spot_img
spot_img

Penyedia Software Tibco Garap Teknologi Blockchain

Penyedia software analisa dan integrasi Tibco telah membentuk laboratorium baru untuk membuat produk dan layanan baru di sektor berkembang seperti blockchain, machine learning, kecerdasan buatan dan internet of things (IoT), seperti dilansir dari Computer Weekly, pada Rabu, (5/9).

Sebagai contoh, di sektor blockchain perusahaan ini membentuk proyek yang dinamakan Dovetail untuk menjawab tantangan menerapkan blockchain. Kepada wartawan, Nelson Petracek Global CTO Tibco, mengatakan bahwa proyek Dovetail akan memudahkan pembuatan smart contract tanpa perlu langkah pemrograman yang sulit.

Logika program diambil dari kode sederhana dan smart contract bisa ditempatkan pada susunan blockchain dengan sedikit perubahan. Tibco mengatakan bahwa komputasi on-chain dan off-chain bisa menjadi lebih mulus, akses ke pasar lebih cepat dan resiko penguncian teknologi berkurang.

Teknologi blockchain Tibco juga diterapkan ke alat AuditSafe-nya, sebuah program pembukuan audit berbasis cloud yang bisa digunakan perusahaan-perusahaan untuk menyimpan dan mengaudit hasil proses bisnis dalam Tibco Cloud dan sistem pihak ketiga lainnya.

Proyek Dovetail dan pembentukan lab baru Tibco, yang terbuka untuk diikuti oleh pelanggan dan mitra Tibco, hadir di saat minat terhadap blockchain berkembang pesat di kawasan Asia Pasifik.

Pada bulan Juli 2018, Global eTrade Services yang berbasis di Singapura memulai sebuah jaringan blockchain perdagangan terbuka untuk mendongkrak perdagangan lintas batas antara Tiongkok dan bagian Asia lainnya.

Seiring inisiatif Belt Road dan Southern Transport Corridor Tiongkok, jaringan blockchain yang perlu izin ini dijalankan oleh node yang terpercaya yang ditampung oleh perusahaan hukum perdagangan yang terakreditasi.

Dengan meningkatkan keamanan pertukaran dokumen, seperti sertifikat keaslian dan surat tagihan, jaringan blockchain tersebut diharapkan dapat mendukung transparansi dan kepercayaan antara pengirim, penerus muatan dan pelanggan.

Di Australia, firma layanan profesional Herbert Smith Freehils, Data61 dan IBM membangun sebuah blockchain nasional untuk mengelola smart contract mulai dari tahap negosiasi, persetujuan hingga keberlangsungan kontrak tersebut. Proyek rintisan sedang berjalan, dan jika sistem ini bekerja sesuai harapan, blockchain nasional akan ditawarkan ke perusahaan-perusahaan Australia dan ke seluruh dunia.

Menurut penelitian Netscribes, pasar global teknologi blockchain diperkirakan akan bertumbuh 42,8% setiap tahun dan mencapai hampir US$14 milyar pada tahun 2022. Amerika Utara memegang porsi adopsi blockchain paling besar, dan diperkirakan akan mendominasi pasar blockchain dalam waktu dekat. Akan tetapi, kawasan Asia Pasifik diprediksi akan mengadopsi teknologi ini lebih cepat, dikarenakan penggunaannya sangat masif di Tiongkok dan India.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan EY pada Juni 2018, 61% profesional senior mengatakan, bahwa kerumitan regulasi adalah hambatan terbesar adopsi blockchain, diikuti oleh integrasi dengan teknologi yang sudah ada (51%) dan kurangnya pemahaman tentang manfaat blockchain (49%). [ed]

spot_img

Terkini

spot_img
spot_img
spot_img

Terkait