Perusahaan Ini Jual Seluruh Cadangan Bitcoin, Ada Apa?

Keputusan mengejutkan datang dari Bitdeer Technologies Group pada Senin (23/2/2026), yang mengonfirmasi telah jual Bitcoin dalam jumlah besar hingga mengosongkan seluruh cadangan aset kripto di neracanya.

Perusahaan penambang Bitcoin yang berbasis di Singapura itu menyatakan langkah tersebut bukan sinyal negatif bagi pasar, melainkan strategi menyiapkan likuiditas untuk ekspansi bisnis.

Perusahaan menegaskan bahwa keputusan jual Bitcoin dilakukan secara terencana dan tidak mencerminkan perubahan pandangan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Berdasarkan laporan terbaru, Bitdeer telah melepas lebih dari 1.100 BTC, terdiri dari cadangan sebelumnya dan hasil tambang terbaru. Dengan langkah ini, perusahaan praktis tidak lagi menyimpan Bitcoin dalam jumlah signifikan di neraca keuangannya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Jual Bitcoin untuk Perkuat Likuiditas Tambang

Manajemen menjelaskan bahwa keputusan jual Bitcoin dilakukan untuk mempersiapkan dana tunai guna mengejar sejumlah peluang akuisisi aset. Saat ini, Bitdeer sedang mengevaluasi beberapa peluang non-binding untuk memperoleh lahan dan aset kelistrikan yang dinilai strategis bagi pertumbuhan kapasitas tambang.

BACA JUGA:  Open Interest Bitcoin Anjlok ke Titik Terendah Oktober 2024, Ini Artinya

Dalam industri penambangan kripto, akses terhadap sumber energi murah dan stabil menjadi faktor krusial. Biaya listrik yang tinggi dan meningkatnya tingkat kesulitan jaringan Bitcoin menekan margin operasional para penambang.

Oleh karena itu, perusahaan menilai langkah jual Bitcoin sebagai upaya memperkuat posisi kas sebelum mengeksekusi ekspansi infrastruktur.

Bitdeer juga menegaskan bahwa kapasitas hashrate akan terus bertumbuh meskipun perusahaan memilih melepas cadangan BTC. Artinya, aktivitas penambangan tetap berjalan dan produksi Bitcoin akan terus dilakukan untuk kepentingan pemegang saham.

Selain fokus pada infrastruktur tambang, perusahaan disebut memperluas lini bisnis ke sektor komputasi berkinerja tinggi atau high-performance computing (HPC) serta layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Diversifikasi ini membutuhkan investasi modal besar, sehingga strategi likuiditas menjadi pertimbangan utama.

Bitdeer Jual, Strategy Justru Tambah BTC

Langkah jual Bitcoin oleh Bitdeer terjadi di tengah strategi berbeda yang ditempuh perusahaan lain. Strategy mengumumkan telah mengakuisisi tambahan 592 BTC senilai sekitar 39,8 juta dolar AS dengan harga rata-rata sekitar US$67.286 per koin pada pekan lalu.

BACA JUGA:  VP Indodax Bicara Strategi Aman Beli Bitcoin Saat Tekanan Makro Meningkat

Per hari Minggu (22/2/2026), Strategy tercatat memegang total 717.722 BTC yang diperoleh dengan nilai akumulasi sekitar US$54,56 miliar, dengan harga rata-rata pembelian sekitar US$76.020 per koin.

Data ini menunjukkan pendekatan yang berlawanan dibandingkan keputusan Bitdeer yang memilih jual Bitcoin untuk perkuat likuiditas.

Perbedaan strategi tersebut mencerminkan dinamika model bisnis di sektor kripto. Strategy berperan sebagai perusahaan pengelola aset Bitcoin yang menambah eksposur jangka panjang, sementara Bitdeer beroperasi sebagai penambang yang harus mempertimbangkan kebutuhan belanja modal dan biaya operasional.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia