Rentetan serangan siber terhadap industri kripto kembali bertambah. Kali ini, Gnosis Pay, penyedia kartu pembayaran berbasis kripto, mengungkap bahwa sistem lamanya disusupi pihak tidak berwenang hingga data pelanggan terekspos.
Gnosis Pay Akui Data Pelanggan Bocor
Melalui pengumuman resmi pada Jumat (06/11/2026), Gnosis Pay mengungkap bahwa sistem pemantauannya menemukan akses tanpa izin pada Selasa lalu, yang kemudian menyebabkan sebagian informasi pelanggan terekspos.
Serangan ini menyasar infrastruktur lama yang mendukung kartu bermerek Gnosis Pay untuk pelanggan langsung atau segmen B2C. Meski telah mengambil langkah pengamanan, perusahaan belum merinci jenis data yang bocor kepada publik.
“Tim keamanan kami segera merespons dan penanganan dimulai dalam dua jam setelah terdeteksi,” tulis Gnosis Pay, menjelaskan respons awal sebelum perusahaan mengganti kredensial keamanan yang terdampak dan memperbaiki kerentanan.
Menariknya, sistem yang disusupi itu dijadwalkan berhenti beroperasi pada 20 Desember 2026. Sementara itu, platform enterprise yang mendukung program kartu mitra atau white-label dipastikan tidak terdampak.
Kendati cakupan serangan terbatas, Gnosis Pay menegaskan bahwa dana pelanggan tidak ikut terdampak. Namun, perusahaan mengakui bahwa kebocoran informasi pribadi menjadi persoalan serius.
Serangan Siber Kripto Beruntun, Apa Dampaknya?
Insiden Gnosis Pay terjadi ketika industri kripto masih menyoroti pembobolan Binance pada akhir Oktober. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, serangan tersebut melibatkan pencurian aset dengan nilai mencapai sekitar US$6,3 miliar.
7 Peretasan Kripto Sepanjang 2026, Kerugiannya Tembus Rp157 Triliun!
Belum reda perhatian terhadap Binance, bursa kripto asal Brasil, Mercado Bitcoin, juga mengumumkan insiden keamanan pada Selasa (03/11/2026). Mereka sempat menghentikan layanan deposit dan penarikan sebagai tindakan pencegahan.
Meski terjadi dalam waktu berdekatan, ketiga insiden tersebut memiliki dampak berbeda. Binance mengalami pencurian aset US$6,3 miliar, sementara Mercado Bitcoin kehilangan kripto senilai lebih dari US$46 juta.
Sementara itu, Gnosis Pay menghadapi persoalan berbeda, yakni kebocoran informasi pelanggan dana. Sejauh ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa ketiga serangan tersebut saling berkaitan.
Rangkaian insiden ini memperlihatkan bahwa ancaman siber terhadap industri kripto tidak hanya menyasar aset digital. Informasi pribadi pengguna juga menjadi target, dengan risiko penyalahgunaan yang dapat muncul kemudian.
Karena itu, kewaspadaan pengguna tidak cukup dengan memantau saldo wallet crypto. Memeriksa keaslian pesan, menjaga informasi sensitif, dan mengakses layanan melalui kanal resmi tetap penting untuk menghindari potensi penipuan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


