Persembahan Terbaru Huawei Cloud: Layanan Blockchain Global

Huawei Cloud, divisi layanan cloud Huawei Global, mengumumkan tentang peluncuran Blockchain Services (BCS), CNN melansir, Minggu (02/11).

Pada Oktober lalu, BCS diluncurkan untuk penggunaan komersial di Tiongkok. Kini, layanan tersebut tersedia secara global melalui situs internasional Huawei Cloud, mulai 15 November.

Layanan BCS membantu pengusaha dan developer global untuk menciptakan, menjalankan dan mengelola aplikasi blockchain dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah memakai Huawei Cloud. Menurut rilis pers resmi, peluncuran global BCS sekaligus membuka jalan bagi platform blockchain terdistribusi global yang akan segera diumumkan.

BCS adalah layanan cloud yang memakai blockchain serta beberapa keunggulan teknologi keamanan dan penyimpanan Huawei Cloud. Huawei mengklaim BCS dapat digunakan bagi hampir semua industri, termasuk Internet of Things (IoT), aplikasi data dan keuangan.

BCS dapat diterapkan dalam beragam skenario, termasuk verifikasi identitas, pelacakan asal-muasal makanan, perawatan kesehatan, transaksi data, manajemen perangkat IoT, bukti informasi seperti surat kepemilikan tanah dan ijazah, serta Internet of Vehicles (IoV).

Layanan blockchain besutan Huawei ini fokus menyediakan fondasi yang kuat untuk inovasi dan pengembangan blockchain di tingkat perusahaan. Huawei mengklaim, dengan menggunakan BCS, sebuah perusahaan dapat membuat sistem blockchain yang pas dengan kebutuhannya hanya dalam waktu 5 sampai 10 menit.

Huawei Cloud meluncurkan BCS di kala blockchain sedang mendapat perhatian tinggi di bidang bisnis. Beberapa penerapan teknologi blockchain sedang diselidiki dan dijelajahi oleh beragam usaha di berbagai industri. Huawei mendorong penerapan tersebut dengan menjalankan distributed ledger technology menggunakan layanan cloud.

Memang untuk menjalankan teknologi blockchain, butuh waktu yang banyak. Sangat penting bagi developer untuk memahami dengan benar istilah-istilah dan konsep-konsep terkait blockchain.

Demi menjawab tantangan tersebut, BCS besutan Huawei dibuat fleksibel dan efisien. Pertukaran, penggabungan atau pemberhentian anggota dalam jaringan node menjadi mudah dengan BCS. BCS juga memiliki beberapa algoritma konsensus yang efisien, dengan kecepatan 5.000 transaksi per detik.

Manfaat lain yang disebut di dalam rilis pers itu adalah biaya yang rendah untuk menjalankan BCS dan penghematan biaya operasional dan perawatan melalui manajemen terpadu serta keamanan dan perlindungan privasi. Huawei mengklaim fitur-fitur tersebut dapat digunakan untuk mengelola dan mengisolasi pengguna termasuk izin dan private key mereka, sambil tetap mempertahankan enkripsi dan privasi bagi penggunanya.

BCS merupakan persembahan terbaru Huawei bagi industri blockchain. Pada tahun 2016, Huawei bermitra dengan Hyperledger, salah satu proyek open-source paling populer di blockchain, untuk meluncurkan Linux Foundation. Berkat kontribusi teknis dan kode Huawei bagi dua proyek Hyperledger, yaitu Fabric dan STL, perusahaan itu diakui sebagai pengelola besar Hyperledger. Terkait proyek-proyek tersebut, Huawei merupakan satu-satunya pengelola Hyperledger dari Asia. [ed]

 

Terkini

Warta Korporat

Terkait