Penulis buku keuangan terkenal Robert Kiyosaki menyoroti dampak luas konflik yang melibatkan Iran, Israel dan AS terhadap sistem keuangan global.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Robert Kiyosaki menilai perang tersebut bukan hanya peristiwa militer, tetapi juga peristiwa ekonomi yang dapat memengaruhi energi, inflasi, pasar keuangan, rantai pasokan, hingga pergerakan modal global.
“Sebagian besar orang berpikir perang terjadi dengan misil dan tank. Mereka keliru. Perang juga terjadi melalui uang, energi dan pasar,” tulis Kiyosaki.
Ia menilai konflik di Timur Tengah saat ini berpotensi mengubah berbagai aturan keuangan global. Dalam pandangannya, Robert Kiyosaki memaparkan lima pelajaran finansial penting yang menurutnya mulai terlihat dari perkembangan konflik tersebut.
Energi Menjadi Penggerak Utama Ekonomi Global
Robert Kiyosaki menilai energi merupakan fondasi utama ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa setiap kali konflik meningkat di kawasan Timur Tengah, pasar minyak hampir selalu menjadi sektor pertama yang bereaksi.
Hal ini berkaitan dengan posisi strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Ketika jalur tersebut terancam, harga minyak cenderung melonjak dan memicu dampak berantai terhadap ekonomi global.
“Ketika jalur itu terancam, harga minyak melonjak, inflasi naik dan ekonomi melambat,” tulis Robert Kiyosaki.
Ia menegaskan bahwa energi bukan sekadar komoditas perdagangan biasa, melainkan salah satu faktor utama yang menentukan stabilitas ekonomi dunia.
Perang Memicu Lonjakan Inflasi
Dalam pandangan Kiyosaki, perang hampir selalu berujung pada peningkatan inflasi. Konflik berskala besar membutuhkan biaya sangat besar yang sering kali dibiayai melalui peningkatan utang pemerintah atau ekspansi moneter.
Menurutnya, kenaikan harga energi akibat konflik akan berdampak langsung pada berbagai sektor ekonomi. Biaya transportasi meningkat, harga pangan ikut terdorong naik dan biaya produksi industri juga mengalami kenaikan.
“Perang sangat mahal. Pemerintah tidak membiayainya dengan tabungan, tetapi dengan utang dan pencetakan uang,” tulis Kiyosaki.
Kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan tekanan inflasi yang dirasakan di hampir seluruh sektor ekonomi.
Pasar Keuangan Bergerak Lebih Cepat dari Berita
Robert Kiyosaki juga menyoroti respons cepat pasar keuangan terhadap konflik geopolitik. Ia menjelaskan bahwa investor biasanya mulai memindahkan dana mereka sebelum informasi konflik sepenuhnya dipahami oleh publik.
Pada tahap awal konflik ini, ia mencatat bahwa pasar global mulai menunjukkan volatilitas yang meningkat. Sektor energi mengalami kenaikan harga, sementara sebagian modal mulai berpindah ke aset yang dianggap lebih aman.
“Pasar tidak menunggu kepastian. Mereka bergerak berdasarkan risiko,” ungkapnya.
Menurutnya, pola ini menunjukkan bagaimana investor global terus memantau perkembangan geopolitik untuk menentukan strategi investasi mereka.
Rantai Pasokan Bisa Menjadi Senjata Ekonomi
Robert Kiyosaki juga menyoroti pentingnya rantai pasokan dalam konflik modern. Ia menjelaskan bahwa perang tidak hanya menargetkan kekuatan militer, tetapi juga infrastruktur ekonomi yang menjadi tulang punggung perdagangan global.
Jalur energi, jalur pelayaran, hingga pusat keuangan dapat menjadi titik strategis yang berdampak besar terhadap ekonomi dunia.
Robert Kiyosaki menilai bahwa gangguan kecil pada jalur distribusi energi atau perdagangan internasional dapat memicu efek domino yang menyebar ke berbagai negara.
Geopolitik Menentukan Arah Pergerakan Uang
Robert Kiyosaki menegaskan bahwa geopolitik pada akhirnya berpengaruh langsung terhadap pergerakan uang global. Ia menilai keputusan politik internasional, jalur energi, dan berbagai aliansi strategis dapat memindahkan aliran modal dalam skala besar.
“Banyak orang berkata mereka tidak mengikuti politik. Namun sebenarnya politik mengikuti uang mereka,” tulisnya.
Dalam pandangannya, konflik seperti yang terjadi di Timur Tengah tidak hanya menjadi peristiwa regional, tetapi juga menjadi peristiwa finansial yang memengaruhi ekonomi global.
Sebelumnya, redaksi juga menyoroti peringatan keras Kiyosaki terkait potensi krisis pasar keuangan global. Ia memperkirakan kemungkinan terjadinya crash saham terbesar dalam sejarah dalam waktu mendatang. Meski demikian, Robert Kiyosaki menyatakan tidak panik menghadapi potensi krisis tersebut.
Sebaliknya, ia melihat krisis sebagai peluang bagi investor yang telah bersiap. Dalam beberapa kesempatan, Kiyosaki menyebut bahwa strategi investasinya berfokus pada aset yang dianggap memiliki nilai fundamental kuat.
Ia mengungkapkan bahwa portofolionya mencakup emas fisik, perak, Ethereum, serta Bitcoin. Pilihan tersebut menunjukkan preferensi Robert Kiyosaki terhadap aset riil dan kripto utama yang menurutnya dapat bertahan dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



