Pertandingan Spanyol vs Tanjung Verde Dimanipulasi? Trader Ini Rugi Rp17 Miliar!

Hasil imbang tanpa gol dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 bukan hanya menggemparkan dunia sepak bola, ia juga memantik dugaan manipulasi pertandingan yang kini ramai diperbincangkan di komunitas crypto global. Berikut ini adalah pembahasannya!

BACA JUGA: Kamu Gak Akan Bisa Lagi Buka Polymarket di Indonesia, Ini Alasannya

Kejutan Terbesar Piala Dunia 2026

Pertandingan perdana Grup H Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada 15 Juni 2026 menghasilkan skor yang mengejutkan, 0-0 antara Spanyol dan Tanjung Verde.

Hasil Pertandingan Spanyol vs Tanjung Verde
Hasil Pertandingan Spanyol vs Tanjung Verde. Foto: Instagram/fifaworldcup

Melansir laman Yahoo Sports, Spanyol, yang masuk sebagai salah satu favorit utama juara, diperkirakan menang dengan peluang 92 persen sebelum peluit kick-off ditiup. Sementara itu, Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan kecil di Atlantik yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia cuma dinilai punya peluang menang 28 banding 1.

Namun kenyataannya berbicara lain. Kiper veteran Tanjung Verde, Josimar Évora atau yang akrab disapa “Vozinha”, yang berusia 40 tahun, tampil luar biasa dengan membuat delapan penyelamatan krusial sepanjang pertandingan.

Melansir laman The Big Lead, meski Spanyol mendominasi penguasaan bola dan mencatatkan 27 tembakan berbanding enam milik Tanjung Verde, gawang Vozinha tak satu kali pun bisa dibobol. Tembakan Ferran Torres bahkan membentur tiang, sementara sundulan Mikel Oyarzabal berhasil diblok hingga keluar gawang.

Hasil Spanyol vs Tanjung Verde ini langsung jadi perbincangan sengit, bukan hanya di kalangan penggemar sepak bola, tapi juga di dunia crypto.

BACA JUGA: 7 Platform Pasar Prediksi Terpopuler, Bukan Cuma Polymarket!

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Satu Trader Rugi Hampir Rp16 Miliar dalam 90 Menit

Di tengah euforia Tanjung Verde, ada seorang trader anonim yang malam itu harus meratapi nasib di platform prediction market berbasis blockchain, Polymarket.

Melansir laman Decrypt, trader tersebut menaruh taruhan sebesar hampir 1 juta dolar AS, tepatnya US$999.068 pada kemenangan Spanyol, berbekal keyakinan penuh bahwa tim juara Eropa itu mustahil tersandung di laga pembuka.

Jika Spanyol menang, potensi keuntungan trader itu hanya sekitar US$86.000, karena peluang sudah sangat condong ke kubu La Furia Roja. Tapi ketika peluit panjang berbunyi dengan skor tetap 0-0, uang hampir satu juta dolar itu lenyap seketika. Dalam kurs saat artikel ini ditulis, kerugiannya setara dengan hampir Rp17,7 miliar.

Yang membuat cerita ini makin pahit adalah cara Polymarket bekerja, semua transaksi tercatat di blockchain yang bersifat publik dan transparan. Semua orang bisa melihat siapa yang bertaruh berapa dan kapan, dan dalam kasus ini, seluruh dunia menyaksikan kerugian besar itu terjadi secara real-time.

Wallet “Fishalive” yang Tiba-tiba Meraup Miliaran

Di sisi lain kisah ini, ada seorang trader lain dengan username “Fishalive” yang justru pulang dengan senyum lebar. Melansir laman Polymarket Sports di X, Fishalive menaruh US$400.000 pada posisi “Spanyol tidak menang”.

Dengan harga beli hanya 9 sen per lembar, ia mengumpulkan lebih dari 4,7 juta lembar saham prediksi. Ketika hasil pertandingan Spanyol vs Tanjung Verde terkonfirmasi seri, tiap lembar saham itu cair di harga US$1, menghasilkan total pembayaran sebesar US$4.738.433, dengan keuntungan bersih mencapai US$4.310.481 atau setara lebih dari 1.007 persen dari modal awal.

Yang membuat komunitas crypto langsung mencurigai sesuatu adalah latar belakang akun ini. Melansir laman Decrypt, profil Polymarket milik Fishalive baru bergabung ke platform pada Juni 2026 dan hanya memiliki dua total prediksi sepanjang hidupnya di platform tersebut.

Akun baru, modal ratusan ribu dolar, dua transaksi saja, dan salah satunya menghasilkan keuntungan hampir 5 juta dolar. Pola seperti inilah yang langsung memantik tanda tanya besar di komunitas crypto.

Kecurigaan itu makin menguat setelah seorang analis on-chain dengan akun X bernama @dethective mempublikasikan penelusuran alur dana di balik akun Fishalive. Melansir postingan @dethective di X, total keuntungan yang dikumpulkan dari seluruh aktivitas terkait tidak hanya US$4,7 juta, melainkan mendekati US$9 juta jika dihitung keseluruhan posisi yang saling terhubung.

Yang lebih mengejutkan adalah temuan bahwa taruhan pertama sudah ditempatkan delapan menit sebelum peluit kick-off ditiup.

Lebih jauh lagi, @dethective membongkar peta alur dana yang memperlihatkan bagaimana dana mengalir dari Coinbase melalui sejumlah wallet perantara sebelum akhirnya masuk ke Polymarket.

BACA JUGA: Polymarket vs Kalshi: Mana yang Cocok Buat Pasang Prediksi?

Asal Dana Akun Fishalive
Aliran dana akun Fishalive dari Coinbase ke Polymarket. Foto: X/dethective

Berdasarkan diagram on-chain yang dipublikasikan, dana sebesar US$1,45 juta dan US$950 ribu keluar dari Coinbase menuju dua wallet, masing-masing beralamat panjang dengan awalan “0x348D” dan “0x9C0C” yang kemudian disalurkan kembali melalui beberapa lapisan wallet lain sebelum bermuara ke wallet utama yang melakukan taruhan di Polymarket.

Total dana yang dialirkan dari Coinbase ke jaringan wallet ini mencapai sekitar US$3,3 juta. Seluruh wallet dalam jaringan ini, menurut @dethective, baru didanai sesaat sebelum pertandingan tanpa riwayat aktivitas sebelumnya.

@dethective sendiri mengakui bahwa ini masih merupakan teori, namun menegaskan bahwa pola ini “benar-benar aneh” dan layak mendapat perhatian serius.

Dugaan Manipulasi Pertandingan Spanyol vs Tanjung Verde

Pola aktivitas wallet Fishalive yang tidak lazim ini memicu spekulasi tentang kemungkinan adanya insider trading atau bahkan manipulasi pertandingan di balik hasil Spanyol vs Tanjung Verde. Logikanya sederhana, siapa yang waras mau bertaruh US$400.000 pada peluang 9 persen kalau tidak punya informasi lebih dulu?

Pertanyaan ini makin relevan jika merujuk pada precedent yang sudah ada di Polymarket sebelumnya.

Melansir laman Business Insider, peneliti dari Columbia Law School dan Universitas Haifa sebelumnya menganalisis lebih dari 210.000 transaksi mencurigakan di Polymarket sejak 2024 hingga awal 2026.

Mereka menemukan bahwa trader “berpengetahuan khusus” ini meraup total keuntungan hingga US$143 juta. Salah satu kasus paling terkenal adalah akun bernama “ricosuave666” yang berhasil mengubah US$32.000 menjadi lebih dari US$400.000 hanya beberapa jam sebelum penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro diumumkan.

Belakangan, ditemukan bahwa kemenangan taruhan tersebut berasal dari seorang tentara Amerika yang kemudian didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk bertaruh di platform tersebut.

Dengan latar belakang seperti ini, tidak mengherankan jika dugaan manipulasi pertandingan Spanyol vs Tanjung Verde langsung viral di komunitas crypto dan pecinta sepak bola.

BACA JUGA:  Memahami Hyperliquid Strategies (PURR), Pesaing Langsung Microstrategy?

Ketika Crypto Bertemu Sepak Bola di Skala Piala Dunia

Kontroversi seputar hasil pertandingan Spanyol vs Tanjung Verde ini hanyalah bagian dari fenomena yang lebih besar. Melansir laman Decrypt, volume taruhan di Kalshi dan Polymarket untuk pasar pemenang Piala Dunia 2026 telah menembus angka US$2,34 miliar.

Namun angka besar ini juga menarik perhatian regulator. Beberapa negara bagian Amerika Serikat seperti Tennessee telah mengirimkan surat cease-and-desist kepada Polymarket dan Kalshi atas keberatan operasi prediction market olahraga tanpa lisensi.

Bahkan Spanyol sendiri, ironisnya, telah memulai proses hukum terhadap kedua platform itu sejak Mei 2026 dengan alasan beroperasi tanpa izin perjudian yang sah, melansir laman CoinDesk.

Melansir laman The Standard, analisis atas 1,6 juta akun Polymarket sejak November 2022 menemukan bahwa 67 persen keuntungan platform dikuasai oleh hanya 0,1 persen penggunanya, sekitar 2.000 akun, yang meraup hampir US$500 juta.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait