Perusahaan Ini Investasikan US$66 Juta pada Dana Tokenisasi di XRP Ledger

Perusahaan pengelola investasi asal Inggris, Aviva Investors, resmi meluncurkan kelas unit investasi berbasis tokenisasi untuk Sterling Liquidity Fund melalui jaringan XRP Ledger (XRPL), dengan menempatkan investasi sebesar £50 juta atau sekitar US$66 juta pada produk tersebut.

Dalam pengumuman resminya pada Senin (26/10/2026), Aviva Investors menyebut Sterling Liquidity Fund sebagai dana kelolaan terbesarnya, dengan total aset sekitar £22 miliar atau setara US$29 miliar.

Meski demikian, angka US$29 miliar tersebut merupakan keseluruhan aset dana investasi yang sudah ada, bukan nilai aset yang baru ditokenisasi. Investasi yang diumumkan untuk kelas unit tokenisasi terbarunya mencapai US$66 juta.

Peluncuran ini menjadi langkah kedua Aviva Investors dalam menghadirkan produk dana investasi melalui XRP Ledger, sekaligus memperluas pemanfaatan blockchain untuk instrumen keuangan tradisional.

Perusahaan mencatat total investasi pada dua kelas unit dana tokenisasinya kini telah melampaui £86 juta atau sekitar US$116 juta.

XRP Ledger Jadi Infrastruktur Dana Investasi Aviva

Produk terbaru ini menggunakan model digital twin, yakni pendekatan yang memungkinkan kepemilikan unit investasi direpresentasikan secara digital melalui blockchain tanpa memindahkan keseluruhan struktur dana dari sistem keuangan biasa.

Dengan mekanisme tersebut, XRP Ledger berfungsi sebagai infrastruktur untuk menerbitkan dan mengelola representasi digital unit investasi, sementara pengelolaan aset dasar tetap berjalan melalui mekanisme kustodian dan regulasi yang berlaku.

BACA JUGA:  JPMorgan Perluas JPM Coin ke Ethereum, Bidik Pembayaran dan Tokenisasi

Sterling Liquidity Fund sendiri merupakan produk money market fund yang berdomisili di Irlandia dan beroperasi dalam kerangka regulasi UCITS. Dana ini telah berdiri sejak 2002 dan berinvestasi pada instrumen utang jangka pendek berkualitas tinggi dalam denominasi pound sterling.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Produk tersebut dirancang untuk menawarkan risiko relatif rendah dan likuiditas harian. Menurut Aviva, kelas unit tokenisasi barunya tetap mempertahankan tujuan investasi, profil risiko, karakteristik likuiditas, serta perlindungan regulasi yang sama dengan produk biasa.

Dalam pelaksanaannya, Aviva menggandeng Komainu sebagai penyedia layanan kustodian aset digital institusional dan Licuido sebagai penyedia infrastruktur tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

Sementara itu, aset dasar dana tetap berada dalam pengawasan kustodian BNY Mellon.

Kelas unit baru tersebut tersedia bagi investor yang memenuhi persyaratan dan memiliki dompet digital yang sesuai. Dengan demikian, penggunaan blockchain publik tidak berarti produk ini otomatis terbuka untuk seluruh investor ritel.

CEO Aviva Investors, Mark Versey, menyebut peluncuran tersebut sebagai bagian dari upaya perusahaan memperluas kemampuan pengelolaan investasi melalui teknologi tokenisasi.

“Kami meyakini bahwa dana yang ditokenisasi dapat meningkatkan efisiensi dan pada akhirnya menghasilkan capaian yang lebih baik bagi klien,” ujar Versey.

Pernyataan itu menegaskan pandangan perusahaan bahwa tokenisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan hasil layanan yang lebih baik kepada nasabah.

BACA JUGA:  Tokenisasi SBN Buka Peluang Investasi Rp10 Ribu, Ini yang Disiapkan OJK

Di sisi teknologi, XRP Ledger dipilih untuk mendukung penerbitan dan pengelolaan unit investasi digital melalui transaksi blockchain yang cepat dan berbiaya rendah.

Namun, penggunaan XRP Ledger sebagai infrastruktur tokenisasi tidak berarti keseluruhan nilai investasi tersebut dikonversi menjadi koin XRP. Produk yang diterbitkan merupakan representasi kepemilikan dalam dana investasi, bukan instrumen investasi langsung pada aset kripto XRP.

Aviva Perluas Tokenisasi Setelah Peluncuran Juli

Peluncuran terbaru ini melanjutkan ekspansi Aviva Investors yang dimulai melalui kemitraan dengan Ripple pada Februari 2026.

Saat itu, kedua perusahaan mengumumkan kolaborasi untuk membawa struktur dana investasi tradisional ke XRP Ledger sebagai bagian dari pengembangan produk keuangan berbasis blockchain.

Kerja sama tersebut kemudian menghasilkan produk pertama pada 29 Juli 2026, ketika Aviva memperkenalkan kelas unit tokenisasi untuk US Dollar Liquidity Fund.

Produk pertama itu juga memanfaatkan XRP Ledger, dengan dukungan Komainu dan Licuido. Aviva menyatakan kelas unit tokenisasi tersebut telah memperoleh persetujuan dari Central Bank of Ireland.

Dengan hadirnya produk berbasis pound sterling, Aviva kini memiliki dua kelas unit investasi tokenisasi yang menggunakan XRP Ledger.

Perusahaan mengklaim perkembangan tersebut menempatkannya sebagai salah satu penyedia dana pasar uang yang ditokenisasi terbesar di Eropa berdasarkan nilai investasi pada produk-produk tersebut.

BACA JUGA:  71 Persen Institusi Inggris Yakin Tokenisasi Bakal Ubah Dunia Finansial

Wakil Presiden Senior Bidang Perdagangan dan Pasar Ripple, Nigel Khakoo, menilai peluncuran kedua ini memperlihatkan semakin cepatnya penerapan tokenisasi dana investasi di sektor keuangan.

Menurutnya, infrastruktur pasar secara bertahap bergerak menuju akses sepanjang waktu dan penyelesaian transaksi yang semakin mendekati waktu nyata.

Kendati demikian, kemampuan pemrosesan transaksi pada blockchain tidak serta-merta mengubah seluruh mekanisme pembelian, penebusan, dan penyelesaian dana investasi yang tetap tunduk pada ketentuan produknya.

Perkembangan Aviva juga melengkapi pemanfaatan XRP Ledger di sektor keuangan institusional. Sebelumnya, Blockchainmedia melaporkan penggunaan XRPL dalam tokenisasi dana kredit di Brasil, yang memperlihatkan perluasan penerapan teknologi tersebut di luar transaksi pembayaran.

Bagi ekosistem XRP Ledger, kehadiran dua produk Aviva menjadi contoh penggunaan jaringan blockchain publik dalam penerbitan instrumen investasi yang tetap terhubung dengan infrastruktur kustodian dan pengawasan keuangan tradisional.

Namun, Aviva belum mengungkapkan dalam pengumuman terbarunya mengenai volume transaksi sekunder atau jumlah investor yang telah menggunakan kelas unit tokenisasi sterling tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait