Pergerakan harga Bitcoin hari ini menunjukkan lonjakan. Setelah sempat turun di bawah US$90.000 semenjak akhir pekan lalu, harga BTC hari ini menembus level US$93.000. Meski momentum bullish Bitcoin terlihat kuat, beberapa analis tetap memperingatkan adanya potensi koreksi.
Whale Bitcoin Mulai Mengatur Ritme Pasar
Berdasarkan analisis harga Bitcoin terbaru yang dibagikan oleh CobraVanguard pada Selasa (09/12/2025), BTC saat ini mulai memasuki fase baru. Grafik Whale Orders & Large Trades pada timeframe 6 jam menunjukkan bahwa pasar berada dalam akumulasi.
“Grafik tersebut menunjukkan bahwa pasar saat ini telah memasuki fase baru: bukan crash maupun pump, melainkan fase akumulasi cerdas yang dilakukan oleh para whale,” tegasnya.
Akumulasi whale crypto terlihat jelas di area bawah. Saat harga Bitcoin turun ke US$81.000 serta US$86.000–87.000, volume beli besar langsung muncul dan menahan tekanan jual. Pola ini berulang dan menandakan penyerapan likuiditas yang kuat.

Di sisi atas, terlihat supply wall tebal pada rentang US$94.500–US$97.000 yang berlanjut ke US$100.000–US$101.000. Area ini menjelaskan mengapa reli jangka pendek sering tertahan. Secara teknikal, Pasar bergerak dalam range dan menguji likuiditas, bukan memicu breakout.
Sementara itu, buy wall berlapis dari US$88.000 hingga US$82.000, bahkan mendekati US$80.000, menegaskan support utama pasar. Setiap koreksi ke area ini lebih menyerupai peluang beli bagi whale, bukan sinyal bearish lanjutan.
Pasokan BTC di Exchange Mulai Menyusut
Senada dengan data yang dibagikan oleh CobraVanguard, pergerakan menarik juga datang dari aktivitas Bitcoin di exchange yang dilaporkan Santiment pada hari yang sama. Tren ini menegaskan bahwa whale dan investor besar sedang aktif menahan aset mereka.
Selama setahun terakhir, 403.200 BTC telah keluar dari bursa. Jumlah ini setara dengan pengurangan 2,09 persen dari total pasokan Bitcoin, menandakan semakin banyak koin yang dipegang di luar crypto exchange dan mengurangi risiko penjualan besar-besaran.
“Secara umum, ini adalah tanda positif untuk jangka panjang. Semakin sedikit koin yang berada di bursa, semakin kecil kemungkinan terjadinya aksi jual besar yang secara historis sering menekan harga sebuah aset,” tulisnya.

Secara historis, semakin sedikit koin di exchange, semakin kuat harga Bitcoin terhadap tekanan jual. Hal ini mencerminkan sentimen HODL yang kuat, di mana investor jangka panjang menahan aset mereka sambil menunggu momen yang tepat.
Whale Serap Likuiditas, Namun Tren Bearish Mengintai
Walaupun data dan analisis sebelumnya menunjukkan optimisme yang kuat, bear market masih mengintai. Salah satunya disampaikan oleh Ali Martinez pada Selasa ini, yang menilai bahwa Bitcoin berisiko turun ke US$70.000 apabila pola ascending triangle gagal dipertahankan.
Grafik menunjukkan resistance kuat di area US$94.000, sementara kenaikan harga BTC ditopang trendline naik sebagai support dinamis. Harga berulang kali tertahan di resistance, menandakan dorongan beli mulai melemah dan pasar berada di fase penentuan arah.

Selain itu, Matrixport juga memperlihatkan bahwa partisipasi investor ritel kripto masih lesu, terutama di Korea Selatan yang selama ini menjadi pusat volume ritel. Jika dua tahun sebelumnya aktivitas harian rutin menembus miliaran dolar, kini menurun.
“Secara historis, Desember 2023 dan Desember 2024 mencatat perputaran harian hingga beberapa miliar dolar. Namun, aktivitas saat ini bahkan nyaris tidak mencapai US$1 miliar, menyoroti betapa minimnya arus spekulatif dari ritel,” jelasnya.

Kondisi ini membuat sebagian bursa kripto baru atau yang sedang berekspansi belum mampu membangun momentum berkelanjutan. Rencana listing di beberapa pasar juga terlihat berjalan lebih hati-hati, seiring minimnya aliran spekulatif dari investor ritel.
Sentimen bearish juga datang dari sudut pandang Colin Talks Crypto. Bitcoin saat ini sedang membentuk pola bear flag dan bergerak di bawah struktur megaphone, yang secara umum merupakan pola kelanjutan bearish.

Jika skenario penurunan terkonfirmasi, area US$74.000–77.000 diproyeksikan menjadi zona bottom. Meski demikian, level tersebut bisa memicu rebound, menandakan fase koreksi masih menjadi bagian dari pergerakan besar berikutnya, bukan akhir dari siklus.
Menanti Tren Bitcoin Selanjutnya
Meski whale terus menyerap likuiditas dan mendukung harga jangka panjang, risiko koreksi jangka pendek tetap ada. Bitcoin saat ini berada di persimpangan antara akumulasi bullish dan bear market, sehingga investor disarankan tetap waspada.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



