Perusahaan Pemegang 473 Juta XRP Ungkap Risiko Penggunaan XRP yang Masih Terbatas

Perusahaan investasi aset digital Evernorth Holdings, yang memegang sekitar 473 juta XRP, kembali menyoroti masih terbatasnya penggunaan XRP dalam aktivitas pembayaran ritel dan komersial.

Pengungkapan tersebut muncul dalam dokumen terbaru yang disampaikan kepada regulator pasar modal AS pada Jumat (23/10/2026).

Menariknya, penilaian tersebut disampaikan di tengah langkah Evernorth membuka fasilitas pendanaan saham baru yang sebagian hasilnya direncanakan untuk membeli lebih banyak XRP.

Berdasarkan dokumen Form S-1 Evernorth yang diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), perusahaan memiliki sekitar 473 juta XRP per 9 Oktober 2026.

Jumlah tersebut memperlihatkan besarnya eksposur Evernorth terhadap aset kripto tersebut. Namun, dalam bagian faktor risiko, perusahaan turut mengidentifikasi tantangan yang masih membayangi perluasan penggunaan XRP sebagai instrumen pembayaran.

Pemegang Ratusan Juta XRP Soroti Keterbatasan Adopsi

Dalam prospektusnya, Evernorth menyatakan bahwa penggunaan XRP di sektor ritel, komersial dan pembayaran masih terbatas dibandingkan potensi yang ingin dicapai aset digital tersebut.

Perusahaan juga menilai bahwa spekulan masih menempati porsi signifikan di antara pengguna XRP.

“Spekulan mencakup sebagian besar pengguna,” demikian salah satu pernyataan Evernorth dalam dokumen tersebut.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Menurut perusahaan, kondisi itu berkaitan dengan karakteristik pasar XRP yang masih dipengaruhi aktivitas spekulatif. Fluktuasi harga yang besar berpotensi mengurangi minat pedagang dan pelaku usaha untuk menerima XRP sebagai alat pembayaran.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 15 Oktober 2026: KITE, XMR, PYTH, DOGE, SEI di Garis Start, Sinyal Terbang Bermunculan

Evernorth menjelaskan bahwa XRP dirancang untuk mendukung penyelesaian transaksi antarperusahaan dan lembaga keuangan. Akan tetapi, penggunaannya oleh konsumen untuk membayar barang dan jasa di tempat usaha belum menjadi praktik yang umum.

Pengungkapan tersebut bukan penilaian yang sepenuhnya baru. Pernyataan serupa telah dimuat dalam dokumen perusahaan sebelumnya, kemudian kembali dicantumkan dalam prospektus bertanggal 23 Oktober 2026 sebagai bagian dari informasi risiko investasi.

Evernorth turut mengingatkan bahwa peningkatan aktivitas dan adopsi XRP Ledger belum tentu menghasilkan kenaikan penggunaan XRP dalam proporsi yang sama.

Artinya, perkembangan infrastruktur blockchain tidak dengan sendirinya menjamin perluasan permintaan XRP untuk kebutuhan pembayaran.

Hal ini juga relevan ketika membaca statistik transaksi blockchain. Berdasarkan dokumentasi teknis resmi XRP Ledger, transaksi bertipe Payment tidak terbatas pada pembayaran barang atau jasa menggunakan XRP.

Jenis transaksi tersebut juga mencakup transfer antar-alamat, perpindahan token lain, konversi mata uang dan aktivitas pembuatan akun baru.

Karena itu, jumlah transaksi pembayaran yang tercatat di jaringan tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah pembelian barang atau jasa oleh konsumen menggunakan XRP.

BACA JUGA:  PPATK Perkuat Pelacakan Dana, Jejak Penipuan Kripto Jadi Sorotan

Cadangan XRP Besar, Evernorth Buka Peluang Akumulasi Tambahan

Di tengah tantangan adopsi tersebut, Evernorth justru melanjutkan strateginya memperbesar cadangan XRP.

Dalam laporan Form 8-K bertanggal 23 Oktober 2026, perusahaan mengumumkan perjanjian dengan CF Principal Investments LLC, yang berafiliasi dengan Cantor Fitzgerald.

Perjanjian itu memberikan Evernorth opsi menjual hingga 5.218.935 saham biasa Class A baru kepada pihak tersebut melalui fasilitas pendanaan ekuitas.

Berdasarkan asumsi harga saham yang digunakan dalam prospektus, nilai hasil penjualan bruto berpotensi mencapai sekitar US$80,7 juta. Setelah memperhitungkan estimasi biaya terkait, perusahaan memperkirakan hasil bersih maksimal sekitar US$78,3 juta selama periode kurang lebih 14 bulan.

Evernorth menyatakan bahwa sebagian besar dana yang mungkin diperoleh dari fasilitas itu diperkirakan akan digunakan untuk membeli XRP tambahan, selain kebutuhan operasional dan aktivitas lainnya.

Namun, fasilitas tersebut tidak berarti Evernorth telah menerima seluruh pendanaan atau langsung melakukan pembelian XRP baru.

Pelaksanaannya masih bergantung pada persyaratan tertentu, termasuk efektivitas dokumen registrasi terkait, kondisi pasar, serta keputusan perusahaan mengenai waktu dan jumlah saham yang dijual.

Dokumen SEC juga memperlihatkan bagaimana Evernorth membangun kepemilikan XRP dalam jumlah besar.

BACA JUGA:  Penambang Bitcoin MARA Kirim 1.000 BTC ke Bursa, Sinyal Jual?

Ketika transaksi penggabungan usahanya selesai pada 9 Oktober, perusahaan mencatat kontribusi investor berupa sekitar 388,91 juta XRP. Sebelumnya, Evernorth juga telah membeli sekitar 84,37 juta XRP menggunakan dana sekitar US$214,1 juta.

Kedua komponen tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan cadangan XRP perusahaan. Angka itu bukan bukti pembelian baru yang dilakukan selama beberapa hari terakhir.

Strategi Evernorth memperlihatkan meningkatnya penggunaan XRP sebagai aset cadangan perusahaan publik, meskipun pemanfaatannya dalam transaksi ritel dan komersial masih menghadapi tantangan.

Dalam dokumen yang sama, Evernorth turut mengidentifikasi persaingan dari sistem pembayaran biasa, blockchain privat, dan aset digital lain sebagai faktor yang dapat memengaruhi permintaan XRP.

Dengan demikian, perkembangan terbaru ini menyoroti dua sisi berbeda dari XRP, yaitu besarnya kepemilikan oleh investor institusional dan tantangan untuk memperluas penggunaan aset tersebut di luar aktivitas investasi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait