Permintaan Emas Tembus 5.000 Ton di 2025, Harga Makin Gila

Permintaan emas global sepanjang tahun 2025 mencetak rekor tertinggi dalam sejarah dengan menembus angka 5.002,3 ton.

Data tersebut tercantum dalam laporan Gold Demand Trends: Full Year 2025 yang dirilis World Gold Council (WGC) pada Kamis (29/1/2026). Lonjakan permintaan emas ini turut mendorong nilai transaksi mencapai sekitar US$555 miliar, meningkat 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

gold demand

Selain peningkatan permintaan emas, harga emas dunia juga mencatatkan rekor baru. Sepanjang 2025, rata-rata harga emas berada di kisaran US$3.431 per troy ounce atau naik sekitar 44 persen secara tahunan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Memasuki awal 2026, tren penguatan masih berlanjut, dengan harga emas global dilaporkan berada di sekitar US$5.550 per troy ounce.

WGC mencatat, tingginya permintaan emas berasal dari berbagai sektor, mulai dari investor ritel, institusi keuangan, hingga bank sentral dunia.

Pembelian emas oleh bank sentral sepanjang 2025 tercatat mencapai 863 ton, meskipun lajunya sedikit melambat dibandingkan periode sebelumnya. Di sisi pasokan, produksi tambang dan aktivitas daur ulang turut meningkat sekitar 1 persen.

Kecemasan Pasar Jadi Pemicu Utama Lonjakan Harga Emas

Lonjakan permintaan emas dan harga emas ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar untuk mencari aset lindung nilai yang dinilai lebih aman.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Terkini: ETH, PNUT, AVAX, SEI dan ONDO Siap Melejit

Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai bahwa lonjakan harga emas tidak terlepas dari meningkatnya kecemasan masyarakat terhadap kondisi global.

Menurutnya, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan potensi konflik berskala besar menjadi faktor utama yang memengaruhi perilaku investor.

“Harga emas dunia di tahun 2026 terus membukukan kenaikan yang mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran banyak orang,” ujar Gunawan dalam pernyataan resminya, Kamis (29/1/2026).

Ia menyebutkan bahwa meskipun banyak pihak menilai harga emas sudah berada di level tinggi, minat beli justru terus meningkat.

“Bahkan disaat banyak orang menilai harga emas sudah kemahalan, harganya justru kian terbang tinggi,” ungkapnya.

Gunawan menjelaskan, situasi global yang tidak menentu mendorong masyarakat melakukan penyesuaian portofolio aset. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai mampu mempertahankan nilai dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: BTC, XRP, LINK, DOGE, PEPE Lagi Panas Banget

“Saat ini masyarakat berada di tengah kekhawatiran untuk menyelamatkan asetnya, sehingga banyak yang melakukan rebalancing terhadap portofolio yang dimiliki,” ucapnya.

Menurutnya, emas masih menjadi pilihan utama karena dianggap memiliki nilai stabil, terutama dalam kondisi krisis. Hal ini turut memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven di tengah volatilitas pasar keuangan global.

Seiring harga emas dunia yang melonjak ke rekor baru, nilai token berbasis emas seperti PAXG dan XAUT juga meningkat dan bergerak searah dengan harga emas.

Kedua token ini menikmati momentum yang kuat karena minat investor terhadap aset lindung nilai digital, tetapi tetap tergantung langsung pada pergerakan harga emas fisik global.

Pembelian Bank Sentral Jadi Penopang Utama Emas

Selain faktor psikologis pasar, Gunawan menilai bahwa kebijakan bank sentral dunia juga berperan besar dalam mendorong harga emas. Aksi pembelian emas secara masif oleh lembaga moneter global memperkuat tren kenaikan harga.

Ia mencontohkan langkah The Fed yang meningkatkan porsi kepemilikan emas secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:  Waspada! Pola Bear Market Bitcoin 2014 Muncul Lagi di 2026

“Akumulasi emas oleh bank sentral mempertegas bahwa emas memang tengah dibidik oleh semua level investor,” ujar Gunawan.

Juga, berdasarkan laporan WGC, pembelian emas oleh bank sentral sepanjang 2025 tetap berada pada level tinggi meskipun pertumbuhannya melambat. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat cadangan devisa dan menjaga stabilitas keuangan nasional di tengah tekanan global.

Sementara itu, peningkatan pasokan emas dari sektor pertambangan dan daur ulang belum mampu menahan laju kenaikan harga emas. Keterbatasan pasokan relatif terhadap lonjakan permintaan emas membuat harga terus bergerak naik.

Dengan kondisi tersebut, permintaan emas dan harga emas diperkirakan masih akan tetap kuat dalam waktu dekat. Ketidakpastian global yang belum mereda serta dukungan dari investor institusional dan bank sentral menjadi faktor utama yang menopang tren tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia