SharpLink Gaming, salah satu perusahaan pemegang Ethereum korporat terbesar di dunia, menyiapkan aset senilai US$200 juta, setara Rp3,56 triliun, untuk staking ETH melalui protokol liquid staking Lido.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membuat kepemilikan Ethereum dalam perbendaharaannya lebih produktif sekaligus mempertahankan likuiditas aset.
Dalam siaran pers Lido pada Kamis (13/8/2026), SharpLink menyebut Ethereum tersebut akan ditempatkan melalui Lido dan menghasilkan wrapped staked ETH (wstETH), token yang merepresentasikan ETH yang telah di-stake beserta imbalannya.
Sementara itu, Anchorage Digital akan bertindak sebagai kustodian atas aset tersebut, menyediakan infrastruktur penyimpanan yang ditujukan bagi investor institusional.
Staking ETH Jadi Cara Membuat Cadangan Tak Menganggur
Langkah SharpLink berbeda dari sekadar menyimpan Ethereum sebagai aset perbendaharaan.
Dengan menggunakan mekanisme liquid staking Lido, perusahaan dapat memperoleh imbalan dari staking ETH tanpa sepenuhnya kehilangan fleksibilitas untuk menggunakan nilai aset tersebut di dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).
CEO SharpLink Joseph Chalom mengatakan penambahan Lido akan memperluas strategi pengelolaan perbendaharaan Ethereum perusahaan. Lido akan melengkapi pendekatan staking dan restaking yang sebelumnya telah dijalankan SharpLink.
“Menambahkan protokol staking sekaliber Lido memperdalam diversifikasi strategi perbendaharaan kami dan memberi kami akses ke salah satu aset yang paling likuid dan terintegrasi secara luas di DeFi Ethereum. Ini mencerminkan komitmen kami untuk bekerja sama dengan protokol Ethereum terbaik,” ujar Chalom.
Melalui transaksi tersebut, SharpLink akan memperoleh wstETH yang dapat terus mengakumulasi manfaat ekonomi dari staking sekaligus digunakan dalam berbagai aplikasi DeFi.
Lido menyebut wstETH telah terintegrasi dengan lebih dari 100 protokol, sementara sekitar US$10 miliar wstETH digunakan sebagai jaminan dan untuk berbagai aktivitas lainnya di ekosistem on-chain.
Pada saat artikel ini disusun, Lido memiliki sekitar US$16,5 miliar ETH yang di-stake melalui protokolnya. Skala tersebut menjadi salah satu faktor yang memberikan akses bagi investor institusional untuk menjalankan strategi liquid staking Ethereum dalam jumlah besar.
Kepala Hubungan Kelembagaan di Lido Ecosystem Foundation, Kean Gilbert, menilai kebutuhan institusi terhadap aset yang tetap produktif tanpa mengorbankan likuiditas menjadi salah satu pendorong penggunaan liquid staking.
“Lembaga keuangan ingin ETH mereka bekerja untuk mereka tanpa kehilangan likuiditas, dan Lido telah menjadi standar untuk melakukannya dalam skala besar,” ujar Gilbert.
Anchorage Digital Jadi Kustodian Aset SharpLink
Keterlibatan Anchorage Digital dalam transaksi tersebut mengikuti perluasan dukungannya terhadap Lido dan wstETH pada 2 Juli 2026. Integrasi itu memungkinkan klien institusional mengakses liquid staking Lido serta melakukan mint dan burn wstETH sembari mempertahankan aset melalui infrastruktur kustodian Anchorage Digital.
Bagi SharpLink, alokasi US$200 juta tersebut hanya mewakili sebagian dari kepemilikan Ethereum perusahaan. Berdasarkan data yang dilaporkan per 3 Agustus 2026, SharpLink memegang sekitar 888.938 ETH dalam perbendaharaannya.
Dengan harga ETH ketika pengumuman tersebut dirilis, dana US$200 juta tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 106.000 ETH, atau kurang lebih 12 persen dari kepemilikan perusahaan pada periode itu.
Strategi staking ETH tersebut juga menunjukkan perbedaan karakteristik antara perbendaharaan berbasis Ethereum dan model corporate crypto treasury yang hanya berfokus pada penyimpanan aset.
Ethereum dapat digunakan untuk staking guna menghasilkan reward dari aktivitas validasi jaringan, sementara liquid staking menyediakan aset representatif yang dapat dimanfaatkan kembali di dalam DeFi.
Melalui penggunaan Lido dan wstETH, SharpLink berupaya menggabungkan tiga fungsi dalam pengelolaan perbendaharaannya, yakni memperoleh reward dari staking ETH, mempertahankan likuiditas melalui wstETH, serta membuka akses terhadap berbagai aplikasi DeFi Ethereum.
Langkah ini sekaligus menambah strategi staking dan restaking yang telah diterapkan perusahaan terhadap sebagian kepemilikan ETH-nya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


