Ini Perbedaan Robinhood Chain dengan Ethereum yang Harus Kamu Tahu!

Perbedaan Robinhood Chain dengan Ethereum yang paling mendasar terletak pada posisinya, di mana Robinhood Chain sebenarnya adalah jaringan Layer 2 yang berjalan di atas Ethereum, bukan pesaing yang berdiri sendiri.

Belakangan ini nama Robinhood Chain cukup ramai dibicarakan di kalangan investor kripto, terutama setelah platform trading asal Amerika Serikat ini resmi meluncurkan mainnet publiknya.

Buat kamu yang baru mengenal dunia blockchain, wajar kalau muncul pertanyaan, apa bedanya jaringan baru ini dengan Ethereum yang sudah lebih dulu populer? Nah, artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan Robinhood Chain dengan Ethereum supaya kamu enggak salah paham sebelum mulai bertransaksi di sana.

BACA JUGA: Tutorial Deposit ETH ke Robinhood Chain Untuk Pemula!

Robinhood Chain Itu Sebenarnya Bagian dari Ekosistem Ethereum

Banyak orang mengira Robinhood Chain adalah blockchain yang benar-benar terpisah dari Ethereum, padahal kenyataannya tidak begitu. Melansir laman resmi dokumentasi Robinhood Chain, jaringan ini bersifat EVM-compatible, artinya kontrak pintar yang ditulis dengan bahasa Solidity atau Vyper bisa langsung dijalankan tanpa perlu modifikasi khusus.

Robinhood Chain dibangun menggunakan teknologi Arbitrum Nitro sebagai Layer 2, sehingga secara teknis ia tetap menumpang pada keamanan dan infrastruktur milik Ethereum.

Robinhood Chain resmi meluncurkan mainnet publiknya pada 1 Juli 2026 dalam sebuah acara di London, dengan membawa 95 saham yang sudah ditokenisasi dan bisa diperdagangkan selama 24 jam penuh.

Dalam waktu kurang dari seminggu, jaringan ini sudah memproses sekitar 4 juta transaksi dan mengumpulkan lebih dari 240 juta dolar AS dalam bentuk deposit.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Jadi meskipun namanya berdiri sendiri, Robinhood Chain sejatinya adalah “anak” dari Ethereum yang dirancang khusus untuk kebutuhan aset dunia nyata seperti saham.

BACA JUGA:  ETH Bersiap Hajar BTC, Pola Langka Ini Isyaratkan Reli Besar

Cara Kerja Blok dan Waktu Berbeda dari Ethereum

Salah satu perbedaan Robinhood Chain dengan Ethereum yang penting untuk kamu pahami ada pada cara kerja nomor bloknya.

Melansir laman dokumentasi resmi Robinhood Chain, fungsi block.number di jaringan ini hanya menampilkan perkiraan nomor blok Ethereum, bukan nomor blok Robinhood Chain yang sebenarnya, dan nilainya hanya diperbarui secara berkala.

Ini berbeda jauh dari Ethereum, di mana block.number benar-benar mencerminkan nomor blok yang sedang berjalan secara akurat.

Selain itu, elemen block.prevrandao yang biasanya dipakai sebagai sumber keacakan di Ethereum, di Robinhood Chain justru mengembalikan nilai konstan alias tidak berubah-ubah.

Artinya, kalau kamu ingin membangun aplikasi yang butuh unsur acak seperti game atau undian on-chain, Robinhood Chain enggak bisa diandalkan untuk itu dan kamu perlu memakai oracle khusus seperti Chainlink VRF.

Biaya Transaksi di Robinhood Chain Punya Struktur Ganda

Kalau di Ethereum kamu hanya perlu memikirkan satu jenis gas fee, di Robinhood Chain ceritanya sedikit berbeda. Biaya transaksi di jaringan ini terdiri dari dua komponen, yaitu biaya eksekusi di Layer 2 itu sendiri, ditambah biaya data Layer 1 untuk mencatatkan transaksi tersebut ke Ethereum.

Struktur ganda ini membuat cara menghitung estimasi gas di Robinhood Chain jadi sedikit lebih rumit dibanding Ethereum murni.

Menariknya lagi, meskipun berjalan sebagai jaringan terpisah, Robinhood Chain tetap menggunakan ether sebagai alat pembayaran biaya jaringan dan tidak memiliki token native sendiri.

Melansir laman DataWallet, hal ini berarti eksposur investor terhadap Robinhood Chain justru mengalir lewat saham HOOD yang tercatat di Nasdaq, bukan lewat token kripto tertentu.

Ini jadi salah satu perbedaan Robinhood Chain dengan Ethereum yang cukup mencolok, sebab Ethereum sendiri punya token native, yaitu ETH, yang menjadi tulang punggung seluruh ekosistemnya.

BACA JUGA: 10 Proyek di Robinhood Chain yang Harus Kamu Pantau!

Urutan Transaksi Robinhood Chain Lebih Adil untuk Pengguna Biasa

Urutan Transaksi di Ethereum vs Robinhood Chain
Urutan Transaksi di Ethereum vs Robinhood Chain.

Di Ethereum, para validator biasanya memprioritaskan transaksi berdasarkan besaran biaya prioritas yang dibayarkan pengguna. Jadi kalau kamu buru-buru dan mau transaksimu cepat diproses, kamu perlu membayar gas fee lebih tinggi supaya bisa “menyalip” antrean.

Mekanisme ini tidak berlaku di Robinhood Chain karena jaringan ini menerapkan sistem first-come, first-served berdasarkan waktu kedatangan transaksi di sequencer. Artinya, menaikkan biaya transaksi enggak akan membuat transaksimu diproses lebih dulu dibanding transaksi lain yang sudah lebih dulu masuk antrean.

Pendekatan ini membuat Robinhood Chain terasa lebih ramah untuk pengguna awam yang enggak paham strategi gas fee tinggi demi transaksi cepat, sekaligus mengurangi praktik semacam priority gas auction yang kerap terjadi di Ethereum.

Robinhood Chain Punya Sistem Penyaringan Transaksi untuk Kepatuhan

Perbedaan Robinhood Chain dengan Ethereum berikutnya berkaitan dengan aspek kepatuhan atau compliance. Jaringan ini menerapkan penyaringan transaksi di level sequencer untuk menjaga standar kepatuhan regulasi. Contohnya, transaksi yang berkaitan dengan alamat wallet yang masuk daftar sanksi akan otomatis dikecualikan dari proses pencatatan.

Sistem Penyaringan Transaksi di Robinhood Chain

Mekanisme semacam ini enggak ada di Ethereum, yang sifatnya benar-benar permissionless dan tidak melakukan penyaringan transaksi di level protokol dasarnya.

Hal ini sejalan dengan posisi Robinhood Chain sebagai jaringan yang dirancang untuk menampung aset finansial teregulasi, seperti Stock Tokens yang merupakan versi tokenisasi dari saham-saham populer seperti NVIDIA dan Apple.

Namun perlu kamu ingat, melansir laman TechTimes, Stock Tokens ini berbentuk surat utang atau debt securities, bukan saham dalam arti kepemilikan langsung, sehingga pemegangnya tidak memiliki hak suara atau hak sebagai pemegang saham sesungguhnya.

BACA JUGA:  XRP Bidik Pasar Indonesia, OJK Siap Buka Jalan!

Kapasitas Kontrak Robinhood Chain Lebih Besar dari Ethereum

Dari sisi teknis pengembangan, Robinhood Chain juga menawarkan kelonggaran yang enggak dimiliki Ethereum. Melansir laman dokumentasi resmi Robinhood Chain, jaringan ini mengizinkan ukuran kontrak pintar maksimal hingga 96 KB, jauh lebih besar dibanding batas Ethereum yang hanya 24 KB.

Artinya, pengembang bisa membangun kontrak yang lebih kompleks dan enggak perlu memecah kodenya menjadi beberapa bagian kecil seperti yang biasa dilakukan di Ethereum mainnet.

Kelonggaran ini menjadikan Robinhood Chain lebih fleksibel untuk kebutuhan aplikasi finansial yang kompleks, sejalan dengan fokus utamanya pada tokenisasi aset dunia nyata dan produk DeFi seperti Robinhood Earn yang menawarkan imbal hasil sekitar 7 persen APY.

BACA JUGA: 5 Wallet Robinhood Chain Terbaik untuk Trading di 2026!

Jadi, Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?

Setelah memahami berbagai perbedaan Robinhood Chain dengan Ethereum di atas, kamu bisa melihat bahwa keduanya sebenarnya saling melengkapi, bukan bersaing secara langsung.

Ethereum tetap menjadi lapisan dasar yang menjamin keamanan, sementara Robinhood Chain hadir sebagai solusi Layer 2 yang lebih cepat, murah, dan ramah regulasi untuk kebutuhan tokenisasi aset finansial seperti saham.

Mulai dari cara kerja nomor blok, struktur biaya transaksi, urutan pemrosesan, hingga sistem kepatuhannya, semua dirancang khusus supaya Robinhood Chain cocok untuk kebutuhan trading aset dunia nyata secara 24 jam.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait