Peran perempuan Indonesia di sektor teknologi kian menguat, khususnya dalam bidang keamanan siber dan blockchain.
Hal ini mengemuka dalam podcast bertajuk Women in Tech Indonesia: Memimpin Era Cyber & Blockchain yang disiarkan oleh Bloomberg Technoz. Podcast tersebut menyoroti meningkatnya kontribusi dan kepemimpinan perempuan dalam ekosistem teknologi nasional di tengah percepatan transformasi digital.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah pelaku industri menegaskan bahwa perempuan Indonesia kini tidak lagi berada di posisi pendukung, melainkan telah menempati peran strategis dalam pengembangan produk digital, pengelolaan aset berbasis blockchain, hingga perancangan sistem keamanan siber.
Perubahan ini dinilai sebagai bagian dari dinamika industri yang semakin menuntut kompetensi dan perspektif yang beragam.
Product Manager di PT Kustodian Koin Indonesia, Dian Rintari, menyampaikan bahwa industri teknologi pada dasarnya berbasis meritokrasi. Menurut Dian, kompetensi menjadi faktor utama dalam menentukan peran dan jenjang karir di sektor ini.
Namun, ia juga menekankan pentingnya dukungan lingkungan serta akses pendidikan yang memadai agar semakin banyak perempuan Indonesia dapat berkiprah di bidang blockchain dan aset digital.
Mengurai Hambatan di Dunia STEM
Meski kontribusi terus meningkat, keterlibatan perempuan Indonesia di sektor teknologi masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan jumlah tenaga ahli perempuan di bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) menjadi salah satu hambatan utama.
Selain itu, faktor budaya dan persepsi mengenai peran gender juga disebut masih memengaruhi partisipasi perempuan di sejumlah lini industri teknologi.
Namun demikian, sejumlah pelaku industri menilai tantangan tersebut dapat diatasi melalui peningkatan literasi digital, akses pendidikan teknologi yang lebih luas, serta penciptaan lingkungan kerja yang inklusif.
Diskusi tersebut menekankan bahwa penguatan kapasitas dan kesempatan yang setara akan mempercepat kontribusi perempuan Indonesia dalam sektor keamanan siber dan blockchain.
Kontribusi Perempuan Indonesia dalam Strategi Keamanan Digital
Sementara itu, President & Managing Director Xynexis, Eva Noor, menyoroti pentingnya perspektif perempuan dalam pengembangan solusi keamanan siber. Ia menjelaskan bahwa keberagaman sudut pandang berperan dalam membangun sistem yang lebih adaptif terhadap dinamika ancaman digital.
“Keberagaman perspektif, termasuk empati dan pendekatan berbasis kepercayaan, menjadi nilai tambah dalam membangun solusi keamanan yang komprehensif,” jelas Eva Noor.
Menurut dia, pendekatan yang mempertimbangkan aspek perilaku pengguna dan faktor human-centric semakin relevan di tengah meningkatnya kompleksitas serangan siber.
Dalam konteks ini, kontribusi perempuan Indonesia dinilai memperkaya strategi keamanan digital yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga pemahaman sosial.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



