8 Pertanyaan Tentang Staking yang Paling Sering Ditanyakan (Lengkap dengan Jawabannya)

Kalau kamu baru masuk ke dunia staking crypto, wajar banget kalau punya banyak pertanyaan. Di artikel ini, kita akan membahas pertanyaan tentang staking yang paling sering muncul dengan jawaban yang ringkas, jelas, dan relevan untuk investor pemula maupun yang sudah mulai serius di blockchain. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

BACA JUGA: 5 Cara Staking Crypto: Tutorial Step-by-Step untuk Pemula

Daftar Pertanyaan Tentang Staking yang Paling Sering Ditanyakan

Pertanyaan tentang staking crypto paling populer biasanya seputar halal atau tidak, modal minimum, risiko kerugian, cara unstake, pajak, hingga platform terbaik untuk pemula. Berikut ini adalah ulasan lengkapnya:

1. Apakah Staking Crypto Halal?

Ini termasuk pertanyaan tentang staking crypto yang paling sering ditanyakan di Indonesia.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Status halal atau haram staking masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Ada yang menganggap staking mirip dengan skema mudharabah (bagi hasil) yang halal karena kamu mengunci aset dan mendapat imbalan. Namun, ada juga yang mempertanyakan keabsahan underlying asset cryptocurrency itu sendiri.

Kalau kamu ingin lebih tenang, sebaiknya konsultasikan dengan ustadz atau kyai yang memahami teknologi blockchain. Kamu juga bisa mencari referensi fatwa dari lembaga kredibel seperti MUI atau DSN, serta fokus pada proyek crypto yang punya use case nyata, bukan sekadar spekulasi.

2. Berapa Minimum Modal untuk Mulai Staking?

Pertanyaan tentang staking ini penting banget untuk pemula.

Minimum modal tergantung pada jenis crypto dan platform yang kamu gunakan:

  • Cardano (ADA): Bisa mulai sekitar Rp50.000 (±10 ADA)
  • Solana (SOL): Sekitar Rp700.000 (±0,5 SOL)
  • Ethereum (ETH): 32 ETH untuk solo validator (sangat besar), tapi bisa mulai dari nominal kecil lewat liquid staking seperti Lido

Platform CEX (exchange terpusat) biasanya menawarkan minimum modal lebih rendah, tapi return-nya juga cenderung lebih kecil dibanding staking langsung di jaringan.

Untuk pemula, kamu bisa mulai dari Rp1–2 juta agar kamu bisa belajar tanpa risiko terlalu besar.

3. Apakah Bisa Rugi Saat Staking Crypto?

Jawabannya: bisa.

Walaupun kamu dapat reward, kamu tetap terpapar risiko harga turun. Misalnya kamu stake 100 ADA di harga Rp10.000 (total Rp1 juta), lalu dapat 5 ADA sebagai reward dalam setahun. Tapi kalau harga ADA turun jadi Rp6.000, nilai total kamu jadi Rp630.000. Secara jumlah koin bertambah, tapi secara rupiah kamu tetap rugi.

Jadi, staking crypto bukan berarti bebas risiko. Kamu tetap harus mempertimbangkan volatilitas pasar.

BACA JUGA: 10 Wallet Crypto Terbaik Ramah Pemula

4. Bagaimana Cara Unstake Jika Butuh Uang Mendadak?

Ini salah satu pertanyaan tentang staking yang sering muncul saat market sedang tidak stabil.

Jawabannya tergantung platform:

  • Liquid staking (misalnya stETH): Bisa dijual kapan saja di DEX, meski kadang ada sedikit selisih harga.
  • Cardano: Bisa unstake relatif cepat, dana tersedia dalam beberapa hari.
  • Ethereum di exchange: Biasanya ada opsi flexible staking, unstake 1–2 hari.
  • Polkadot: Ada masa tunggu unbonding hingga 28 hari.

Tips penting: Jangan pernah staking dana emergency fund. Sisakan 20–30 persen portofolio kamu dalam kondisi liquid agar tetap fleksibel.

5. Apakah Staking Lebih Aman daripada Trading?

Secara umum, staking lebih stabil dibanding trading.

Staking tidak membutuhkan prediksi market timing, tidak menguras emosi, dan cocok untuk strategi jangka panjang. Sementara trading menuntut skill tinggi, waktu yang konsisten, dan manajemen emosi yang kuat karena satu keputusan salah bisa berdampak besar.

Namun, baik staking maupun trading tetap terpapar risiko penurunan harga crypto. Jadi, pahami dulu profil risiko kamu sebelum memilih strategi.

BACA JUGA: 5 Cara Money Management Trading Crypto untuk Pemula Biar Ga Boncos!

6. Bagaimana Cara Melaporkan Pajak Staking?

Banyak yang lupa bahwa reward staking termasuk objek pajak.

Langkah sederhananya:

Pertama, catat semua transaksi, tanggal staking, jumlah aset, dan reward yang diterima. Kedua, hitung nilai reward dalam Rupiah sesuai kurs saat diterima. Ketiga, laporkan di SPT Tahunan pada bagian “Penghasilan Lain-lain”.

Jika kamu menggunakan exchange terdaftar di Indonesia, biasanya pajak 0,1 persen sudah otomatis dipotong. Tetap simpan bukti transaksi sebagai dokumentasi.

7. Platform Mana yang Recommended untuk Pemula Indonesia?

Pertanyaan tentang staking crypto ini penting agar kamu tidak salah pilih platform.

Untuk pemula absolut, kamu bisa mulai dari exchange lokal dengan interface Bahasa Indonesia dan dukungan customer service lokal seperti Tokocrypto atau Indodax.

Kalau kamu sudah lebih paham, bisa eksplor Binance atau Bybit yang punya pilihan koin lebih banyak dan fitur lebih lengkap.

Untuk level advanced yang ingin desentralisasi, kamu bisa mencoba Lido (ETH staking), Phantom Wallet (Solana), atau wallet resmi Cardano seperti Daedalus dan Yoroi.

8. Apakah Perlu VPN untuk Staking Crypto di Indonesia?

Tidak perlu VPN jika kamu menggunakan platform yang legal dan mendukung pengguna Indonesia.

Menggunakan VPN justru bisa memicu sistem keamanan exchange dan berpotensi membuat akun kamu dibekukan. Lebih aman menggunakan platform yang memang resmi beroperasi di Indonesia.

BACA JUGA:  5 Kesalahan Umum dalam Staking yang Sering Dilakukan Pemula dan Cara Menghindarinya!

Jadi, Sudah Siap Staking Crypto?

Berbagai pertanyaan tentang staking seperti soal halal atau tidak, modal minimum, risiko kerugian, hingga pajak dan pemilihan platform memang penting kamu pahami sebelum benar-benar terjun ke staking crypto. Dengan memahami jawabannya, kamu tidak hanya ikut tren, tetapi juga mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang matang dan terukur.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia