Pergerakan pasar kripto menguat di tengah dinamika ekonomi global dan meningkatnya minat investor institusional. Bitcoin, sebagai aset kripto terbesar, menunjukkan ketahanan dengan reli yang cukup agresif dalam beberapa hari terakhir.
Sentimen positif didorong oleh likuidasi besar di pasar derivatif, arus masuk dana institusi, serta kondisi makro yang stabil. Kombinasi ini memicu optimisme baru dan kembali memunculkan pertanyaan: apakah Bitcoin siap memasuki fase bull run berikutnya?
Harga BTC Tembus US$97.000, Short Seller Tertekan
Bitcoin kembali mencuri perhatian setelah menembus US$97.000 pada Kamis (15/01/2026). Berdasarkan data CoinMarketcap, BTC mencatatkan kenaikan lebih dari 2 persen dalam 24 jam terakhir dan mencapai titik tertinggi dalam delapan pekan.

Lonjakan BTC tidak terlepas dari tekanan yang dialami short seller. Dikutip dari laporan Bloomberg pada Rabu (14/01/2026), Kepala Investasi Kronos Research, Vincent Liu, menyebut pergerakan tersebut sebagai “sharp short squeeze”, yang terjadi ketika posisi ditutup secara paksa.
Data Coinglass menunjukkan likuidasi posisi short di pasar mencapai kisaran US$700 juta hingga US$800 juta dalam 24 jam terakhir. Penutupan paksa posisi bearish tersebut memicu gelombang aksi beli lanjutan.
Kondisi ini semakin menegaskan dominasi sentimen bullish di pasar. Sejumlah analis, termasuk GainMuse, menilai bahwa selama tekanan posisi short masih berlanjut dan volume beli tetap terjaga, Bitcoin berpeluang menguji area psikologis berikutnya di US$100.000.
“Harga BTC bertahan di atas garis support yang terus menanjak, sementara pergerakan harga semakin mengerucut di bawah area resistance turun jangka panjang. Penembusan terbaru dari pola segitiga mengembalikan momentum ke arah bullish,” tegasnya, Rabu (16/01/2026).

Dalam prediksi Bitcoin terbarunya, ia menambahkan bahwa posisi buyer saat ini lebih dominan dan pasar masih menunggu hingga struktur bullish sepenuhnya terbentuk sebelum mendorong harga BTC menembus level US$100.000.
Akumulasi Institusi dan Arus Dana ETF Menguat
Di balik lonjakan harga Bitcoin, minat investor institusional kembali menjadi sorotan. Salah satu sinyal terkuat datang dari Fidelity yang terlihat meningkatkan kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar.
Tak hanya itu, produk Bitcoin Spot ETF juga mencatat arus masuk terbesar sejak gejolak pasar kripto pada Oktober lalu. Masuknya dana segar lebih dari US$850 juta dalam dua hari terakhir mengindikasikan kembalinya kepercayaan institusi terhadap prospek BTC.

Narasi akumulasi korporasi semakin menguat setelah Strategy kembali menambah kepemilikan Bitcoin senilai sekitar US$1,3 miliar. Langkah ini mempertegas posisi Bitcoin sebagai salah aset lindung nilai strategis di neraca perusahaan besar.
Bitcoin Naik Tapi Sentimen Belum Sepenuhnya Bullish
Meski harga Bitcoin bergerak naik, data derivatif menunjukkan gambaran yang beragam. Di sejumlah platform seperti Arkham, OKX, Binance, dan Bybit, funding rate terlihat negatif. Ini menandakan sebagian trader tetap mengambil posisi short dan harus membayar premi kepada pihak long, meskipun harga sedang menguat.
Di sisi lain, pasar opsi mencatat peningkatan permintaan untuk eksposur kenaikan harga, seiring menurunnya minat terhadap proteksi penurunan. Pola ini umumnya mencerminkan ekspektasi lanjutan reli, namun tetap dibarengi sikap hati-hati dari pelaku pasar.

Dari sisi makro, QCP Capital melalui proyeksi yang diunggah pada Rabu ini menilai reli harga Bitcoin ditopang oleh sentimen risk-on, seiring dengan stabilnya pasar tenaga kerja AS dan inflasi yang relatif terkendali.
“Pelonggaran likuiditas dan upaya merebut kembali kepemimpinan global menjadi instrumen utamanya, yang secara alami akan mendorong kinerja AS lebih unggul serta menciptakan lingkungan global yang cenderung risk-on,” tegas mereka.
Secara keseluruhan, reli Bitcoin kali ini menunjukkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang solid. Meski sinyal bullish menguat, pelaku pasar masih harus menunggu konfirmasi lanjutan untuk memastikan apakah bull run BTC akan berlanjut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



