Pergerakan harga Bitcoin sepanjang pekan ini menunjukkan dinamika yang menarik. Di awal minggu, BTC stabil di US$110.000, sebelum terkoreksi hingga menyentuh US$98.000. Namun, tekanan jual tersebut tak bertahan lama, harga kembali pulih ke US$100.000 dan kini bergerak sideways di area US$101.000–US$102.000.
Kini, pertanyaan yang muncul di kalangan pelaku pasar adalah: ke mana arah pergerakan harga Bitcoin selanjutnya? Apakah akan bergerak datar dan kembali ke bawah US$100.000, atau justru bersiap untuk memulai bull run?
Analisa Harga Bitcoin Terbaru Akhir Minggu ini
Bitcoin Memasuki Zona Rebound
Menurut data on-chain dan analisis harga Bitcoin terbaru yang dibagikan oleh Ali Martinez pada Jumat (07/11/2025), metrik kerugian realisasi trader saat ini turun ke titik penting yang menandakan tekanan jual mulai mereda dan menjadi isyarat pemulihan.
“Dalam dua tahun terakhir, Bitcoin (BTC) selalu mengalami rebound ketika kerugian terealisasi para trader turun di bawah -12 persen. Saat ini berada di -11 persen, menandakan potensi pemulihan,” tulisnya.
Harga Bitcoin saat ini bergerak di kisaran US$101.000, masih berada di bawah Realized Price US$114.000. Artinya, sebagian besar investor jangka menengah masih dalam posisi rugi, di mana ini menjadi fase yang sering kali menjadi titik balik sebelum harga berbalik naik.

Secara teknikal, BTC bergerak sideways di area US$101.000–US$102.000 dengan volatilitas yang menurun. Jika berhasil menembus resistance di US$105.000, momentum naik berpotensi membawa harga kembali ke US$110.000.
Namun, jika tekanan jual berlanjut dan Profit/Loss Margin turun ke bawah -12 persen, koreksi singkat di bawah US$100.000 mungkin terjadi sebelum rebound. Untuk saat ini, indikator on-chain menunjukkan bahwa Bitcoin mulai mendekati zona akumulasi.
Struktur Pasar Bitcoin Mulai Berubah
Pandangan lain yang memberikan perspektif baru terhadap arah pergerakan harga Bitcoin datang dari analis ternama Michaël van de Poppe. Melalui tweet yang diunggah pada Kamis (06/11/2025), ia menjelaskan bahwa struktur pasar ini telah berubah.
“Siklus empat tahun sudah berakhir. Itu tidak lagi relevan dan hanya tinggal sejarah. Pasar saat ini bukan berada dalam fase bear market, melainkan sedang mengalami koreksi normal di tengah siklus bull jangka panjang Bitcoin,” tegasnya.
Pernyataan tersebut dianggap relevan mengingat adopsi institusi terhadap Bitcoin kini semakin masif, yang secara fundamental mengubah struktur pasar dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Bitcoin Masih Berpeluang Melanjutkan Rally
Analisis harga Bitcoin terbaru dari Jelle menyoroti garis rata-rata bergerak 50-mingguan (MA/EMA) sebagai indikator tren utama. Sepanjang siklus ini, level tersebut berulang kali menjadi area pantulan kuat bagi harga Bitcoin.
Saat ini, BTC kembali menguji zona yang sama di US$100.000–US$101.000, menandakan potensi fase akumulasi sebelum pergerakan naik berikutnya. Secara historis, setiap kali harga menyentuh MA 50-mingguan, Bitcoin berhasil melanjutkan tren naik menuju ATH baru.

Pola yang sama terlihat pada grafik dan menurutnya selama harga Bitcoin mampu bertahan di atas MA 50-mingguan, struktur pasar tetap bullish dan peluang untuk reli lanjutan masih terbuka lebar.
“Jika level ini kembali bertahan, besar kemungkinan kita akan melihat dorongan baru bagi Bitcoin untuk menuju level tertinggi berikutnya,” tulisnya di X.
Menatap Pekan Baru dengan Optimisme
Dengan berbagai indikator yang mulai menunjukkan tanda pemulihan, pekan ini bisa menjadi momen penting bagi arah baru pergerakan Bitcoin. Selama harga mampu bertahan di atas area kunci US$100.000, peluang reli lanjutan masih terbuka lebar. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



