PEPE Terbang 15 Persen dalam Sehari, ANSEM Jadi Pemicunya?

Harga PEPE melesat sekitar 15 persen dalam 24 jam terakhir, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik di pasar kripto hari ini. Kenaikan tersebut jauh melampaui laju pasar secara keseluruhan yang naik tipis.

Di balik reli ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada fenomena yang tengah berkembang di pasar meme coin. Viralnya ANSEM disebut-sebut mendorong arus dana spekulatif kembali mengalir ke segmen tersebut, sehingga ikut mendongkrak harga PEPE.

Reli PEPE Ungguli Pasar, Sektor Meme Coin Memanas

Harga PEPE mencatat kenaikan 15,01 persen dalam 24 jam terakhir hingga diperdagangkan di kisaran US$0,00000283. Penguatan tersebut jauh melampaui performa pasar kripto secara keseluruhan yang hanya naik sekitar 2,07 persen pada periode yang sama.

Pergerakan ini mengindikasikan bahwa minat investor tidak hanya terfokus pada aset kripto berkapitalisasi besar. Sebagian modal mulai beralih ke aset dengan profil risiko lebih tinggi, terutama meme coin yang kembali menjadi perbincangan di pasar.

Pergerakan Harga PEPE Hari Ini (4 Juli 2026) - CoinMarketCap
Pergerakan Harga PEPE Hari Ini (4 Juli 2026) – CoinMarketCap

Fenomena ini dikenal sebagai sector rotation, yaitu perpindahan arus modal dari satu sektor ke sektor lain yang dinilai memiliki potensi imbal hasil lebih besar dalam jangka pendek. Kali ini, sektor meme coin menjadi tujuan utama para investor spekulatif.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 10 Juni 2026: PEPE Jadi Sorotan, 4 Altcoin Ini Dekati Momen Krusial

Salah satu pemicu yang banyak disorot adalah The Black Bull (ANSEM). Sejak diluncurkan, token tersebut mencatat kenaikan hingga puluhan ribu persen, memancing euforia di kalangan trader sekaligus menarik likuiditas kembali masuk ke pasar meme coin.

Efeknya tidak hanya dirasakan ANSEM. PEPE menjadi salah satu meme coin yang saat ini paling diuntungkan dari pergeseran arus dana tersebut, sementara koin meme lain seperti BONK juga ikut mencatatkan kenaikan tajam dalam periode yang sama.

Volume Meledak, Sentimen PEPE Semakin Positif

Selain didorong euforia, reli PEPE juga diperkuat oleh lonjakan aktivitas perdagangan. Volume transaksi token ini meningkat sekitar 65,11 persen dalam 24 jam terakhir hingga mencapai US$286,74 juta, mencerminkan tingginya minat pelaku pasar.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Peningkatan volume perdagangan umumnya menjadi sinyal bahwa tekanan beli menguat, bukan sekadar kenaikan harga yang terjadi di tengah likuiditas rendah. Hal ini membuat reli PEPE dinilai memiliki fondasi yang lebih solid.

BACA JUGA:  Fatal! Salah Copas Wallet, Rp5 Miliar Kripto Langsung Hilang

Di tengah momentum tersebut, akun resmi PEPE di platform X kembali aktif setelah cukup lama tidak mengunggah pembaruan sejak awal Juni 2026. Unggahan itu pun langsung menarik perhatian komunitas.

“Aku akan berhasil, dan tidak ada siapa pun yang bisa menghentikanku. PEPE,” tulis akun resmi PEPE di X pada Selasa (30/06/2026).

Tweet Terbaru Akun Resmi PEPE - X
Tweet Terbaru Akun Resmi PEPE – X

Meski hanya berupa kalimat singkat, unggahan tersebut sukses membangkitkan antusiasme komunitas. Di pasar meme coin, narasi yang kuat dan dukungan komunitas kerap menjadi katalis yang mempercepat pergerakan harga.

Kombinasi antara melonjaknya volume, ramainya perbincangan PEPE di media sosial, serta efek viral ANSEM membuat sektor meme coin kembali disorot investor dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi Makro Ikut Mendukung, Namun Risiko Tetap Ada

Di luar faktor internal pasar koin meme, reli PEPE juga mendapat dorongan dari membaiknya sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Kondisi makroekonomi yang kondusif membuat minat terhadap aset berisiko meningkat.

Perubahan sentimen tersebut muncul setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan hanya terdapat sekitar 57.000 lapangan kerja baru, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan 110.000 pekerjaan baru.

BACA JUGA:  Ramai Meme Coin World Cup 2026, Bukti Kripto Masih Digerakkan Hype?

Di saat yang sama, pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang menilai risiko inflasi mulai mereda turut memperkuat ekspektasi bahwa tekanan kebijakan moneter ke depan akan semakin berkurang.

“Ekspektasi inflasi dalam empat minggu terakhir telah menurun. Risiko inflasi juga semakin mereda,” ujar Warsh, sebagaimana dikutip dari laporan The New York Times pada Rabu (01/07/2026).

Dari sisi teknikal, PEPE memiliki peluang melanjutkan kenaikan apabila mampu bertahan di atas area support US$0,00000266. Jika level tersebut bertahan, harga berpotensi menguji area resistensi berikutnya di sekitar US$0,000003.

Meski demikian, investor tetap perlu waspada. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 78 atau overbought, sehingga PEPE berpotensi terkoreksi apabila tekanan jual meningkat dan support gagal dipertahankan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait