tanpa tekanan jual yang signifikan.

Kenaikan ini turut didorong oleh sentimen positif dari pembelian token oleh figur berpengaruh di komunitas kripto serta program buyback dan burn yang terus berjalan.
Melansir laman CoinCentral, pump.fun total sudah menghabiskan sekitar US$410 juta untuk buyback dan membakar permanen 151,1 miliar token, atau lebih dari 15 persen dari total suplai awal.
Program pembakaran token ini penting karena secara langsung mengurangi suplai beredar, meski efeknya baru terasa jika laju pembakaran bisa mengimbangi laju unlock token baru yang masih akan berlangsung ke depan.
Jadi, Apa yang Perlu Kamu Perhatikan Sebagai Investor?
Singkatnya, penurunan harga PUMP bukan cerminan bisnis pump.fun yang gagal, karena pendapatannya dalam satuan SOL justru tumbuh signifikan dan sempat mendekati 200 persen dibanding tahun lalu.
Masalah utamanya ada pada tiga hal, yaitu porsi buyback dari pendapatan yang dipangkas hampir separuh sejak akhir April, pembayaran tetap ke creator sebesar 24 persen yang mengurangi dana buyback, serta lonjakan suplai token beredar akibat unlock besar yang membanjiri pasar.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan token dengan model buyback seperti PUMP, jangan hanya melihat angka pendapatan headline-nya saja, tapi cek juga berapa persen dari pendapatan itu yang benar-benar dibelikan kembali ke token, dan seberapa besar jadwal unlock yang masih menanti di depan.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


