Perusahaan Asuransi Ini Borong Bitcoin Senilai Rp1,4 Triliun

Permintaan terhadap Bitcoin seolah-olah tak dapat dibendung. Kali ini perusahaan asuransi, Massachusetts Mutual Life Insurance memborong Bitcoin senilai US$100 juta (setara dengan Rp1,4 triliun).

Massachusetts Mutual Life Insurance, perusahaan asuransi jiwa asal AS, mengumumkan baru-baru ini membeli Bitcoin senilai US$100 juta untuk akun investasi umumnya.

Pembelian tersebut dibantu oleh perusahaan layanan keuangan NYDIG yang memiliki spesialisasi mengelola Bitcoin dan aset kripto lain.

CEO NYDIG, Robert Gutmann, menyebut momen ini sebagai hal yang luar biasa dalam sejarah Bitcoin dan industri asuransi dunia.

MassMutual juga membeli saham NYDIG senilai US$5 juta. Langkah tersebut menegaskan keyakinan MassMutual dalam pasar aset kripto, kendati nominalnya relatif kecil bagi raksasa asuransi tersebut.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Juru bicara MassMutual menjelaskan mereka berharap investasi Bitcoin dapat memberikan keuntungan terukur dan bermakna dalam aspek ekonomi yang berkembang di dunia digital. Investasi MassMutual adalah yang teranyar dalam tren yang sedang panas ini.

MicroStrategy, perusahaan teknologi yang tidak terlalu tenar, bikin heboh beberapa bulan lalu ketika mereka mengumumkan telah membeli Bitcoin senilai US$250 juta. Di kemudian hari, perusahaan itu menambah lagi membeli Bitcoin US$225 juta.

Saham MicroStrategy mengalami penurunan peringkat oleh analis yang berpendapat perusahaan tersebut terlalu agresif membeli Bitcoin. Kendati demikian, langkah MicroStrategy memicu perusahaan besar lain turut membeli Bitcoin, termasuk Square yang didirikan Jack Dorsey.

BACA JUGA:  Dari Rp200 Ribu ke Rp1 Triliun: Kisah Warga Malaysia Pemilik Domain AI.com

Tren ini diduga terkait harga Bitcoin yang melonjak dan melebihi titik tertingginya di angka US$19.783. Saat ini harga Bitcoin sedang konsolidasi di kisaran US$18 ribu, dan secara keseluruhan menurun 5 persen pekan ini. [decrypt.co/ed]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait