Peretas Binance Diduga Jual 7,77 Triliun PEPE, Harga Anjlok Lebih dari 12 Persen

Pergerakan token meme PEPE menjadi sorotan setelah sejumlah wallet yang dikaitkan dengan dugaan peretasan Binance terdeteksi memindahkan aset dalam jumlah besar.

Data blockchain menunjukkan sekitar 7,77 triliun PEPE berpindah alamat, sementara laporan terbaru dari analis on-chain mengindikasikan bahwa token tersebut telah dijual untuk memperoleh Ethereum (ETH).

Aktivitas ini berlangsung ketika Binance tengah menyelidiki dugaan insiden keamanan yang melibatkan sejumlah hot wallet miliknya pada Kamis (29/10/2026). Di tengah ketidakpastian tersebut, harga PEPE mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 12 persen dalam 24 jam.

Berdasarkan data Arkham Intelligence, sejumlah alamat telah dikelompokkan dalam entitas bernama binance-hacker-1029, yang digunakan untuk melacak aset terkait dugaan peretasan tersebut.

PEPE di binance hacker

Salah satu tangkapan layar portofolio Arkham memperlihatkan kepemilikan sekitar 2,501 triliun PEPE senilai US$11,35 juta, dengan harga token ketika itu berada di kisaran US$0,00000454.

Namun, perkembangan selanjutnya menunjukkan aktivitas yang jauh lebih besar daripada saldo PEPE dalam tangkapan layar tersebut.

Peretas Binance Dilaporkan Tukar 7,77 Triliun PEPE Menjadi ETH

Menurut catatan transaksi Whale Alert, sebanyak 7.772.977.017.415 PEPE dipindahkan pada Jumat (30/10/2026), pukul 04.49 WIB.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Transaksi di jaringan Ethereum tersebut memiliki nilai sekitar US$37,48 juta berdasarkan harga token ketika perpindahan berlangsung.

Binance PEPE

Aset dikirim dari alamat 0x5227f603…2f8c menuju 0x600d6f00…8298, yang keduanya diidentifikasi Whale Alert sebagai alamat terkait insiden Binance.

BACA JUGA:  Harga KAIA Meroket 46 Persen, Listing di Upbit Korea Jadi Sorotan

Perpindahan tersebut dapat diperiksa melalui hash transaksi di Etherscan. Meski demikian, transaksi transfer itu sendiri belum membuktikan bahwa seluruh token langsung dijual di pasar.

Petunjuk mengenai aktivitas penjualan muncul dalam laporan analis on-chain Ai Yi, yang menyebut bahwa sekitar 7,77 triliun PEPE telah ditukar menjadi 14.049 ETH.

Berdasarkan perhitungan analis tersebut, nilai penjualan melampaui US$31,9 juta, dengan harga rata-rata sekitar US$0,0000041 per PEPE.

Perbedaan nilai antara transfer awal sebesar US$37,48 juta dan hasil penukaran yang dilaporkan mencerminkan perbedaan harga dan waktu penghitungan. Angka-angka tersebut juga tidak boleh langsung ditafsirkan sebagai kerugian perdagangan tanpa pemeriksaan seluruh rangkaian transaksi.

Sementara itu, platform analitik Lookonchain turut melaporkan bahwa pihak yang dikaitkan dengan insiden Binance mulai menukar sejumlah altcoin, termasuk PEPE, Uniswap (UNI), dan Chainlink (LINK), menjadi ETH.

Aktivitas tersebut menunjukkan upaya mengubah berbagai aset kripto menjadi satu aset utama. Namun, kepastian mengenai pengendali seluruh alamat dan hasil akhir penukaran masih bergantung pada penelusuran on-chain lanjutan.

Harga PEPE Tertekan, Turun 12,65 Persen dalam 24 Jam

Tekanan terhadap harga PEPE terlihat jelas di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap dugaan peretasan Binance.

BACA JUGA:  Hacker Bitget Belum Selesai, Rp1,4 Triliun Sudah Keluar Sejak 15 Oktober

Berdasarkan data harga Binance, pada saat artikel ini disusun, PEPE diperdagangkan di sekitar US$0,0000044, mencatat penurunan 12,65 persen dalam 24 jam terakhir.

Dalam periode yang sama, harga PEPE sempat mencapai area US$0,0000056 sebelum tertekan menuju US$0,0000044. Pergerakan tersebut memperlihatkan pembalikan yang cukup tajam setelah token sebelumnya mengalami penguatan.

Penjualan dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan tekanan terhadap harga, terutama ketika likuiditas pasar tidak cukup kuat untuk menyerap pasokan yang masuk dalam waktu singkat.

Meski demikian, belum dapat dipastikan seberapa besar porsi penurunan harga PEPE yang secara langsung disebabkan oleh transaksi pihak terduga peretas.

Pasalnya, pelemahan juga berlangsung di pasar kripto yang lebih luas, menyusul kekhawatiran investor terhadap keamanan aset di Binance.

Situasi ini membuat pergerakan PEPE menjadi semakin sensitif terhadap perkembangan investigasi dan kemungkinan transaksi lanjutan dari alamat-alamat yang sedang dipantau.

Binance Selidiki Insiden, Aset US$2,54 Miliar Telah Dibekukan

Di tengah aktivitas wallet yang mencurigakan, Binance telah mengakui adanya potensi masalah keamanan yang sedang diselidiki.

Dalam pernyataan resminya di media sosial, perusahaan menyampaikan bahwa sekitar US$2,54 miliar aset terkait insiden telah berhasil dibekukan. Jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring koordinasi dengan penegak hukum, penerbit token, serta perusahaan analitik blockchain.

Binance juga menegaskan bahwa dana pengguna tetap aman dan proses investigasi dilakukan untuk memastikan cakupan insiden serta mencegah risiko lanjutan.

BACA JUGA:  Uptober 2026 Dimulai Tanpa FOMO Bitcoin, Meme Coin Justru Curi Perhatian

Sejumlah perusahaan kripto turut membantu proses pembekuan aset. Tether dilaporkan membekukan hampir US$1,57 miliar dalam USDT, sedangkan Circle membekukan lebih dari US$800 juta dalam USDC.

Sementara itu, Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), menyatakan bahwa insiden tersebut tampak seperti peretasan. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa dana pengguna akan tetap terlindungi, meskipun dirinya tidak lagi mengelola operasional Binance.

Kendati berbagai estimasi mengenai nilai aset yang terdampak telah beredar, Binance belum menetapkan secara final jumlah kerugian maupun penyebab teknis insiden tersebut.

Untuk PEPE, perhatian pasar kini tertuju pada kemungkinan berlanjutnya penjualan dari alamat yang terhubung dengan dugaan peretas, terutama apabila aset yang masih tersisa kembali dipindahkan menuju protokol pertukaran.

Dengan harga yang sudah mengalami koreksi tajam, perkembangan transaksi berikutnya dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi volatilitas PEPE dalam perdagangan jangka pendek.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait