Peretasan Bank Prancis Bikin Geger, Duit US$112 Juta Raib dan Jejaknya Menyebar ke 526 Wallet Kripto!

Sebuah bank di Prancis menjadi korban serangan siber bernilai fantastis. Namun, yang membuat kasus ini semakin menarik bukan hanya besarnya dana yang dicuri, melainkan bagaimana jejak uang tersebut akhirnya muncul di blockchain dan menyebar ke ratusan wallet kripto.

Korban dalam kasus ini adalah Crédit Mutuel Arkéa, kelompok perbankan asal Prancis yang mengonfirmasi serangan siber pada 4 November 2026. Bank tersebut mengungkap bahwa penyerang berhasil melakukan transaksi ilegal menggunakan rekening milik perusahaan.

Berdasarkan laporan Reuters pada Kamis (7/11/2026), nilai pencurian diperkirakan mencapai €100 juta atau sekitar US$112,6 juta. Akan tetapi, investigasi blockchain menemukan aliran aset kripto dengan nilai yang bahkan lebih besar.

Perusahaan analitik blockchain Bitquery berhasil melacak penarikan USDC senilai US$126,04 juta dari tiga bursa kripto menuju 17 wallet awal. Penelusuran lanjutan kemudian mengidentifikasi jaringan yang mencakup 526 wallet yang dikaitkan dengan pelaku.

Hacker Membobol Rekening Bank, Bukan Dana Nasabah

Dalam pernyataan resminya, Crédit Mutuel Arkéa menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan platform milik salah satu penyedia layanan pihak ketiga untuk mengakses sistem bank.

Dari sana, penyerang menggunakan rekening milik bank untuk mengirimkan uang ke lembaga perbankan lain. Dana tersebut kemudian berpotensi dikonversi menjadi kripto melalui platform perdagangan khusus.

Menariknya, serangan ini tidak melibatkan pembobolan langsung terhadap rekening nasabah.

Pihak bank menegaskan bahwa dana pelanggan tetap aman. Insiden tersebut hanya menyebabkan keterlambatan sementara pada sejumlah transaksi setelah bank menghentikan sebagian operasinya untuk membatasi aktivitas ilegal.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Bank juga membantah laporan yang menyebut Fortuneo, anak usaha perbankan digitalnya, sebagai pintu masuk serangan.

Menurut Crédit Mutuel Arkéa, serangan berasal dari pihak eksternal dan tidak disebabkan oleh kesalahan manusia di internal perusahaan. Namun, identitas penyedia layanan yang menjadi jalur masuk penyerang belum diumumkan.

US$126 Juta dalam USDC Keluar dari Tiga Exchange Kripto

Sementara pihak bank berusaha mengamankan sistemnya, jejak transaksi di blockchain memperlihatkan pergerakan dana yang sangat cepat.

Berdasarkan investigasi Bitquery yang diperbarui, sebanyak US$126,04 juta dalam bentuk USDC ditarik dari Kraken, Crypto.com dan OKX menuju 17 alamat wallet pada 1–2 November 2026.

BACA JUGA:  Mengenal Lazarus Group: Kelompok Perampok Pyongyang dengan Jejak Peretasan Miliaran Dolar!

Seluruh penarikan tersebut berlangsung dalam rentang sekitar 28 jam.

Sebagian besar dana justru berasal dari Kraken. Bitquery mencatat bursa tersebut menyumbang sekitar 95 persen dari total USDC yang ditelusurinya.

Aktivitas penarikan semakin intensif pada malam 1 November. Dalam tiga jam menjelang pukul 23.00 UTC, sekitar US$73,2 juta keluar dari bursa.

Bahkan, 84 persen dari keseluruhan dana yang dilacak sudah ditarik sebelum pukul 23.10 UTC pada hari yang sama.

Kecepatan perpindahan dana juga terlihat setelah aset mencapai wallet tujuan. Bitquery menemukan bahwa waktu median sebelum USDC diteruskan ke alamat baru hanya sekitar lima menit.

Pola tersebut menunjukkan upaya memindahkan aset dalam waktu singkat. Namun, data blockchain saja belum cukup untuk memastikan identitas pihak yang mengendalikan setiap wallet.

Jejak Hacker Menyebar ke 526 Wallet, Sebagian Sudah Aktif Sejak Mei

Ada satu temuan lain yang membuat peretasan bank Prancis ini semakin mencurigakan.

Dari 17 wallet penerima awal, sebanyak 12 alamat ternyata sudah memiliki riwayat penarikan dari bursa yang sama sebelum insiden berlangsung.

Dua di antaranya bahkan sudah aktif sejak Mei 2026.

Salah satu wallet, dengan alamat 0x730b…3992, tercatat menerima penarikan pertamanya dari Kraken pada 4 Mei. Wallet tersebut kemudian menerima puluhan transaksi tambahan sebelum serangan pada November.

Menurut data on-chain Bitquery, alamat ini juga pernah meneruskan dana ke sejumlah wallet lain.

Temuan tersebut membuka kemungkinan bahwa sebagian infrastruktur wallet sudah tersedia jauh sebelum pencurian. Meski demikian, riwayat transaksi sejak Mei tidak otomatis membuktikan bahwa serangan terhadap bank telah direncanakan sejak saat itu.

Yang jelas, jaringan alamat yang ditelusuri terus berkembang.

Bitquery mengidentifikasi 229 wallet yang dikaitkan dengan pelaku pada 2 November. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi 526 wallet dalam pembaruan investigasi per 5 November.

Penyebaran ke banyak alamat membuat pelacakan semakin rumit, terlebih ketika dana mulai berpindah melalui berbagai protokol dan jaringan blockchain.

BACA JUGA:  Peluang Serok Kripto Hari Ini, 26 Oktober 2026: W, ENA, XLM, XRP dan QNT Punya Sinyal Menarik

Puluhan Juta Dolar Segera Diubah Menjadi Ethereum

Setelah menerima USDC, pihak yang mengendalikan dana tersebut tidak membiarkannya tersimpan terlalu lama dalam bentuk stablecoin.

Bitquery menemukan bahwa sekitar US$62,98 juta dalam USDC dan USDT ditukar menjadi 27.553 ETH dalam waktu sekitar empat jam, melalui UniswapX.

Langkah ini menarik karena karakteristik kedua jenis aset tersebut sangat berbeda.

USDC dan USDT memiliki mekanisme pembekuan yang dapat digunakan penerbit untuk menghentikan pergerakan token pada alamat tertentu. Sebaliknya, ETH tidak memiliki mekanisme pembekuan terpusat serupa.

Perpindahan dari stablecoin menuju ETH karena itu dapat mempersempit pilihan untuk menghentikan dana secara langsung melalui penerbit token.

Jejak lainnya mengarah ke DAI, layanan pertukaran instan, hingga protokol lintas blockchain.

Dalam investigasi yang sama, Bitquery menemukan sekitar US$36,09 juta mengalir melalui LI.FI, protokol yang menyediakan layanan pertukaran dan pemindahan aset antarjaringan.

Sebagian aliran dana juga dikaitkan dengan layanan penukaran menuju Monero (XMR), kripto yang dirancang untuk meningkatkan privasi transaksi. Pelacakan aliran setelah konversi ke Monero menjadi jauh lebih sulit dibandingkan transaksi biasa di Ethereum.

Tether Sempat Bekukan Dana, tetapi Puluhan Juta Dolar Masih Bergerak

Upaya menghentikan aliran aset ternyata sudah dilakukan.

Berdasarkan laporan investigasi Bitquery, Tether membekukan sekitar 1,14 juta USDT pada 2 November 2026.

Namun, pembekuan tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan aset yang ditelusuri.

Pada snapshot blockchain tanggal 5 November pukul 08.47 UTC, Bitquery menemukan sekitar US$37,26 juta masih tersimpan di alamat Ethereum yang dikaitkan dengan pelaku, terutama dalam bentuk ETH dan DAI.

Sementara itu, sekitar US$95,8 juta tercatat telah keluar dari kelompok alamat yang ditelusuri melalui bridge, bursa, layanan swap, dan wallet lainnya. Angka tersebut merupakan perhitungan arus keluar berdasarkan metodologi Bitquery, bukan nilai kerugian tambahan.

Di sisi lain, Crédit Mutuel Arkéa menyatakan bahwa sebagian dana terkait serangan sudah berhasil diblokir dan upaya pemulihan masih berlangsung.

BACA JUGA:  Private Key vs Seed Phrase Kripto, Apa Perbedaannya?

Bank tersebut belum mengumumkan jumlah akhir kerugian maupun total dana yang berhasil diselamatkan.

Nilai Kerugian Masih Diperdebatkan, Polisi Prancis Turun Tangan

Sebelum identitas bank diumumkan secara luas, investigator blockchain ZachXBT telah menyoroti dugaan pencurian lebih dari US$106 juta dari sebuah entitas di Uni Eropa.

Estimasi tersebut kemudian meningkat menjadi lebih dari US$133 juta setelah ditemukan penarikan tambahan.

Meski demikian, Crédit Mutuel Arkéa tidak mengonfirmasi angka US$133 juta. Bank hanya mengakui bahwa perkiraan tersebut berada dalam kisaran besaran dana yang terdampak.

Perbedaan antara estimasi bank, laporan ZachXBT, dan hasil penelusuran Bitquery juga perlu dicermati.

Dana yang keluar dari rekening bank merupakan transaksi dalam sistem perbankan. Sementara itu, perhitungan Bitquery berasal dari transaksi aset kripto yang terlihat di blockchain.

Hubungan antara seluruh transaksi bank dan setiap wallet yang dilacak belum dikonfirmasi secara langsung oleh pihak bank. Dengan demikian, US$126,04 juta yang ditemukan Bitquery belum dapat diperlakukan sebagai angka kerugian resmi.

Kasus ini kini memasuki proses penyelidikan.

Kantor kejaksaan Paris membuka investigasi setelah menerima laporan dari Crédit Mutuel Arkéa. Penanganannya melibatkan unit kepolisian Prancis yang menangani kejahatan siber.

Bagi industri kripto, kasus ini memperlihatkan persoalan yang lebih luas, yakni serangan dapat bermula dari infrastruktur keuangan tradisional, lalu berlanjut ke blockchain ketika pelaku mencoba memindahkan dan menyamarkan hasil pencurian.

Blockchain memungkinkan sebagian aliran dana tersebut ditelusuri secara terbuka. Namun, ketika aset sudah melewati ratusan wallet, berbagai jaringan dan layanan pertukaran, menemukan transaksi hanyalah satu bagian dari persoalan.

Tantangan berikutnya adalah mengidentifikasi pelaku dan memulihkan uang yang telah berpindah tangan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait