Drama di dunia kripto kembali memanas. Kali ini, nama Justin Sun, yang merupakan pendiri Tron, berhadapan langsung dengan proyek World Liberty Financial (WLFI) yang dikaitkan dengan keluarga Donald Trump.
Justin Sun Soroti Transparansi WLFI
Lewat unggahan di X pada Minggu (12/04/2026), Justin Sun secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap WLFI. Ia menyoroti periode token lock-up yang dinilai terlalu panjang dan tidak transparan, khususnya bagi para investor awal.
Sebagai konteks, Sun adalah investor terbesar di proyek ini. Ia menanamkan US$30 juta pada akhir 2024, meningkat jadi US$75 juta pada awal 2025, dengan total eksposur terhadap proyek terkait Trump sekitar US$175 juta.
Menurut Sun, proses voting tersebut menyisakan banyak kejanggalan. Ia mengungkap bahwa lebih dari 76 persen suara berasal dari hanya 10 wallet, yang dinilai mencerminkan konsentrasi kekuasaan yang tidak sehat.
“Voting governance yang dijadikan dasar keputusan tersebut tidak dilakukan secara adil atau transparan,” tulis Sun.

Ia juga menambahkan bahwa informasi penting tidak dibuka ke publik, bahkan terkesan sudah “diatur sejak awal.” Sun turut menyinggung adanya fungsi blacklist di smart-contract yang dinilai bertentangan dengan prinsip dasar desentralisasi.
“Fungsi memberikan kekuasaan sepihak untuk membekukan, membatasi, bahkan secara efektif merampas hak kepemilikan token milik pengguna, tanpa pemberitahuan, tanpa alasan yang jelas, dan tanpa mekanisme banding,” tegasnya.
Tuduhan Serius dan Ancaman Gugatan
Ketegangan semakin meningkat setelah terungkap bahwa sekitar 2,9 miliar token WLFI milik Justin Sun, yang saat itu bernilai lebih dari US$500 juta, dibekukan oleh tim WLFI pada September 2025.
WLFI berdalih langkah tersebut diambil karena adanya aktivitas mencurigakan, termasuk transfer sekitar US$9 juta ke bursa kripto HTX yang dinilai berpotensi memicu manipulasi harga atau insider selling.
Justin Sun Masih Terblokir di WLFI, Nilai Token yang Terkunci Anjlok Rp1 Triliun
Namun, Sun membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa transaksi itu hanya sebatas uji coba wallet biasa dan tidak ada penjualan yang dilakukan. Baginya, tindakan pembekuan tersebut justru menjadi “jebakan” yang merugikan investor.
Seiring waktu, nilai token yang dibekukan pun anjlok drastis dan kini hanya tersisa sekitar US$60 juta. Kondisi ini semakin memperkeruh situasi dan memicu kemarahan dari pihak Sun.
Menanggapi tuduhan tersebut, WLFI justru balik menyerang. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut Sun “bermain sebagai korban” sambil melontarkan tuduhan tanpa dasar.
“Langkah favorit Justin adalah bermain sebagai korban sambil melontarkan tuduhan tanpa dasar untuk menutupi kesalahannya sendiri. Sampai jumpa di pengadilan,” tulis pengembang WLFI di X, Minggu (12/04/2026).
Harga WLFI Anjlok, Kepercayaan Tergerus
Di tengah konflik antara Justin Sun dan WLFI yang kian memanas, dampaknya mulai terasa langsung di pasar.
Token WLFI kini diperdagangkan di kisaran US$0,078–US$0,08, turun sekitar 76 persen dari puncaknya. Selain itu, tekanan juga datang dari aktivitas on-chain yang memicu kekhawatiran baru di kalangan investor.

Sejak Februari 2026, treasury WLFI diketahui menjalankan strategi pinjaman di platform DeFi Dolomite, dengan menggunakan token WLFI dan stablecoin sebagai jaminan untuk meminjam aset lain.
Kemudian, sebagian dana pinjaman tersebut dialirkan ke Coinbase Prime. Data menunjukkan sekitar 5 miliar token dijadikan jaminan, lebih dari US$75 juta dipinjam, dan lebih dari US$40 juta telah dipindahkan.
Menariknya, platform Dolomite memiliki keterkaitan dengan Corey Caplan yang berperan di WLFI. Hal ini memicu kekhawatiran konflik kepentingan, terutama karena turut melibatkan likuiditas investor.
Meski demikian, WLFI membantah tuduhannya dan menyebut strateginya sebagai “anchor borrower” untuk menghasilkan yield. Namun, Justin Sun menilai kondisi ini justru memperkuat kekhawatiran soal transparansi dan potensi penyalahgunaan kekuasaan dalam proyek.
Kini, konflik antara Justin Sun dan WLFI tidak lagi sekadar perang narasi. Dengan ancaman gugatan hukum, kasus ini berpotensi menjadi ujian besar bagi transparansi dan akuntabilitas di dunia DeFi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



