Perusahaan yang Didukung David Beckham Ini Hentikan Pembelian Bitcoin

Prenetics Global, perusahaan ilmu kesehatan yang turut didukung oleh ikon sepak bola Inggris David Beckham, resmi menghentikan strategi pembelian Bitcoin yang sebelumnya menjadi bagian dari kebijakan pengelola aset perusahaan.

Berdasarkan laporan MarketWatch pada hari Selasa (30/12/2025), keputusan tersebut diumumkan setelah manajemen menegaskan bahwa sejak 4 Desember 2025, perusahaan tidak lagi melakukan akuisisi Bitcoin baru dan tidak akan melanjutkan program pembelian aset kripto itu di masa mendatang.

Meski demikian, Prenetics tetap mempertahankan sekitar 510 BTC yang telah dimiliki dan masih tercatat dalam neraca keuangan perusahaan.

Fokus Dialihkan ke Bisnis Utama dan Pertumbuhan Lini Konsumen

Keputusan penghentian pembelian Bitcoin ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian strategi bisnis, di mana perusahaan memilih untuk memusatkan sumber daya pada sektor inti yang dinilai memiliki kontribusi langsung terhadap pertumbuhan perusahaan.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Vitalik Buterin Bongkar Visi Ethereum dan AI di Empat Area Kunci

Prenetics mengalihkan perhatian pada pengembangan lini consumer wellness, termasuk brand IM8 yang dikembangkan bersama David Beckham dan dinilai memiliki prospek ekspansi yang kuat.

Langkah tersebut diprioritaskan untuk memastikan strategi pengembangan perusahaan tetap selaras dengan visi jangka panjang dan kebutuhan operasional yang nyata.

“Dewan Direksi dan tim manajemen kami sepakat bahwa jalan paling menjanjikan untuk menciptakan nilai pemegang saham yang signifikan dan berkelanjutan adalah dengan mencurahkan perhatian penuh kami pada peluang sekali seumur hidup ini yang jelas terlihat di IM8,” ujar CEO dan co-Founder Prenetics, Danny Yeung.

Sebelumnya, Prenetics sempat menarik perhatian pasar karena menjadi salah satu perusahaan kesehatan publik yang mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset. Pada periode pertengahan 2025, perusahaan mulai membangun kepemilikan Bitcoin sebagai instrumen cadangan keuangan.

BACA JUGA:  CEO OKX: Crypto Crash Oktober 2025 Itu Salah Binance!

Kini, manajemen memastikan perubahan kebijakan ini bukan berarti keluar sepenuhnya dari eksposur aset digital, melainkan penghentian proses akumulasi tambahan sambil tetap mempertahankan aset yang sudah dimiliki.

Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi internal atas arah alokasi modal perusahaan serta prioritas pertumbuhan bisnis yang lebih relevan.

Fokus pada Bisnis Inti di Tengah Ketidakpastian Kripto

Keputusan Prenetics muncul di tengah dinamika pasar aset digital yang mengalami fluktuasi dan perubahan kapitalisasi dalam beberapa periode terakhir.

Kondisi ini membuat sejumlah perusahaan global menilai ulang posisi mereka terhadap Bitcoin sebagai bagian aset kelolaan.

Dalam konteks Prenetics, perubahan arah kebijakan ini menunjukkan preferensi perusahaan untuk menjaga stabilitas keuangan dan memperkuat sektor usaha utama yang terkait langsung dengan industri kesehatan dan konsumen.

Selain itu, langkah tersebut juga menegaskan bahwa perusahaan tetap berhati-hati dalam mengelola aset berbasis kripto sembari memastikan bahwa keputusan investasi mendukung strategi jangka panjang.

BACA JUGA:  Bitcoin Hadapi Tekanan Baru Saat Whale Ubah Posisi

Dengan tetap menyimpan 510 BTC namun tidak lagi melakukan pembelian baru, Prenetics mengambil posisi moderat antara mempertahankan nilai aset yang telah dimiliki dan menjaga fokus pada pengembangan bisnis utama.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia