Peretasan Binance dan Bybit sama-sama membuat aset bernilai miliaran dolar berpindah ke tangan hacker. Namun, ketika mekanismenya dibedah, kedua serangan tersebut ternyata menggunakan cara yang berbeda.
Laporan Tiger Research yang diterbitkan pada Jumat (30/10/2026) menunjukkan kesamaan. Hacker tidak harus mencuri private key secara langsung, karena mereka bisa membidik sistem yang digunakan untuk menyetujui transaksi.
Hacker Bybit Menipu Sistem Signing
Pada kasus Bybit, serangan bermula setelah komputer developer milik penyedia wallet Safe terinfeksi malware. Hacker kemudian memanipulasi tampilan signing yang digunakan untuk menyetujui transaksi.
Akibatnya, pihak yang melakukan signing mengira sedang menyetujui transfer rutin. Padahal, transaksi sebenarnya justru memberikan kendali atas cold wallet kepada hacker untuk memindahkan aset.
Kronologi Lengkap Peretasan Binance 2026: Lebih dari Rp100 Triliun Raib dalam 4 Jam!
Menurut Tiger Research, titik krusial dalam serangan semacam ini berada pada proses signing, yakni tahap ketika transaksi memperoleh persetujuan sebelum dikirim ke blockchain.
“Dalam sejumlah peretasan besar terhadap bursa belakangan ini, penyerang tidak mencuri private key. Mereka justru membidik sistem signing yang menggunakan kunci tersebut untuk menandatangani transaksi,” tulis mereka.
Dalam kasus Bybit, manipulasi ini membuat lapisan keamanan seperti cold wallet dan multisig dapat ditembus. Tanda tangan yang sah akhirnya diberikan untuk transaksi yang sebenarnya tidak dimaksudkan.
Tiger Research mencatat serangan Bybit pada Februari 2025 menyebabkan sekitar US$1,46 miliar dicuri. Polanya menjadi contoh bagaimana hacker dapat mengecoh proses persetujuan tanpa mengambil private key.
Binance Punya Jalur Serangan Berbeda
Pada Binance, titik masuk awalnya terlihat mirip. Berdasarkan temuan awal, laptop seorang engineer dikompromikan sehingga hacker berhasil memperoleh akses ke sistem internal perusahaan.
Namun, Tiger Research mencatat Binance belum menerbitkan laporan post-mortem lengkap. Karena itu, bagaimana laptop tersebut pertama kali ditembus belum dijelaskan secara terperinci kepada publik.
Perbedaan mulai terlihat setelah hacker masuk. Tidak seperti Bybit yang memanipulasi tampilan signing, hacker yang meretas Binance disebut memanfaatkan mekanisme otorisasi di jaringan Ethereum.
“Yang membuat kerugian peretasan bursa Binance begitu besar adalah fitur Ethereum bernama EIP-7702,” tulis Tiger Research.

EIP-7702 memungkinkan sebuah wallet memberikan otorisasi kepada program tertentu untuk bertindak atas namanya. Pada pembobolan Binance, fungsi tersebut dimanfaatkan sebagai bagian penting dari jalur serangan.
Hacker tidak mengirim permintaan withdrawal biasa. Mereka memasukkan otorisasi EIP-7702 ke sistem signing, sehingga permintaan tersebut melewati alur pemeriksaan yang berbeda dari penarikan aset normal.
EIP-7702 Jadi Pembeda Peretasan Binance vs Bybit
Meski berperan dalam jalur serangan, EIP-7702 sendiri bukan celah keamanan. Persoalannya muncul ketika hacker yang sudah berada di sistem internal memanfaatkan mekanisme otorisasi tersebut untuk tujuan berbahaya.
Otorisasi EIP-7702 memiliki struktur berbeda dari withdrawal biasa. Perbedaan inilah yang kemudian membuat proses pemeriksaannya tidak berjalan dengan pola yang sama seperti penarikan aset normal.
Pada withdrawal normal, sistem dapat memeriksa alamat penerima dan jumlah aset sebelum transaksi ditandatangani. Namun, otorisasi EIP-7702 yang digunakan hacker tidak membawa dua informasi tersebut.
Karena data itu tidak tersedia, pemeriksaan withdrawal biasa disebut tidak terpicu. Setelah otorisasi ditandatangani, program yang disiapkan hacker memperoleh kemampuan untuk bertindak atas nama wallet Binance.

Sekitar tiga menit kemudian, program tersebut dijalankan. Sebanyak 63 token berbeda, termasuk ETH dan USDT, kemudian dikuras dalam satu transaksi dari wallet yang sudah dikuasai.
Perbedaannya akhirnya cukup jelas. Hacker Bybit menipu pihak yang melakukan signing, sedangkan hacker Binance memanfaatkan otorisasi EIP-7702 untuk melewati pemeriksaan withdrawal yang biasanya berlaku.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


